Astagfillahil'adzim Entah setan mana yang merasuki pikiran pria inisial S (46) asal Kabupaten Sukabumi hingga tega memperkosa anak kandungnya sendiri sebanyak 11 kali hingga putrinya itu hamil 5 bulan.
Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede mengungkap, korban adalah anak ke 4 dari 7 bersaudara. Peristiwa tragis itu dialami korban yang berusia 19 tahun itu sejak September 2022 silam hingga April 2023. Diketahui, istri atau ibu korban bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar negeri.
Korban kemudian hamil, pelaku yang kebingungan kemudian menikahkan putrinya itu, maka saat itulah aib tersangka terungkap lalu suami korban meminta korban untuk melaporkan le polisi "ujar maruly".
Tidak dipungkiri kasus2 serupa kerap sekali terjadi kelakuan bejat yg diluar nalar sering kali membuat hati ini sesak wajar saja karna akar masalahnya adalah sekulerisme, saat ini sekulerisme telah menjadi asas dalam kehidupan akibatnya kesenangan dunia menjadi tujuan utama dan bahkan mencari berbagai cara untuk bagaimana memenuhi hasrat hawa nafsunya itu bisa terpenuhi.
Dalam sistem sekuler ini peran ayah sungguh di pertanyakan,
Seorang ayah adalah sosok yg berperan besar dalam menentukan masa depan anak-anaknya ia juga harusnya mampu melindungi sang anak dari kejahatan orang2 di luar sana akan tetapi justru didelik ini ia sendiri yg menjadi pelaku yg tak bermoral demi melampiaskan nafsu sesaatnya, maka harus kepada siapa sang anak meminta perlindungan?
Tetapi ini akan berbeda apabila aqidah islam menjadi asas dalam kehidupan, kasus-kasus keji serupa tidak akan pernah terjadi,
Dalam islam anak adalah amanah yang harus dijaga dan dilindungi karena dia adalah infestasi akhirnya kelak doanyalah kelak akan mengalirkan pahala untuk kedua orang tuanya.
Rosulullah saw bersabda""Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh." (HR Muslim).
Maka dari sini jelas seorang ayah harus benar-benar mempunyai aqidah yang benar dan keimanan yang kuat sehingga dia mampu memahami perannya sebagai seorang ayah serta tidak mudah terperosok kepada kemaksiatan yang sesaat serta ia tau semua yang akan di lakukan akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah kelak.
Waahu'alam bissowab.

No comments:
Post a Comment