Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ekonomi Syariah Tanpa Islam kafah, Bukti Nyata Indonesia Negara Sekuler Kapitalis

Wednesday, June 07, 2023 | Wednesday, June 07, 2023 WIB

Oleh: Arbiah, S.Pd

Ada udang di balik batu adalah peribahasa yang cocok menggambarkan pernyataan Sri Mulyani, faktanya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan pengembangan ekonomi syariah merupakan kebutuhan pembangunan di Indonesia, selain sebagai manifestasi ajaran Islam.

Sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar yakni 86,7 persen atau sebanyak 237 juta orang dan jumlah institusi keuangan syariah terbanyak di dunia, ekonomi syariah merupakan sebuah keunggulan komparatif yang dimiliki oleh Indonesia (ANTARA, 26/05/2023).

Nampak jelas wajah kapitalis memanfaatkan semua cara demi meraih kemanfaatan. Sebut saja ekonomi syariah diambil karena ada sisi kemanfaatannya. Kapitalisme memang berdiri pada asas manfaat dimana ada manfaat di situ ada kapitalisme. Miris kapitalisme akan mengambil Islam jika itu ada manfaatnya contoh saja pemanfaatan Islam pada ekonomi syariah.

Tetapi Islam secara kaffah tidak akan diambil. Anehnya Islam dianggap tidak layak diterapkan di negeri ini bahkan dianggap membahayakan negara, memecah belah umat dan lain-lain. Hal ini menguatkan wajah sekuler kapitalis negeri ini.

Faktanya persoalan ini juga mendunia terjadi justru karena penerapan sistem sekuler kapitalis yang serakah nan biadab. Problematika di negeri ini tak terselesaikan sampai hari ini sebab penerapan sistem sekuler. Dari berbagai aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, kriminal dan berjuta-juta problem lainnya. Lantas apakah ini tidak dianggap membahayakan negara? Seperti yang mereka katakan ketika Islam diterapkan tidak layak karena dianggap membahayakan negara.

Bukankah penerapan sekuler kapitalisme mengancam jiwa dan membahayakan negara dengan problematika yang ada yang tak terselesaikan hingga detik ini. Sistem ini lahir dari cara pandang sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Kebijakan-kebijakannya pun sarat dengan kepentingan materi segelintir kelompok yang berkuasa atau pemilik modal yang mampu mengendalikan kekuasaan. Kebijakan-kebijakannya tidak lagi mempertimbangkan apakah mampu mendatangkan kemakmuran yang nyata bagi masyarakat atau tidak? Akan tetapi keuntungan segelintir orang yang merupakan pemilik modal itulah yang menjadi tujuan.

Oleh karena itu berharap pada sistem kapitalisme untuk perbaikan negeri ini hanya akan menghasilkan kekecewaan.

Walhasil Islam adalah aturan yang sempurna dan komprehensif untuk mengatur kehidupan manusia dan mampu menyelesaikan problem kehidupan baik negeri ini bahkan dunia secara kaffah. Islam adalah satu-satunya aturan yang sempurna yang tak pernah cacat dalam penerapannya. Penerapan Islam kaffah akan menyelesaikan berbagai problem dunia dan akan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Wallahu'alam Bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update