Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bahaya Mengancam Ketika Bioskop Dibuka

Monday, July 20, 2020 | Monday, July 20, 2020 WIB
Oleh: Shinta Dewi
Ibu Rumah Tangga

Akhir-akhir ini rakyat Indonesia merasa resah dengan adanya peningkatan jumlah warga yang positif Covid-19, bahkan memecahkan rekor baru setiap harinya. Keresahan itu wajar kiranya mengingat klaster-klaster baru terus bermunculan, dari mulai klaster SECAPA AD, klaster senam, klaster pasar, klaster lapas, dan klaster hajatan. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan bertambah jika bioskop resmi dibuka tanggal 29 Juli 2020 mendatang.

Wacana dibukanya kembali bioskop-bioskop menimbulkan pro dan kontra, hal ini mendorong beberapa ahli untuk bersuara dalam menyorotinya. Salah satunya dari Ikatan Dokter Indonesia(IDI) dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K), yang mengatakan bahwa bioskop adalah ruangan tertutup yang bisa menjadi salah satu tempat berisiko terjadinya penularan Corona. Menonton selama 2 jam, kalau ada satu orang terinfeksi Corona dan mengeluarkan droplet akan menular ke orang lain. Saat ini risiko penularan virus Corona melalui airbone sangat tinggi, oleh karena itu maka pembukaan bioskop harus ditunda. (detikcom Minggu 12/7/2020).

Fakta yang terjadi pada klaster-klaster baru bahkan akan terus bertambah dengan klaster bioskop atau lainya hingga menuai kritik serta pro kontra di tengah masyarakat, harusnya menjadi pertimbangan dan perhatian pemerintah. Pemerintah dinilai lamban dalam mengeluarkan kebijakan terkait penanganan wabah, bahkan apa yang ditetapkan cenderung  membingungkan rakyat. Semua tindakan yang diambil umumnya mengatasnamakan pemulihan ekonomi bukan memutus rantai pandemi ini, namun nyatanya penyebaran virus Corona  semakin meluas. Anehnya, saat penyebaran masih tidak terkendali, hal ini juga tidak membuat pemerintah membatasi wisatawan Cina ke Indonesia, karena terbukti, pemerintah hanya menutup penerbangan langsung ke Wuhan. Semua dilakukan karena negeri ini tidak mau merugi secara materi hingga mengorbankan rakyat sendiri. Penguasa hanya peduli kepentingan para pemilik modal daripada keselamatan masyarakat.

Dari sini nampak jelas ketidakmampuan negara kapitalis liberal ini dalam menangani masalah dan mengurus rakyatnya. Aturan-aturan yang dikeluarkannya lebih mementingkan para pemilik modal tanpa memperhatikan rakyat kecil. Rakyat dibiarkan berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhannya tanpa memperhatikan bahaya wabah yang mengintai.

Dalam sejarah, wabah penyakit menular pernah terjadi pada masa Rasulullah saw. Untuk mengatasinya, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan karantina atau isolasi terhadap penderita. Rasulullah saw. juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak mendekati wilayah yang sedang terdampak penyakit menular. Sebaliknya, jika sedang berada di tempat yang terkena, mereka dilarang untuk keluar. 

Pada masa Kekhalifahan Umar bin al-Khaththab juga pernah terjadi wabah penyakit menular. Para penguasa muslim pada masa lalu, seperti Rasulullah saw. dan Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. telah mencontohkan bagaimana seharusnya penguasa bertanggung jawab menjaga kesehatan warganya. Terlebih saat terjadi wabah, rakyat butuh perlindungan dan pemenuhan kebutuhan yang optimal dari penguasanya, dan hal ini tidak boleh diabaikan sedikit pun.

Islam adalah agama dan ideologi yang lengkap. Islam mengatur semua hal dan memberikan solusi atas seluruh persoalan, telah lebih dulu dari masyarakat modern membangun ide karantina untuk mengatasi wabah penyakit menular. Rasulullah saw. bersabda: 

"Siapa yang diserahi oleh Allah untuk mengatur urusan kaum muslim, lalu dia tidak mempedulikan kebutuhan dan kepentingan mereka, maka Allah tidak akan mempedulikan kebutuhan dan kepentingannya (pada Hari Kiamat)". (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Oleh karena itu, tugas kita sebagai seorang muslim yang beriman dan bertaqwa agar bisa mewujudkan kepemimpinan Islam untuk mewujudkan kemuliaan Islam di bumi milik Allah Swt. dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah dan sempurna.
Wallahu a'lam bi ash shawwab
×
Berita Terbaru Update