Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Vaksin Booster Tak Bisa Hentikan Sebaran Varian Baru

Tuesday, February 15, 2022 | Tuesday, February 15, 2022 WIB

Oleh: Bella Lutfiyya

Mahasiswi Universitas Gunadarma

 

Setelah gencarnya kegiatan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia disertai penurunan angka positif Covid-19, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan mobilitas masyarakat mulai pulih. Artinya, masyarakat mulai menjalankan aktivitas normal mereka di luar rumah setelah melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) setelah sekian lama.

Namun, hal yang cukup menggembirakan tersebut tak berlangsung lama karena munculnya varian terbaru dari Covid-19. Tak hanya satu varian, muncul kurang lebih 3 varian secara berangsur-angsur yang banyak dikabarkan media, di antaranya varian Delta, Omicron, dan bahkan Deltacron.

Oleh karenanya, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan direktur rumah sakit di Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi Booster. Vaksin Booster merupakan vaksinasi Covid-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan.  Namun seberapa efektif vaksinasi Booster tersebut untuk menangkal atau melindungi tubuh dari virus tersebut? Entahlah, tapi vaksin Booster tak bisa hentikan sebaran varian baru.

Sebenarnya, agar kita terhindar dari virus corona varian baru, setiap individu harus sadar dan mengutamakan keselamatan bersama untuk kebaikan bersama juga. Diketahui salah satu penyumbang kasus positif varian baru Covid-19 sebagian besar mereka yang bepergian ke luar negeri. Memang benar tidak ada larangan bagi siapa pun bepergian ke luar negeri, asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan. Namun, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 195 yang artinya, “Janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam jurang kebinasaan.”

Begitu juga Syaikh Hamzah Muhammad Qasim berkata, “Seorang hamba diperintahkan untuk menghindar dari sebab bahaya jika dia dalam keadaan sehat, maka sebagaimana dia diperintahkan untuk tidak memasuki air atau api yang dapat membawanya pada celaka dan binasa, begitu pula dia mesti menghindari berdekatan dengan orang sakit, dan tidak mendatangi negeri tha'un, karena semua ini menjadi sebab penyakit dan kehancuran” (Manaar al Qari Syarh Mukhtashar Shahih al Bukhari, 5/222).

Dari surah dan hadits tersebut dapat disimpulkan, sebaiknya hindarilah tempat atau sumber penyakit. Hal ini serupa dengan kasus bepergian terutama ke luar negeri yang bahkan kita tidak mengetahui ada varian virus apa di negara tersebut, sehingga saat pulang ke negara asal, malah membawa virus yang dapat merugikan banyak orang.

Banyak orang rela untuk tidak bepergian jauh walaupun sudah divaksin agar pandemi ini segera mereda. Pemerintah di beberapa daerah pun masih gencar dengan PPKM-nya, namun sepertinya tidak ada batasan bagi mereka para pelancong yang masuk ke Indonesia maupun warga Indonesia yang pergi ke luar negeri. Alih-alih pandemi mereda, justru varian virus berdatangan.

Oleh karenanya, menambah dosis vaksin atau melakukan vaksinasi Booster rasanya tidaklah efektif. Pemerintah harus tegas membatasi aktivitas masyarakat yang bepergian ke luar negeri juga. Masyarakat yang suka bepergian ke luar negeri, harus menurunkan ego dan sadar pandemi ini belum berakhir. Banyak masyarakat kecil kehilangan pekerjaannya, berjuang melawan virus yang telah menghilangkan nyawa sanak saudaranya, sementara orang-orang dengan kekayaan materi malah sesuka hati dengan alasan ‘yang penting mematuhi protokol’.

Memasuki awal tahun baru 2022, diharapkan pandemi ini segera mereda. Tidakkah rindu masa-masa saat bebas beraktivitas seperti dulu? Mari turunkan ego, patuhi aturan yang ada, apabila memang vaksin Booster wajib dilakukan, maka seimbangkanlah dengan pembatasan aktivitas masyarakatnya pula. Serta tidak lupa untuk selalu bertawakal kepada Allah SWT karena semua musibah/bencana turun atas kehendak-Nya.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan menurunkan obat, serta menyediakan obat bagi setiap penyakit, maka berobatlah, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram” (HR Abu Dawud no. 3874).

Hadits di atas sebagai bukti kekuasaan Allah. Allah tidak akan mendatangkan penyakit tanpa obat dan setiap penyakit pasti ada obatnya. Semoga kita selalu diberikan kesehatan jasmani dan rohani, serta tetap bisa bertahan di kondisi pandemi ini yang tidak dapat diprediksi akan berakhir seperti apa atau kapan waktunya virus ini hilang dari muka bumi.[]


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update