Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merespon wacana pelajaran sejarah tidak masuk kurikulum wajib bagi siswa SMA dan sederajat.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno menegaskan bahwa kabar pelajaran sejarah akan keluar dari kurikulum tidak benar.
"Kemendikbud mengutamakan sejarah sebagai bagian penting dari keragaman dan kemajemukan serta perjalanan hidup bangsa Indonesia, pada saat ini dan yang akan datang," kata Totok dalam keterangan resmi yang diterima CNN Indonesia pada Sabtu (19/9).
Sejarah pada dasarnya merupakan sumber inspirasi dan aspirasi untuk generasi baru dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan menggali nilai-nilai yang tercermin pada peristiwa di masa lampau, maka nilai-nilai itu bisa dijadikan sumber inspirasi dan aspirasi generasi muda dalam mengembangkan sikap untuk membangun bangsa dan negara.
Dengan mempelajari sejarah sama dengan mengenal diri sendiri. Sebaliknya, melupakan sejarah sama dengan orang yang menderita hilang ingatan.
Ketika sejarah dihilangkan dalam kehidupan maka akan terjadi kesalahpahaman manusia terhadap masa lalu, terjadinya perselisihan dalam berpendapat dan juga dapat menjadikan generasi muda saat ini krisis dalam pengetahuan sejarah Islam, bahkan negeri-negeri pun dapat bobrok dalam kejayaannya.
Padahal secara garis besar, Al-quran memuat tiga hal yaitu akidah, syari’ah ( ‘ibadah dan mu’amalah ), akhlaq, kisah-kisah lampau (sejarah), berita-berita yang akan datang dan pengetahuan-pengetahuan Ilahi penting lainnya. Dari keseluruhan ayat Al Qur'an, maka ada 35 surat yang memuat kisah sejarah, jumlah ayatnya lebih kurang 1600 ayat dari keseluruhan ayat Al Quran yang berjumlah 6342 ayat.
Allah mengisyaratkan pentingnya belajar sejarah dalam firman-Nya QS. Al-Fatihah: 6-7
Dalam ayat ini Allah memerintahkan umat manusia untuk meneladani jalan lurus yang ditempuh oleh orang-orang yang mendapat nikmat, dan menghindari kesesatan orang-orang yang dimurkai Allah. Untuk merealisasikan hal tersebut, kita harus mencari tahu sejarah keberhasilan umat yang selamat. Begitu juga, kita harus mengetahui dan mengkaji sebab-sebab kesesatan dan kebinasaan umat yang celaka mendapat murka-Nya. Itulah pentingnya belajar sejarah.
Maka dari itu, ketika sejarah dijadikan sebagai prioritas dalam kehidupan maka kejayaan negri di dunia ini akan terwujud. Semua kemaslahatan itu hanya akan terwujud jika sistem Islam diterapkan secara kaffah dalam semua sisi kehidupan dengan naungan Daulah Khilafah. Wallahu' a'lam bishawab

No comments:
Post a Comment