Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Membangun Indonesia Agar Islam Atau Harus Menjadi Negara Islam?

Sunday, October 04, 2020 | Sunday, October 04, 2020 WIB


Oleh : Hayunila Nuris S.Kom

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Pak mahfud MD, mengajak Indonesia untuk membangun Indonesia sebagai Negara Islami, beliau mengatakan "Mari membangun Indonesia sebagai negara Islami. Bukan negara Islam, agar semua umat Islam di Indonesia dapat berkontribusi, masuk dari berbagai pintu. Jangan ekslusif," kata Mahfud dalam keterangan tertulisnya.

Negara Islami sistem sekuler
Jika Kita melihat pernyataan beliau mungkin Kita berpikir Akan cocok dengan kondisi Indonesia dengan berbagai Suku Dan agama didalamnya. Namun, Kita harus mempertimbang Kan lagi sebagai seorang Muslim Akan sulit untuk menjaga keimanan,ketaqwaan individu Dan kontrol masyarakat jika Kita masih hidup Di sistem buatan manusia.

Dengan begitu, Pernyataan beliau terhadap membangun Indonesia agar Islami, tidak bisa diterapkan. Pasalnya, Negara Islami adalah Negara Yang memisahkan agama dengan kehidupan yaitu sekulerisme. Alih-alih menjadikan Negara Islami Yang terjadi adalah Negara Yang Terlihat Islami. Negara Yang dibungkus rapi dengan kata "Islami" tetapi  Faktanya jauh Dari aturan islam. Sehingga, manusia Akan mengadopsi hukum2 Islam sesuai keinginan Dan dorongan hawa nafsu belaka , contohnya manusia Akan mengambil Ibadah mahdoh saja tetapi tidak mengambil aturan Tata kehidupan lainnya, seperti sistem ekonomi,pendidikan,kesehatan,Tata pergaulan,sistem sanksi dll yang semua sudah diatur didalam Islam. 

Contoh kecil Yang sering Kita lihat Dan dengar adalah ketika Ibadah Ramadhan sudah tiba, banyak kaum muslimah menutup aurat,tak heran bahkan iklan-iklan d siaran TV mendadak Islami. Bersilahturahmi,bersedekah,Gak boleh ghibah,menutup aurat,mengerjakan Sholat sunnah, tetapi setelah Bulan Ramadhan berakhir. Semua kembali tidak Islami, wanita muslimah membuka auratnya kembali,ghibah dimana-dimana,sedekah jarang,Dan Sholat sunnah pun jarang. Bahkan siaran-siaran d TV,kembali mempertontonkan siaran Yang tidak mendidik Dan jauh Dari Islami.

Inilah potret kehidupan kapitalis-sekuler Yang jika Kita adopsi Akan membuat Kita mengambil sebahagian aturan Allah Dan meninggalkan aturan Allah Yang lainnya.

Padahal Allah katakan,“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208)

Maka Dari itu, mendukung Indonesia menjadi Negara Islami tidak cukup jika kita tidak menerapkan syariat Islam Dalam kehidupan. Sedangkan syariat Islam tidak Akan terwujud didalam Negara Islam yakni khilafah ala manhaj nubuwwah.

Bagaimana nash-nash syariat menjelaskan?
Islam adalah agama Yang sempurna ,agama terakhir Dari Allah Yang dibawa Oleh rasulullah saw untuk seluruh umat. Islam hadir untuk menjadikan rahmat bagi seluruh alam. Pedoman umat Islam tentunya berasal Dari Al-Qur'an,As-sunnah,Ijma,qiyas.

Jika begitu,tidak masalah jika Negara Indonesia menjadi Negara Islam. Karena pada dasarnya Islam hadir ditengah-tengah umat untuk mempersatukan suku,bangsa,agama,warna kulit dll. 

Q.S. Al-Hujurat [49]: 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ.

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti


Allah juga mengatakan bahwa Islam hadir membawa kedamaian, maka jika Ada framing jahat tentang mendirikan Negara Islam tidak bagus untuk diterapkan Di Negara manapun termaksud Indonesia itu tidaklah benar. Karena Islam sangat menghargai perbedaan dan kedamaian,Islam menyatukan Dan tidak suka terpecah belah. 
Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

Ibnu Jarir Ath Thabari berkata tentang tafsir ayat ini: Allah Ta’ala menghendaki dengan ayat ini, Dan berpeganglah kamu semuanya kepada agama Allah yang telah Dia perintahkan, dan (berpeganglah kamu semuanya) kepada janjiNya yang Dia (Allah) telah mengadakan perjanjian atas  kamu di dalam kitabNya, yang berupa persatuan dan kesepakatan di atas kalimat yang haq dan berserah diri terhadap perintah Allah. [Jami’ul Bayan 4/30.]

Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata,“Dia (Allah) memerintahkan mereka (umat Islam) untuk berjama’ah dan melarang perpecahan. Dan telah datang banyak hadits, yang (berisi) larangan perpecahan dan perintah persatuan. Mereka dijamin terjaga dari kesalahan manakala mereka bersepakat, sebagaimana tersebut banyak hadits tentang hal itu juga. Dikhawatirkan terjadi perpecahan dan perselisihan atas mereka. Namun hal itu telah terjadi pada umat ini, sehingga mereka berpecah menjadi 73 firqah. Diantaranya  terdapat satu firqah najiyah (yang selamat) menuju surga dan selamat dari siksa neraka. Mereka ialah orang-orang yang berada di atas apa-apa yang ada pada diri Nabi n dan para sahabat beliau.” [Tafsir Al Qur’anil ‘Azhim, surat Ali Imran:103.]

Dan Yang terakhir dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al Asy’ari, dari Nabi, beliau bersabda,

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا ثُمَّ شَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

Seorang mukmin terhadap orang mukmin yang lain seperti satu bangunan, sebagian mereka menguatkan sebagian yang lain, dan beliau menjalin antara jari-jarinya.

Masih banyak lagi ayat Dan hadist menceritakan tentang Indah nya islam. Maka Dari itu, seharusnya Kita tidak takut jika Negara Islam tegak, Karena selama ini Negara Islam digambarkan identik dengan teroris Dan Keras. Itu tidak lah benar, jika Kita melihat sejarah Dan mencari tahu Dalam naungan khilafah minhaj nubuwwah dulu Kala Islam menguasai 1/3 dunia,berjaya selama 13 abad lamanya Dan hampir sedikit terjadi Kasus kriminalitas dll. Bahkan diakhir-akhir runtuhnya Negara Islam Karena Ada orang-orang munafik Yang berpura-pura Islami tetapi ternyata ingin menjatuhkan Islam yaitu Mustafa kemal Atatürk, orang-orang non Muslim merasakan kesedihan Yang mendalam,Karena orang-orang non Muslim merasakan indahnya aturan Islam jika diterapkan. Semoga Dari sini Kita sadar bahwa hanya Negara Islam lah Yang bisa menyelamatkan umat Dari berbagai kemaksiatan,kejahatan,Dan dosa" lainnya. Karena Negara Akan melindungi harta Dan jiwa masyarakat sesuai syariat islam. Wallahu a'lam bi showab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update