Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Solusi tuntas konflik Palestina- Israel

Saturday, May 22, 2021 | Saturday, May 22, 2021 WIB Last Updated 2021-05-22T11:52:48Z

By : Nama : Dewi Sulastini
Manggahang Baleendah Kab Bandung

 DK PBB akan rapat darurat hari ini untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina terkini yang telah menewaskan lebih dari 220 orang, mayoritas adalah warga Palestina.

Meski ada seruan untuk diakhirinya kekerasan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin malam (17/5/2021) berkata, Israel akan terus menyerang target yang mereka sebut teroris.

Serangan udara Israel menggempur Gaza sejak 10 Mei setelah Hamas yang berkuasa di sana menembakkan serentetan roket, menyusul bentrok Israel Palestina di Yerusalem timur.

Serangan udara Israel di Gaza telah menewaskan 213 warga Palestina termasuk 61 anak-anak, dan melukai lebih dari 1.400 orang di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas.

Dalam berita Gaza Palestina terbaru, Hamas sudah menembakkan sekitar 3.350 roket ke Israel yang menewaskan 10 orang termasuk 1 anak, kata otoritas Israel.

Palestina adalah Tanah Wakaf Umat Islam
Istilah tanah wakaf pertama kali diucapkan oleh Amirul-mukminin Umar bin Al-Khattab radhiallahu anhu, tatkala beliau datang ke negeri itu untuk menerima penyerahan kunci Baitul Maqdis dari pemimpin tertinggi umat kristiani sedunia.

Keistimewaan yang dimiliki tanah wakaf ini adalah tanahnya telah disucikan oleh Allah, dipenuhi keberkahan dari Allah dan juga merupakan Wathanul Anbiya (negeri para Nabi). Hal ini diabadikan dalam Al-Quran pada firman Allah:
وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطاً إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ
“Dan kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Lut ke sebuah negeri yang telah kami berkahi untuk seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 71)

Di sana ada Masjid Al-Aqsa
kiblat pertama umat Islam bersumber dari Palestina. Tepatnya di Masjid Al-Aqsa yang memiliki sejarah penting bagi umat Islam. Masjid ini menjadi kiblat selama 14 atau 17 bulan setelah hijrahnya umat Islam ke Madinah pada tahun 624 M. Barulah kemudian turun ayat yang memerintahkan perpindahan kiblat umat Islam dari masjid Al-Aqsa menjadi Ka’bah di Makkah, yang menjadi kiblat umat Islam hingga saat ini.

Masjid Al Aqsha adalah tempat bersejarah, singgahnya Rasulullah Muhammad dalam perjalanan Isra’ dan Mi’raj, sebagaimana diabadikan dalam Al-Quran.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya : “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkantanda-tanda kekuasaan Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat.“ (Q.S. Al-Isra [17] : 1).
| UPAYA Zionis-Israel untuk menghancurkan Masjidil Aqsha sudah lama diketahui dunia. Keinginan mereka untuk membangun kembali Haikal Sulaiman (The Solomon Temple), di atas reruntuhan Masjidil Aqsha juga telah menjadi rahasia umum. Bagi kaum Zionis, Haikal Sulaiman merupakan pusat dari dunia. Bukan Makkah, bukan pula Vatikan. Haikal Sulaiman lah pusat seluruh kepercayaan dan pemerintahan segala bangsa.

Sejak menjajah Yerusalem di tahun 1967, kaum Zionis selalu berupaya merusak Masjidil Aqsha. Tahun 1969 sekelompok Yahudi fanatik berupaya membakar Masjid ini. Mereka juga terus melakukan penggalian di bawah tanah Masjidil Aqsha dengan alasan tengah melakukan riset arkeologis.

Belum cukup dengan itu, di dalam terowongan-terowongan yang digali, mereka juga mengalirkan air dalam jumlah besar dengan tujuan menggoyahkan kekuatan tanah di bawah masjid agar pondasi masjid menjadi rapuh. Akibatnya sekarang ini banyak pondasi masjid yang sudah rapuh dan jika ada gempa bumi sedikit saja maka bukan mustahil Masjidil Aqsha bisa runtuh. Sekarang, tentara Zionis sudah secara terang-terangan hendak menghancurkan Masjidil Aqsha bahkan kini telah memasuki tahap finishing! Saat ini Al-Quds dikelilingi 32 wilayah permukiman Zionis yang dihuni 280.000 warga Zionis. 12 diantaranya adalah anggota Dewan Knesset Israel.

Terakhir Zionis melarang kumandang adzan Subuh di Kota Al-Quds dengan alasan mengganggu warga permukiman Zionis. Bahkan Zionis kini berani menyakiti, menyerang bahkan membunuh warga Palestina yang memasuki wilayah Masjid Al-Aqsa untuk mendirikan shalat di sana.

