Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SOLUSI ISLAM DALAM MENANGANI WABAH

Tuesday, June 16, 2020 | Tuesday, June 16, 2020 WIB
Oleh: Nurul Khotimah
Ibu rumah tangga

Wabah pandemi Covid-19 menyingkap satu fakta yaitu kegagalan sistem kapitalisme di berbagai negeri, termasuk negeri ini dalam memelihara agama, nyawa dan harta manusia. Menurut data per 2 mei 2020 total kasus positif covid 19 mencapai 27.549. Total yang meninggal menjadi 1663 orang. Setiap hari ada penambahan kasus positif corona. Namun pemerintah malah meluncurkan protokol " New Normal" atau situasi normal baru. 

Menurut MENKOBID pembangunan manusia & kebudayaan Muhadjir Effendi, protokol kesehatan yang dibahas adalah upaya mengurangi PSBB yang bertujuan memulihkan produktifitas.(Elshinta.com,20/5/2020). Nampak pemerintah lebih mementingkan aspek ekonomi daripada nyawa manusia. Padahal WHO telah mensyaratkan untuk bisa menerapkan New Normal diantaranya angka kasus baru nol selama 14 hari. Faktanya di Indonesia data kasus baru tiap hari naik, dari 29/5 sampai 2/6/2020 rata-rata kasus positif baru secara nasional.  

Banyak pihak menilai pelonggaran PSBB terlalu terburu buru menyebabkan ledakan gelombang kedua pandemi. Misal flu Spanyol, seperti yang di ungkapkan sejarahwan J. Alexander Navororo dari pusat sejarah kedokteran University of Michigan, AS, (Kompas. id .29/5). Di Prancis, ketika dilakukan New Normal, terjadi ledakan kasus baru dalam sehari. Di Korsel setelah dibuka sehari kemudian ada 79 kasus baru Covid-19 sebanyak 251 sekolah ditutup kembali (BBC.com 29/5). Di Wuhan, setelah dibuka, kembali di ketatkan.

Dalam mengatasi wabah, para penguasa dunia termasuk penguasa negeri ini memilih menerapkan sistem kapitalisme yang lebih mementingkan aspek ekonomi dibandingkan nyawa manusia. Apalagi dalam menjaga dan memelihara agama pemerintah terkesan abai . Banyak masjid ditutup, tidak boleh menyelenggarakan shalat jumat, shalat berjamaah, bahkan di beberapa daerah shalat Idull fitri pun di larang, dengan alasan untuk mencegah penularan Covid-19. Akan tetapi tempat keramaian lain seperti mall, pasar, stasiun tetap dibiarkan normal. Wajar jika pemerintah di tuding cenderung anti Islam. Padahal permasalahan sebenarnya, jika pemerintah dari awal adanya covid 19 segera menerapkan langkah isolasi  dengan luar negeri dan isolasi antar daerah maka covid 19 tidak akan menyebar seperti sekarang ini. Selain penanganan yang kurang sigap, masalah 3T (Test,Treatment,Tracing) untuk mendeteksi covid 19 juga sangat minim.

Saat ini, yang harus di prioritaskan oleh pemerintah adalah bagaimana mengendalikan dan mengatasi pandemi Covid-19. Solusinya tidak lain adalah dengan syariah Islam. Isolasi/karantina adalah tuntunan syariah Islam saat wabah terjadi di suatu wilayah. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
"Jika kalian mendengar wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu, jika terjadi wabah ditempat kalian berada janganlah kalian keluar dari wilayah itu".(HR Bukhari)

Tindakan karantina cukup di lakukan di daerah terjangkit. Daerah yang tidak terjangkit bisa tetap berjalan normal dan tetap produktif. Daerah-daerah produktif ini bisa menopang daerah yang terjangkit baik dalam pemenuhan kebutuhan maupun pananggulangan wabah. Dengan demikian perekonomian secara keseluruhan tidak terdampak.

Selain itu harus di pisahkan antara yang sakit dengan yang tidak sakit. Seperti sabda Rasul "Janganlah kalian mencampurkan orang yang sakit dengan yang sehat." (HR al Bukhari). Untuk menerapkan petunjuk Rasul ini ada 2 hal yang harus dilakukan yaitu jaga jarak antar orang dan harus diketahui siapa yang sakit dan siapa yang sehat. Jaga jarak dilakukan dengan physical distancing, seperti yang diterapkan oleh Amru bin Ash saat menghadapi wabah Tha'un Umwas di Palestina kala iitu dan berhasil. Adapun untuk mengetahui siapa yang sakit dan yang sehat harus dilakukan tes yang akurat secara cepat, masif dan luas. Yang positif dirawat secara gratis ditanggung oleh negara.

Kebijakan seperti ini yang semestinya di jalankan. Dengan syariah Islam wabah mudah diatasi dan dikendalikan tanpa mengganggu syiar Islam dan ibadah kaum muslim. Penerapan syariah Islam juga bertujuan untuk memelihara nyawa manusia. Dalam Islam, menghilangkan satu  nyawa manusia sama dengan membunuh seluruh manusia (QS.Al-Maidah : 22).

Dengan mengikuti petunjuk syariah, nyawa dan kesehatan rakyat tetap terjaga. Agama dan harta (ekonomi) juga terpelihara. Solusi tuntas ini hanya akan bisa diwujudkan bila mana syariat Islam ditegakkan secara sempurna dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyyah.
Wallahu 'alam bi ash shawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update