Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gelombang Islamifikasi Inggris Indikasi Kebangkitan Islam

Tuesday, March 09, 2021 | Tuesday, March 09, 2021 WIB Last Updated 2021-03-09T03:39:18Z

Oleh: Erni Yuwana (Aktivis Muslimah) 

Peradaban dunia berjalan melanggar fitrah manusia, bergerak hanya sekedar demi kepuasan ragawi. Tercipta manusia-manusia penghambah harta tanpa hati nurani. Lingkaran setan mulai berkelindan. Masalah hidup terus merajai dunia, hidup terasa hitam pekat dan berjelaga.

Tujuan manusia hanya satu, yakni mencoba meraup rasa bahagia. Manusia berusaha berlomba-lomba memenuhi pemuasan kebutuhan hawa nafsu agar dapat menegak arti bahagia. Namun, alih-alih mendapatkan kebahagiaan, ternyata justru mendapati masalah yang berkelindan dan tak mendapati kedamaian hati. Berbagai kemaksiatan hadir dan terasa lumrah di tengah masyarakat. Perzinahan menjadi hal yang biasa. Khamr dan narkoba kini dianggap sekadar obat penenang dan pelarian jiwa. Perjudian, pencurian dan penipuan adalah cara lumrah memperoleh harta. Imoralitas dan konsumerisme menjadi gaya hidup kekinian. 

Di tengah gelapnya zaman dan semakin karamnya kemuliaan, nurani pun terketuk. Rasa muak terhadap cara hidup kemaksiatan membawa manusia kepada jalan Islam. Masyarakat di negara-negara 'barat' berlomba-lomba masuk ke dalam agama Rasulullah Muhammad SAW. Termasuk di negara Inggris. Jumlah mualaf di Inggris terus bertambah. Hingga tahun 2010, tercatat sebanyak 100 ribu Muslim baru di negeri itu. Angka ini meningkat dua kali lipat dari satu dasawarsa lalu.

Dari segi gender, kebanyakan mualaf adalah perempuan kulit putih usia 20-30 tahunan. Mereka umumnya mengaku muak dengan imoralitas dan konsumerisme Inggris. Disebut-sebut telah terjadi gelombang “Islamifikasi” di Inggris. Namun, selain mengaku muak dengan imoralitas dan konsumerisme, beberapa beralasan bahwa Islam lebih kompatibel bagi Inggris. Sekitar 5.200 pria dan wanita telah mengadopsi Islam selama 12 bulan terakhir, termasuk 1.400 di London. Hampir dua pertiga adalah perempuan.

Survei yang dilakukan oleh Kevin Brice dari Universitas Swansea, menyebut budaya Inggris tengah bergerak ke aspek negatif. Masyarakat Inggris diidentifikasi sebagai penyuka alkohol dan mabuk-mabukan,  kurangnya moralitas, dan permisif dalam soal seks serta memiliki konsumerisme yang tidak terkendali. 

Sembilan dari sepuluh mualaf wanita mengatakan mereka mengubah gaya berpakaiannya. Lebih dari setengahnya mulai mengenakan jilbab dan bahkan 5 persen telah memakai burka.
Bahkan saudara ipar mantan perdana menteri Tony Blair pun menarik perhatian khayalak luas ketika ia mengumumkan bahwa ia telah masuk Islam.

Ternyata Rabb Allah SWT maha besar sekaligus menunjukkan sifat ar rahman dan ar rahimNya. Allah tidak pernah abai atau meninggalkan dunia yang terpuruk dalam kegelapan dan kemaksiatan. Allah membuka jiwa-jiwa yang rindu akan seperangkat aturan Islam yang mulia. Aturan yang menjadi wahyu dan solusi hidup alam semesta. Di dalam al-quran tersebut dijelaskan secara rinci sebab-sebab perbaikan dan kemuliaan. Aturan yang mengubah masa jahiliyah yang gelap gulita menjadi tempat paling bercahaya. 

Adalah masa kenabian, masa yang mengubah setiap jengkal aturan manusia yang hina menjadi aturan Rabb yang mulia. Syariat islam ditegakkan tinggi mengangkasa. Hukum Allah melangit indah. Tercipta kedamaian, kesejahteraan, ketenangan, keadilan hingga diluar nalar manusia. Peradaban emas tersebut tercipta semata-mata karena tercipta tiga pilar penyambung nafas dunia. 

Pilar pertama penyambung nafas dunia adalah keimanan dan ketakwaan individu. Dengan keimanan dan ketakwaan individu, derajat manusia begitu tinggi, hingga berada di atas derajat malaikat. Tercipta generasi beradab mulia dan berakhlak langit. Terbentuk generasi-generasi yang mengenal Allah, pencipta dan pengatur alam semesta. Mereka bersandar dan berserah diri sepenuh jiwa. Mengharap satu tujuan yakni hanya meraih ridho-Nya. Ketakutan hanya ditujukan kepada-Nya. Hingga langit pun memberkatinya. 

Pilar kedua penyambung nafas dunia adalah tercipta masyarakat yang bertakwa. Benar, tak semua individu bisa taat abadi selamanya. Setan berusaha menggoda dan memasukkannya ke neraka. Dengan adanya masyarakat bertakwa, tercipta kontrol masyarakat pencegah salah. Masyarakat islam tahu benar tugasnya untuk amar ma'ruf nahi mungkar dengan segala cara. Tak ada hasrat untuk membiarkan kemaksiatan di depan mata. Karena masyarakat yang bertakwa menginginkan ketaatan hadir di seluruh jiwa manusia. 

Pilar ketiga penyambung nafas dunia adalah tercipta negara Islam kaffah (Khilafah). Negara yang menerapkan tata aturan langit seluruhnya. Hanya hukum Allah yang berhak tegak di dunia. Jika ketakwaan individu goyah dan masyarakat Islam pun luput pada pengawasan tindak kemaksiatan, maka negara lah yang akan menuntaskannya. Negara akan menerapkan aturan adil sekaligus sanksi bijaksana. Sanksi dalam islam bersifat tegas dengan bertujuan sebagai jawabir (penebus dosa) dan jawazir (pencegah). 

Sungguh, peradaban manusia telah bergerak pada peradaban islam. Adanya fakta banyaknya mualaf di negara 'Barat' membuktikan bahwa manusia menginginkan kehidupan Islam. Di mana individu-individu dibina sesuai fitrah manusia, lewat pendidikan kepribadian islam yang mulia. Para masyarakat pun merindukan mendapatkan penghidupan layak, adil dan bahagia penuh berkah. Hingga merindukan kehadiran negeri baldatun thayibah bernama khilafah ala minhajin nubuwah, negara yang menjamin terpenuhinya kebahagiaan sejati dan kedamaian jiwa bersama diterapkannya aturan Ilahi Pencipta alam semesta beserta isinya.Wallahu'alam bi shawab. 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update