Ada Darah Kaum Muslimin yang Tertumpah
Keinginan kuat Israel untuk menguasai Palestina 100% membuat mereka melakukan penyerangan dan agresi yang terus menerus ke Palestina. Akibatnya, Palestina yang awal mulanya damai dan rakyatnya hidup makmur berkat kesuburan tanahnya menjadi porak poranda. Kehancuran di mana-mana, korban-korban berjatuhan, letusan dan desingan peluru menjadi pemandangan harian.

PBB dibuat tidak berdaya, meskipun telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata, namun Israel hanya memandang sebelah mata seruan tersebut. Israel justru semakin meningkatkan serangannya ke wilayah Gaza dan Tepi Barat. Jelas ini bukti konkret bahwasanya PBB tidak memiliki daya di hadapan Israel.
Tangisan dan rintihan rakyat Palestina menjadi tontonan yang menghibur di layar TV bagi sebagian warga Israel. Pemerintah Israel memang sengaja menyiarkan secara langsung penyerangan tersebut. Mereka ingin melihatkan kepada dunia kegagahan tentara Israel dalam menyerang warga Palestina yang kini tak berdaya. Mereka bahkan tidak segan-segan menyerang wanita dan anak-anak. Sungguh kegagahan yang sangat nista!

Pemerintah Amerika Serikat adalah pihak terkuat yang berdiri di belakang Israel. Mereka mendukung penuh setiap tindakan agressor Israel terhadap Palestina baik berupa penguasaan wilayah, pemasokan senjata, pembangunan pemukiman Yahudi, pengusiran warga Palestina dari tanah dan rumah-rumah mereka, sampai kepada tindakan yang tidak berperikemanusiaan yaitu pembunahan terhadap masyarakat sipil Palestina.

Lihatlah, begitu besar dukungan dari pihak Israel, sedangkan bagaimana dengan dukungan dari pihak Palestina yang merupakan bagian dari kaum Muslimin ?
Orang-orang yang beriman itu ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, yang lain ikut merasakan sakit.

Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam.” (Shahih Muslim No.4685).

Kini bagian dari tubuh umat Islam sedang sakit. Saudara kita di Palestina tengah berjuang mengorbankan harta dan jiwa mereka demi mempertahankan tanah milik umat Islam. Jadi membela Palestina dan Masjidil Aqsha bukan urusan kemanusian, ini urusan keimananan. Lantas bagaimana sikap kita sebagai saudara seiman?

Apakah hanya berdiam diri atau mungkin menutup mata melihat kondisi tersebut ?
Pertanggung jawaban seperti apa yang akan kita berikan dihadapan Allah kelak ?
Ketahuilah, kelak di akhirat Allah akan bertanya kepada kita. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِيْنَ

عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.” (QS. Al-Hijr: 92-93)
Cukuplah ini menjadi peringatan, bahwasanya Palestina harus mendapatkan dukungan 100% dari kaum Muslimin di seluruh dunia. Bangunlah dari tidur panjang dan sikap acuh kita terhadap apa yang menimpa Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha saat ini.

Solusi Hakiki
Solusi hakiki untuk masalah Palestina haruslah bersandar pada syariah. Masalah Palestina adalah masalah Islam dan seluruh kaum Muslim. Pasalnya, Tanah Palestina adalah tanah kharajiyah milik kaum Muslim di seluruh dunia. Statusnya tetap seperti itu sampai Hari Kiamat. Tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkan tanah kharajiyah kepada pihak lain, apalagi kepada perampok dan penjajah seperti Israel. Sikap semestinya haruslah seperti yang ditunjukkan oleh Sultan Abdul Hamid II yang menolak sama sekali segala bentuk penyerahan Tanah Palestina kepada kaum kafir meskipun hanya sejengkal.

Karena itu sikap seharusnya terhadap Israel yang telah merampas Tanah Palestina adalah sebagaimana yang telah Allah SWT perintahkan, yakni perangi dan usir! Demikian sebagaimana firman-Nya:
﴿قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ﴾
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum Mukmin (TQS at-Taubah [9]: 14).

Karena itu penyelesaian tuntas masalah Palestina tidak lain adalah dengan mewujudkan kekuasaan Islam yang berlandaskan akidah dan syariah Islam. Itulah Khilafah Islam yang mengikuti manhaj kenabian. Khilafahlah, sebagai satu-satunya pelindung umat yang hakiki, yang bakal melancarkan jihad terhadap siapa saja yang memusuhi Islam dan kaum Muslim. Tentu dengan kekuatan jihad pula Khilafah akan sanggup mengusir Israel dari Tanah Palestina.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update