Oleh: Irawati, S. Pd
(Alumni Univ. Negeri Malang)
"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (TQS. Ali Imran : ayat 31)
Kondisi saat ini istimewa karena wabah covid-19 masih belum reda sehingga kita harus bersabar dan melakukan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin. Hal itu mengingatkan kita tentang kesabaran dan keistiqomahan seorang muslim utamanya ketika menjalankan puasa Ramadhan. Itulah alasan yang menjadikan manusia untuk terus menjaga diri dan keluarganya mendekat dengan surga dan jauh dari api neraka melalui kesabaran dan keistiqomahan yang telah teruji di bulan Ramadhan.
Ketika bulan Ramadhan yang makin jauh meninggalkan kita dan waktu terus berjalan menuju bulan-bulan berikutnya, disinilah nampak bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang istiqomah dalam ketakwaan. Tidak hanya saat Ramadhan tetapi di sepanjang waktu dalam kehidupan yang dilaluinya. Seringkali keistiqomahan dalam ketakwaan sulit dijaga baik itu dilakukan oleh individu secara mandiri maupun sekelompok orang. Meski itu wajar terjadi, tetapi suri tauladan terbaik kita Rosulullah Muhammad saw. mencontohkan kepada umatnya untuk berpegang pada syariat yang dibawanya dan berupaya Istiqomah dalam ketaqwaan.
Umat Rabbani Menjaga Ketaqwaan, Kesabaran, dan Keistiqomahan
Seorang muslim sudah seharusnya meyakini bahwa dirinya adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Makhluk yang lemah dan tidak berdaya dihadapanNya. Karenanya, manusia senantiasa diingatkan untuk mendekat kepada Allah SWT. Hal itu juga dapat diketahui dari peringatan Allah SWT. kepada hambaNya melalui beragam peristiwa musibah, kebahagiaan, dan lainnya.
Semakin dekat dengan Allah SWT. maka semakin akan dimudahkan pula olehNya menjadi umat Rabbani. Umat yang taqwa, yakin dengan segala perintahNya dan menjauhi larangannya. Apa saja perintahNya dan apa pula laranganNya semua sudah tertuang dalam Al Qur'an.Taqwa termasuk prestasi paling tinggi yang dicapai oleh seorang mukmin atas ketaatannya kepada Allah SWT. Allah Swt berfirman, "Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu". (QS Al-Hujurat:13).
Mulianya menjadi umat Rabbani menjadi dorongan istimewa bagi kita yang masih diberi kesempatan hidup oleh Allah SWT. Karena itu hendaknya kita berupaya untuk menjaga ketaqwaan menjadi umat Rabbani yang dirindukan surgaNya. Berikut kiat untuk menjaga ketaqwaan kita diantaranya: a. mengingat kematian, b. takut kita hanya kepada Allah dan Rasul semata, c. menjalankan dan tunduk pada semua hukum-hukum Allah, dan d. sabar dalam keistiqamahan, sabar menghadapi kemungkaran, sabar menghadapi cobaan.
Adapun untuk kondisi saat ini, maka terus beramal saleh setiap saat meskipun sedikit dalam rangka menjaga ketaqwaan, harus ditopang tiga pilar: a. individu yang takwa; b. kontrol sosial masyarakat yang menjalankan amar makruf nahi mungkar; c.negara yang memastikan penerapan hukum Allah SWT secara menyeluruh layaknya para Khalifah di masa Khulafaur Rasyidin.
Ketaqwaan membutuhkan keistiqomahan, artinya kita berupaya sungguh-sungguh dan telaten melakukan kiat menjaga ketaqwaan dengan terus-menerus secara berkelanjutan. Secara pahala memang ada perbedaan antara keistiqomahan di bulan Ramadhan dengan 11 bulan lainnya karena di Bulan Ramadhan semua amal saleh dilipatgandakan. Adapun secara jawil imani (suasana keimanan), Ramadhan lebih kondusif sehingga kita pun tersuasanakan. Namun secara kewajiban syariat, istiqomah itu wajib sepanjang hayat dan bisa diwujudkan secara sempurna dengan 3 pilar tadi.
Keistiqomahan memang erat kaitannya dengan sabar. Untuk bisa selalu sabar tak hanya di Bulan Ramadhan diantaranya dengan mengupayakan kiat berikut: membangun taqarub ilallah, banyak mengingat Allah SWT., dzikrullah secara lisan maupun perbuatan, yakni mewujudkan idrak silabillah (kesadaran hubungan dengan Allah, Allah selalu mengawasi kita setiap saat sehingga kita tidak mudah bermaksiat sekecil apapun).
Demikianlah bagaimana umat Rabbani mengupayakan diri menjaga ketaqwaan, sabar dan keistiqomahan terutama di luar Bulan Ramadhan. Umat Rabbani seharusnya mengikuti syariat Allah yang dibawa Rasulullah berupa Alquran berisi hukum-hukum Allah. Ini menjadi kewajiban setiap hamba untuk menerapkannya secara kaffah dalam kehidupan. Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (TQS. Ali Imran : ayat 31)
Semoga kita dimudahkan untuk semakin memperkokoh ketaqwaan, kesabaran, dan keistiqomahan kedepannya sehingga mampu meraih kriteria umat Rabbani.[]

No comments:
Post a Comment