Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

ASI Hadiah Istimewa dari Allah

Thursday, June 04, 2020 | Thursday, June 04, 2020 WIB
Oleh : Fathimah Nurul Afifah

Bayi lahir ke dunia dalam kondisi tidak berdaya. Tubuhnya pun belum sesempurna orang dewasa perkembangannya. Ia masih rentan terkena penyakit karena imunitas yang belum matang, serta system pencernaannya pun masih belum bisa bekerja seperti kita. Sebuah anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala bahwa Dia menciptakan ASI yang diproduksi kelenjar susu ibu untuk diberikan kepada bayi. ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Hingga usia enam bulan hanya dengan mengkonsumsi ASI kebutuhan nutrisi bayi sudah terpenuhi.

Menyusui bayi sejatinya bukan sekadar mengejar manfaatnya, tetapi ini merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman yang artinya,
“Dan bagi para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Baqarah : 233).

Menyusui adalah sebuah kewajiban. Salah satu qarinahnya adalah dalil berupa ancaman yang sangat mengerikan bagi ibu yang tidak mau menyusui anaknya tanpa alasan yang syar'i. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda yang artinya,
“Kemudian Malaikat itu mengajakku melanjutkan perjalanan, tiba-tiba aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat itu menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.”

(HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya 7491, Ibnu Khuzaimah 1986, dan Syaikh Muqbil rahimahullah dalam Al-Jami’ush Shahih menyatakan: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.” Hadis ini juga dinilai shahih oleh Imam Al-Albani) [1].

Disamping bahwa menyusui adalah sebuah kewajiban, ASI adalah hadiah istimewa dari Allah subhanahu wa ta’ala bagi ibu dan juga si kecil. Berikut diantara ‘keajaiban’ ASI:
1. ASI mengandung kolostrum
Kolostrum adalah ASI yang keluar pertama kali yang berwarna kekuningan dan kental. Cairan ini banyak mengandung antibodi penghambat pertumbuhan virus dan bakteri, protein, vitamin A dan mineral sehingga sangat penting untuk segera diberikan pada si Kecil ketika ia lahir. Kolostrum memiliki banyak manfaat diantaranya
a. Antibodi yang terkandung di dalam kolostrum sangat penting untuk melindungi si Kecil dari infeksi dan alergi.
b. Sel darah putih pada kolostrum baik untuk melindungi si Kecil terjangkit infeksi.
c. Laksatif atau pencahar berguna untuk membersihkan mekonium.
d. Kandungan vitamin A pada kolostrum akan bantu mencegah berbagai infeksi dan risiko penyakit mata [2]

2. ASI sesuai dengan system pencernaan bayi
Salah satu komponen yang ada di dalam ASI adalah protein. Kandungan protein ASI cukup tinggi dan komposisinya berbeda dengan protein yang terdapat dalam susu sapi. Protein dalam ASI dan susu sapi terdiri dari protein whey dan Casein. Protein dalam ASI lebih banyak terdiri dari protein whey yang lebih mudah diserap oleh usus bayi, sedangkan susu sapi yang merupakan bahan dasar susu formula lebih banyak mengandung protein Casein yang lebih sulit dicerna oleh usus bayi. Jumlah protein Casein yang terdapat dalam ASI hanya 30% dibanding susu sapi yang mengandung protein ini dalam jumlah tinggi (80%). Disamping itu, beta laktoglobulin yaitu fraksi dari protein whey yang banyak terdapat di protein susu sapi tidak terdapat dalam ASI. Beta laktoglobulin ini merupakan jenis protein yang potensial menyebabkan alergi [3].

3. ASI ‘mengajarkan’ bayi kapan waktunya malam dan siang
Bayi yang lahir belum paham akan ritme sirkadian atau kapan waktunya pagi, siang dan malam. Bayi baru lahir juga belum dapat memproduksi hormon melatonin atau hormon pemicu tidur. Nah, ternyata di dalam ASI yang diproduksi ibu saat malam hari mengandung banyak hormon melatonin yang dapat membantu bayi mengembangkan irama sirkadiannya sendiri [4]. 

4. ASI mencegah obesitas
The American Academy of Pediatrics merekomendasikan ASI sebagai salah satu cara untuk mengurangi risiko obesitas pada si Kecil. Para ahli percaya bahwa ASI mempengaruhi kenaikan berat badan si Kecil, karena beberapa hal:
a. Bayi ASI cenderung memiliki pola makan yang lebih baik 
b. Bayi ASI memiliki lebih banyak leptin di sistem tubuhnya, yang merupakan hormon yang mengontrol rasa lapar dan kenyang [5].

Menyusukan ASI, selain bernilai ibadah ASI sangat bermanfaat bagi bayi. Bagaimana ibu-ibu masih ragu untuk menyusui?
Allahu a’lam bish shawwab
Daftar Pustaka
[1] Baits, Ammi Nur. (2013). Hukum Wanita Tidak Menyusui Anaknya. [Online]. Diakses dari : https://konsultasisyariah.com/15640-hukum-wanita-tidak-menyusui-anaknya.html
[2] Nutriclub. (t. t.). Manfaat Kolostrum Bagi Si Kecil. [Online]. Diakses dari : https://www.nutriclub.co.id/article-bayi/nutrisi/gizi/manfaat-kolostrum-bagi-si-kecil 
[3] IDAI. (2013). Nilai Nutrisi Air Susu Ibu. [Online]. Diakses dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-nutrisi-air-susu-ibu
[4] Kumparan MOM. (2019). 7 Keuntungan Menyusui di Malam Hari. [Online]. Diakses dari : https://kumparan.com/kumparanmom/7-keuntungan-menyusui-bayi-pada-malam-hari-1546740168886015018/full
[5] Nutriclub. (t. t.). Mengapa Ibu Harus Memberikan ASI [Online]. Diakses dari : https://www.nutriclub.co.id/article-bayi/menyusui/produksi-asi/mengapa-ibu-harus-memberikan-asi

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update