Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ancaman Dekadensi Moral Generasi Dibalik Pendidikan Seks Usia Dini

Sunday, July 04, 2021 | Sunday, July 04, 2021 WIB Last Updated 2021-07-04T12:52:01Z
Oleh : Dila 
(aktivis muslimah deli Serdang)

Baru baru saja kita di hebohkan dengan berita tentang pernyataan seorang penyanyi yang menemani anaknya menonton film porno. Pendapat tersebut disampaikan  dalam wawancaranya bersama Venna Melinda yang kemudian viral.  Ia menjawab kalau dirinya tak mau menjadi orang tua yang kolot dan ingin berpikiran terbuka. Dia juga tak menampik saat ini ada beragam macam konten porno yang bisa diakses dan disaksikan anak-anak. Dia menyebutkan sangat jarang bagi anak yang beranjak remaja tidak terekspos film ataupun konten porno. Oleh sebab itu, dia punya cara sendiri dalam mendidik anak-anaknya.

"Anak-anakku kebetulan anak-anak yang terbuka. Nggak mungkinlah ya anak-anak kita nggak nonton film porno, mau yang jenis anime atau jenis apapun segala macem, akan ada," ujarnya. Dia memilih untuk mendampingi anak-anaknya layaknya seorang teman. Dia berharap hal tersebut membuat anak-anaknya lebih terbuka kepada dirinya.  Ia menilai pembelajaran tentang seks sejak usia dini sangat penting saat ini. Apalagi, Yuni Shara mengaku sadar dirinya tak bisa berada 24 jam penuh untuk menjaga kedua anaknya tersebut. 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai film porno buruk bagi anak-anak.

"Konten porno itu konten berbahaya. Dampak negatifnya serius bagi tumbuh kembang anak," kata Ketua KPAI, Susanto, Sabtu (26/6/2021).

Susanto menilai konten porno tak boleh ditonton oleh anak-anak meski diawasi atau ditemani. Menurutnya, konten porno tetap memiliki dampak buruk.

"Maka, konten porno tak boleh dilihat anak. Meski ditemani, menonton konten porno tak dibenarkan," ucapnya.

Era milenial saat ini sering kali membuat orang tua merasa ketar-ketir dalam mengawasi anak-anak, terlebih lagi dari besarnya pengaruh akses sosial media yang bahkan anak TK pun sudah bisa menggunakannya.   Bahkan situs-situs yang condong menyajikan konten porno pun begitu mudah diakses oleh seluruh kalangan.  Kemajuan teknologi bukanlah sebuah bencana bila dikelola dengan bijak.  Namun sayangnya, pemerintah hari ini pun seolah gagal dalam mem filter konten maupun situs  yang layak dan berfaedah.  Maka tak heran banyak kasus  pelecehan seksual dipicu dari tontonan yang disajikan di sosial media. 

Inilah salah satu implikasi dari diadopsinya sistem  sekularisme, dimana acuanya adalah memisahkan agama dari urusan kehidupan. Tak heran jika Indonesia pun kerap membebek ke Negeri barat dalam program-program kerjanya.  Padahal Negeri barat pun sebagai tonggak sistem sekularisme telah jelas gagal dalam menyelesaikan masalah kekerasan maupun pelecehan seksual.  Dan lebih buruknya lagi seks bebas pun menjamur dikalangan muda-mudinya. 

Sebagai sebuah agama yang sempurna islam pun telah cukup jelas memiliki konsep preventif (pencegahan)  dan kuratif (penjagaan)  baik untuk penyimpangan seksual, pelecehan maupun kekerasan seksual. Pendidikan  dalam perspektif islam harus dengan tuntunan yang berlaku dalam Al-Qur’an, sejak dini anak diajarkan nilai-nilai agama seperti mendalami tauhid dengan tata cara beribadah yang benar, selalu menjaga pandangan, menjaga iman dengan selalu mengingat sang pencipta, dan terakhir tentang sebab-akibat bahwa apa yang diperbuat pasti ada akibat dari perbuatan tersebut.  Edukasi proses pencegahan dimana dalam QS. Al-Israa: 32 bahwa seseorang dilarang untuk mendekati zina seperti khalwat (berdua-duaan)  laki-laki maupun perempuan sebelum menikah. Kemudian menjaga pandangan nya seperti dalam surat QS. An-Nur : 30 serta menganjurkan untuk mensegarakan menikah bagi yang mampu.  Agama adalah bekal utama dalam pendidikan seks  agar anak dapat mengerti tentang seks yang benar dan sesuai dengan landasan atau dasar agama. Tanpa ada landasan agama yang kuat, generasi anak bangsa akan hancur terjerembak ke dalam kehinaan. Padahal Islam sangat memperhatikan penyaluran hasrat seksual sesuai aturan dan etika yang benar. Karena itu, Islam melalui syari'atnya mengajarkan pernikahan sebagai pintu yang menyucikan hubungan seksual. Islam juga mengingatkan para remaja agar menjauhi khalwat (berduaan dengan wanita atau laki-laki bukan muhrimnya), menutup aurat secara sempurna baik bagi laki-laki maupun perempuan, kemudian menjaga pandangan dan banyak lagi ayat-ayat maupun hadist yang apabila direalisasikan dalam  kehidupan akan mewujudkan pergaulan dan kehidupan yang memanusiakan dan mulia.  Contoh teladan, pembiasaan akhlak yang baik, penghargaan terhadap anggota tubuh, menanamkan RASA MALU seperti saat aurat terlihat orang lain ataupun melihat aurat orang lain dan lain sebaginya juga termasuk pendidikan ADAB bagi anak-anak yang perlu ditanamkan dalam diri anak sejak dini, misalnya.
1. Memisahkan tempat tidur antara anak perempuan dan laki-laki pada umur 10
tahun.
2. Mengajarkan mereka meminta izin ketika memasuki kamar orangtuanya.
Terutama dalam tiga waktu: sebelum shalat fajar, waktu Zhuhur dan setelah shalat Isya (QS. 24 : 58-59).

Islam sebagai sebuah sistem kehidupan yang paripurna pun mengoptimalkan setiap peran baik individu, keluarga, Masyarakat maupun negara dalam menjalankan setiap aturan maupun hukum yang tegak atas dasar Kitabullah dan sunnah.  Sehingga jika ada oknum yang melakukan penyimpangan, pelecehan maupun kekerasan seksual dengan tegas khalifah akan menghukumnya.   Inilah yang dikatakan islam mampu menjadi solusi solutif. Tidak ada tebang pilih bagi pelaku kemaksiatan.  Maka dengan penerapan sistem islam baik dari segi pendidikan maupun pergaulan serta seluruh aspek kehidupan in sya Allah  tidak akan terulang -ulang apalagi melambungnya setiap kasus seperti pedofilia, perzinahan, LGBT, kekerasan maupun pelecehan seksual seperti yang terjadi saat ini.  Contoh bagi wanita maupun pria yang apabila sudah baliq tidak menutup auratnya dengan benar maka masyarakat akan melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar. Sedangkan negara dengan dipimpin khalifah sebagai perisai umat (junnah) akan memberikan sanksi kepada para pelakunya. Inilah keindahan islam sebagai sebuah agama rahmatan lil alamin yang mampu mewujudkan kehidupan yang aman, harmonis dan nyaman. Wallahu'alam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update