Krisis pangan yang melanda dunia saat ini menambah deretan kasus yang tak pernah terselesaikan. Hal ini mengakibatkan angka kelaparan meningkat dan semakin menjadi.
Suriah merupakan salah satu negeri dengan tingkat kelaparan yang cukup tinggi. Jutaan rakyat Suriah mengalami kelaparan. Disebabkan kegagalan pemerintah mengatasi krisis roti yang ditimbulkannya," ujar Sara Kayyali, peneliti Suriah di Human Rights Watch. (Ahad 30/05/2021).
Hingga Februari 2021, Program Pangan Dunia, setidaknya 12,4 juta warga dari 16 juta warga Suriah mengalami kerawanan pangan. Jumlah ini bertambah 3,1 juta dari tahun lalu. World Food Programme (WFP) keluarga Suriah sudah membatasi jumlah makanan harian sekitar 46 persen. (Ahad 30/05/2021).
Dilansir dari Republika CO. ID, Jakarta. Bahwa kasus kekurangan pangan di Suriah meningkat selama satu dekade. Akibat dari konflik senjata yang berkepanjangan. (30/05/2021).
Jika kita selisik konflik senjata dalam negeri yang berkepanjangan inilah yang menyebabkan berkurangnya lahan pertanian serta banyaknya toko roti yang tidak beroperasional oleh karena bangunannya telah rusak.
Sebelumnya Suriah mampu memproduksi gandum dalam negeri untuk mencukupi kebutuhan konsumsi roti bagi warganya. Namun konflik dalam negeri yang terus menerus dan tak kunjung usai akhirnya warga jualah yang menanggung derita kelaparan karena pasokan bahan makanan menjadi berkurang.
Roti menjadi pilihan utama dan dijadikan sebagai
makanan pokok warga Suriah. Namun perang yang berkepanjangan membuat produksi gandum semakin menipis akibat sedikitnya lahan pertanian.
Dipicu oleh banyaknya warga yang beralih menjadikan roti sebagai makanan pokok. Seperti halnya seorang pria dari kota zabadani ( Suriah) mengatakan keluarganya yang beranggotakan empat orang telah beralih makanan yang awalnya keju dan daging kini hanya makan secuil roti sejak awal tahun 2020. Roti tersebut Ia celupkan kedalam teh agar tampak lebih besar. kata orang tersebut, dalam keterangan pers Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diterima, Ahad (30/05/2021).
Disinyalir adanya kebijakan pendistribusian roti yang diskriminatif serta kebijakan pembatasan jumlah roti yang bersubsidi tentunya menambah panjang kasus kelaparan, karena roti tersebut tidak mencukupi untuk semua warga Suriah. Ditambah dengan naiknya harga roti mempersulit warga mendapatkannya.
Tentunys Bukan sekedar konflik saja atas perkara kelaparan yang terjadi di Suriah. Digadang adanya kesenjangan ekonomi, perseteruan politik dari berbagai elemen serta depresiasi mata uang Suriah yang parah, juga memengaruhi daya beli warga. Ditambah abainya penguasa dalam meriayah warganya.
Tak ayal lagi warga pun turun tangan sendiri untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dalam hal makanan.
Islam Solusi Atasi Kelaparan
Islam adalah agama yang paripurna yang didalamnya terdapat berbagai macam solusi komprehensif dari setiap problematika kehidupan.
Allah berfirman : "Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Maidah: 3).
Seorang pemimpin dalam Islam bertanggung jawab penuh terhadap rakyatnya menjalankan amanah berdasarkan keimanan kepada Allah dan Senantiasa mencari ridha Allah semata. Seorang pemimpin dalam Islam menghadirkan rasa takut atas apa yang dipimpinnya karena kelak akan diminta pertanggung jawaban diahirat dalam melayani urusan rakyatnya.
Ditegaskan juga dalam sabda Rasulullah SAW “Imam (Khalifah) raa’in (pengurus hajat hidup rakyat) dan dia bertanggung jawab terhadap rakyatnya.” (HR Muslim dan Ahmad).
Islam mempunyai solusi tuntas atas ketahanan pangan ( kelaparan). Solusi tanpa penceritaan apalagi solusi tambal sulam. Solusi tersebut hanya dapat diterapkan dengan penerapan Islam Kaffah dibawah naungan seorang Khalifah. Syariat ditegakkan niscaya keberkahan dapat dirasakan seisi bumi.
Seperti halnya pada masa Khalifah Umar bin Khattab ' kehormatan rakyat Ia jaga sepenuhnya bahkan dengan orang yang tidak dikenal sekalipun. Ia menganggap dirinya paling buruk ketika menjabat sebagai kepala negara apabila Ia merasa kenyang sementara rakyatnya kelaparan . Itulah sosok Amirul Mukminin 'Umar bin Khathab radhiyaLlahu'anhu'.
Wallahu'alambisshawab.

No comments:
Post a Comment