Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Guru Sejahtera dalam Naungan Islam

Wednesday, July 29, 2020 | Wednesday, July 29, 2020 WIB Last Updated 2020-07-29T15:14:15Z
Oleh: Ayu Susanti, S.Pd

Guru, adalah sosok mulia yang hadir di tengah-tengah kita sebagai penunjuk jalan ilmu. Guru pun sebagai pelita yang bisa menerangi dengan ilmu yang dimilikinya. Dengan jasanya, kita bisa menjadi apapun yang kita mau. Hanya saja saat ini guru mungkin sedang bersedih. Mengapa tidak? Dengan adanya kebijakan pemotongan tunjangan guru di tengah pandemi membuat protes guru-guru.

Ikatan Guru Indonesia (IGI) memprotes langkah pemerintah yang memotong  tentang Perubahan Postur dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020. Dalam lampiran Perpres Perubahan Postur dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020, tunjangan guru setidaknya dipotong pada tiga komponen yakni tunjangan profesi guru PNS daerah dari yang semula Rp53,8 triliun menjadi Rp50,8 triliun, kemudian penghasilan guru PNS daerah dipotong dari semula Rp698,3 triliun menjadi Rp454,2 triliun. Kemudian pemotongan dilakukan terhadap tunjangan khusus guru PNS daerah di daerah khusus, dari semula Rp2,06 triliun menjadi Rp1,98 triliun. (mediaindonesia.com, 20/04/2020).
Di tengah pandemi saat ini banyak sekali yang merasakan dampak dari corona, salah satunya guru. Tak sedikit memang guru yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Terutama dalam masalah kesejahteraan. Tak sedikit juga kisah pilu yang bisa kita saksikan nasib guru yang menyayat hati. Padahal, jasanya tak bisa terhitung saat mendidik generasi bangsa. 
Pandemi corona semakin membukakan mata kita semua bahwa aturan buatan manusia memang tidak bisa menyelesaikan permasalahan. Justru malah semakin menambah masalah. Pandemi corona yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia khususnya memberikan dampak yang luar biasa, terutama dalam hal ekonomi. Kebijakan-kebijakan yang dilahirkan pun tak mampu untuk membuat masalah yang terdampak corona mereda, malah sebaliknya. 
Begitulah saat kapitalisme-sekulerisme mengatur kehidupan. Tak mampu mengurusi urusan masyarakat dengan tepat. Sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan membuat manusia justru semakin sengsara. Karena manusia serba lemah dan terbatas. Sehingga saat manusia membuat sebuah aturan, maka aturannya pun tak akan jauh beda, akan serba lemah dan terbatas.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41) .
Berbeda halnya dengan Islam. Islam adalah agama yang Allah turunkan untuk mengatur semua kehidupan manusia, dari hal terkecil sampai terbesar. 
Guru dalam Islam begitu istimewa dan mulia. Islam sangat memuliakan ilmu. Sehingga orang-orang yang berprofesi mengajarkan ilmu tentu adalah sosok yang mulia. Perlakuan pada sosok guru ini pun cukup istimewa. Hal ini pernah dicontohkan oleh Umar bin Khattab saat menjadi kepala negara. Khalifah Umar bin Khatthab memberikan gaji pada setiap masing-masing guru sebesar 15 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas). Jika dikalkulasikan, itu artinya gaji guru sekitar Rp 30.000.000. Tentunya ini tidak memandang status guru tersebut PNS atau pun honorer. Apalagi bersertifikasi atau tidak, yang pasti profesinya guru. (siedoo.com). Sangat fantastis memang. Sehingga kesejahteraan guru bisa diberikan dengan layak. 
Biaya gaji dan tunjangan guru didapat darimana? Tentu saat Islam mengatur kehidupan manusia, biaya Pendidikan termasuk gaji guru didapat dari SDA yang melimpah dari suatu wilayah. SDA milik ummat tak seharusnya dikuasai oleh asing atau pihak swasta lain. Tapi haruslah dikelolah oleh negara untuk kemaslahatan masyarakat, termasuk dalam pembiayaan Pendidikan rakyat. 
Jika menginginkan guru sejahtera, haruslah menggunakan Islam sebagai pedoman kehidupan. 
Oleh karena itu, kita selaku umat muslim harus berusaha untuk kembali kepada Islam dalam mengatur kehidupan ini. 
Wallahu’alam bi-showab. 
×
Berita Terbaru Update