Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sekolah Masuk Wabah Menumpuk

Thursday, June 04, 2020 | Thursday, June 04, 2020 WIB
Oleh: Umi Hanifah 
(Aktivis Muslimah Peduli Negeri dan Generasi).

Kehidupan belum berjalan dengan normal karena kurva pandemi masih belum landai, ini menjadi momok tersendiri. Korban tiap hari terus bertambah. Hal ini menjadikan keresahan ditengah masyarakat. Apalagi pertengahan juli ada rencana sekolah masuk kembali. Guru dan orangtua merasa ngeri jika anak-anak sekolah lagi.

Rencana pemerintah untuk mengaktifkan kembali sekolah, mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Pasalnya saat ini pandemi COVID-19 masih belum menunjukkan angka penurunan.

Anggota Komisi X DPR, Himmatul Aliyah menyarankan pelaksanaan proses belajar mengajar di rumah masing-masing dipertahankan hingga kurva pandemi COVID-19 sudah benar-benar melandai. Menurut Aliyah, pandemi COVID-19 tidak akan segera berakhir selama penanganannya masih belum seirama antara satu daerah dengan daerah lainnya. Koranseruya.com (29/05/2020).

Penanganan pandemi yang sering berganti menjadikan hasil tidak maksimal. Mulai dari PSBB kemudian wacana new normal life, artinya masyarakat harus hidup berdampingan dengan wabah. Serta tetap memperhatikan protokol kesehatan, social distancing, memakai masker jika beraktifitas diluar rumah dan sebagainya maka sekolah, pusat perbelanjaan, kantor dan sejumlah layanan publik dibuka kembali.

Ketika sekolah dibuka, pihak sekolah harus  menyiapkan protokol kesehatan seperti satu bangku satu siswa, psycal distancing, hand sanitizer disetiap satu ruangan kelas, anak-anak tetap memakai masker selama proses belajar mengajar dan lain sebagainya. Melihat begitu ketatnya aturan agar tidak terdampak, sepertinya tidak semua sekolah mampu menyediakan sarana sesuai standart. Disinilah kekuatiran itu muncul dari berbagai pihak. Sebelum ada wabah siswa terbiasa, berdekatan, bermain bersama saat istirahat, saling bersentuhan, datang dan pulang sekolah berdesakan dan aktifitas lain yang pasti ada kontak fisik satu sama lain. Ditengah wabah apakah ada jaminan siswa tidak bersentuhan satu sama lain, atau tukar masker karena tertarik masker yang lebih bagus?Banyaknya protokol kesehatan menjadikan proses belajar mengajar berjalan tidak maksimal dan justru akan mengakibatkan menumpuknya wabah. 

Wabah masih merambah, pemerintah ternyata tidak fokus dalam menanganinya. Langkah yang harus ditempuh harusnya memfasilitasi tenaga ahli agar segera menemukan vaksin. Tapi ternyata sebaliknya, alasan diambilnya kebijakan new normal adalah ekonomi. Jika masyarakat bekerja dan sekolah dari rumah akan memperlambat laju pendapatan.

Sungguh kebijakan timpang ditunjukan sistem kapitalis yang dianut negeri ini. Keselamatan nyawa rakyat diabaikan, kepentingan para pemodal diutamakan. Kebijakan efektif agar wabah tidak menjalar yaitu lockdown dan kebutuhan rakyat dipenuhi tak ada dalam kamus sistem kapitalis ini. Yang ada hitungan untung rugi, walau harus mengorbankan kehidupan masyarakat. 

Coronavirus menjadi salah satu bukti gagalnya sistem kapitalis dalam menangani masalah manusia. Kebijakan yang diterapkan justru menimbulkan masalah baru. Kehidupan normal jauh dari harapan, yang ada justru keresahan. Dirumah saja tidak ada yang memenuhi kebutuhan, keluar rumah berhadapan dengan ganasnya wabah, ngeri. 

Islam sebagai petunjuk hidup, punya mekanisme efektif dan praktis menangani wabah, yaitu isolasi bagi yang terdampak dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan kebijakan yang tepat seperti itu terbukti wabah tidak menjalar kemana-mana. Wilayah lain yang zona hijau tetap bisa beraktifitas , misalnya sekolah dengan normal tanpa protokol kesehatan sekaligus ekonomi tetap berjalan lancar.

Khalifah selaku pemimpin tertinggi bertindak sungguh-sungguh agar pandemi segera pergi. Sikap amanah menjadikan khalifah bersikap konsisten, ini ditunjukan dengan menyelematkan nyawa dibanding ekonomi segelintir orang. Khalifah yang bervisi akhirat takut akan tanggung jawab yang berat diakhirat jika kebijakannya menzalimi rakyat.

Sebagaimana kebijakan khalifah Umar bin Khathab saat menghadapi wabah. Tak ada keraguan untuk mengisolasi daerah terdampak dengan memenuhi kebutuhan rakyat, terbukti pandemi cepat teratasi dan kehidupan bisa berjalan normal lagi bagi yang terdampak.

Keunggulan sistem lslam ini pernah menjadi peradaban dunia dengan menaungi berbagai suku bangsa, warna kulit, agama selama 13 abad. Kebutuhan rakyat diutamakan, kesehatan dan nyawa termasuk didalamnya. Semua itu menjadikan kehidupan masyarakat tenang tanpa ada keresahan. 

Negeri ini akan bisa berjalan normal kembali jika mau mengambil lslam sebagai solusi. Saat ini ketika kapitalisme dijadikan solusi yang ada wabah menjalar tak terkendali,  kehidupan resah karena tidak adanya kepastian kapan wabah berhenti.
Allahu a’lam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update