Oleh: Fatimah
Siswi SMP Negeri 1 Rancaekek
Salah satu kebijakan yang disiapkan pemerintah di tengah kondisi new normal di tengah pandemi covid-19 adalah dengan membuka sekolah di wilayah dengan status zona hijau.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan, hanya sekolah di zona hijau yang dapat kembali membuka pengajaran secara tatap muka di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Artinya sekolah tersebut dapat kembali buka untuk menerapkan kegiatan belajar mengajar.
Sementara untuk daerah yang masih berada pada zona kuning, orange, dan merah tetap akan melakukan kegiatan belajar dari rumah.
"Hanya sekolah di zona hijau yang dapat membuka sekolah dengan tatap muka. Tanggal pastinya menunggu pengumuman Mendikbud," ujar Plt Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Hamid Muhammad, Kamis (4/6/2020).
"Jaga jarak, pakai masker, jaga kebersihan, maksimal 15 hingga 18 siswa per kelas," terang Hamid.
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Ainun Na'im mengungkapkan bahwa kegiatan belajar dari rumah (BDR) dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tunturan menuntaskan kurikulum.
di tengah kebijakan pendidikan yang belum pasti ini sejumlah pihak masih menunggu keputusan tegas Mendikbud.
Kebijakan terkait mengakhiri BDR di tahun ajaran baru sudah dilontarkan oleh Kemindkbud, namun kemudian dirinci dengan persyaratan mengikuti protokol kesehatan sosial distancing. Ini justru membuat orang orang dalam pendidikan bingung dan ragu apa sebenarnya langkah yang semestinya diambil dalam menyikapi kebijakan tersebut. Setiap daerah pun mengambil keputusan yang berbeda beda.
Jika Mendikbud tidak segera mengambil sikap tegas, maka daerah pasti akan memilih jalan masing masing. Tentu saja, guru dan siswa pun dilema, bagaimana melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi.
Jika keputusan pembukaan sekolah ini benar-benar terlaksana, apakah Mendikbud bisa memastikan protokol keamanan akan dijalankan oleh para siswa dari semua tingkatan?
Apa yang terjadi di Inggris jangan sampai terjadi di Indonesia, baru hari kemarin membuka sekolah sekolah di tengah pandemi, puluhan siswa dinyatakan positif covid-19, padahal mereka sudah menerapkan protokol kesehatan. Seharusnya pemerintah dapat belajar dari negara lain yang sudah gagal dalam menerapkan kebijakan- kebijakan nya.
Dengan angka kasus covid-19 di Indonesia setiap harinya terus meningkat, seharusnya pemerintah bisa berfikir panjang demi keselamatan umat. Langkah pemerintah dalam membuka sekolah sekolah rasanya belum tepat, secara jika itu semua dilakukan, maka nyawa umat pun dipertaruhkan.
Sikap ini menegaskan bahwa pemerintah tidak punya arah yang jelas tentang target pembelajaran sekolah, juga tidak ada integrasi kebijakan dengan new normal life yang dijalankan, sehingga kesulitan menetapkan secara tegas apakah perlu tetap BDR atau sudah bisa melaksanakan dengan tatap muka.
Kita membutuhkan sistem yang akurat agar semua permasalahan umat dapat terselesaikan hingga akarnya, dan hanya sistem Islam lah yang mampu menyelesaikan seluruh permasalahan umat. Apalagi jika dalam konteks Pendidikan yang merupakan suatu kewajiban bagi semua umat, tentu islam akan memberikan fasilitas yang terbaik bagi umat.
Kita sebagai pengemban dakwah haruslah memahamkan masyarakat bahwa sistem yang sekarang tidaklah efektif. Dengan menerapkan sistem Islam yang kaffah, maka umatpun akan dijamin kesejahteraan nya.
Wallahu’alam Bi Shawwab
No comments:
Post a Comment