Oleh : Rahmatia D. Hanafi
pada tahun 2019 Dunia di timpa musibah dengan hadirnya Virus Corona atau dikenal dengan Covid 19. Covid 19 bermula di Wuhan China dan akhirnya menyebar ke seluruh penjuru dunia salah satunya Indonesia hal ini disebabkan karena tidak adanya antisipasi yang memadai dari pemerintah misalnya menutup penerbangan dari negara asing masuk maupun keluar guna mengindari Virus ini, namun hal ini tidak dilakukan oleh pemerintah dan menganggap bahwa virus ini tidak akan masuk ke indonesia hingga ketidakwaspadaan pemerintah dalam mengatasi wabah ini akhirnya Virus Corona pun sampai ke indonesia, bagaimana tidak virus ini sampai ke indonesia sementara para tenaga kerja asing bebas masuk keluar indonesia. Alasan yang dikemukakan oleh pemerintah adalah agar perputaran ekonomi tidak terhambat, namun kelalaian dan kebijakan yang diambil pemerintah justru membawa bencana besar bagi indonesia dengan menyebarnya virus Corona baik diwilayah ibukota jakarta maupun seluruh wilayah di Indonesia kini telah terpapar Virus Coron (Covid19). Dan lebih memprihatinkan adalah pemerintah bukan malah mengambil langkah tegas dalam mengatasi Virus Corona. baru-baru ini pemerintah justru mengusung undang-undang Omnibus Law untuk melindungi kepentingan para investor dalam mendapatkan izin usahanya. Sehingga yang berperan digarda terdepan dalam mengatasi Virus ini adalah para perawat dan juga dokter. Bahkan dengan alat-alat pelindung diri yang terbatas mereka tetap berusaha untuk menangani para pasien yang terpapar Virus Covid 19 ini. Maka dengan terbatasnya alat pelindung diri beberapa perawat bahkan dokter kemudian harus mengorbankan nyawa mereka hingga menghembuskan nafas terakhir disebabkan karena terinfeksi Virus Corona. Sayang sungguh sayang indonesia kehilangan dokter yang seharusnya menangani banyak pasien yang terpapar Virus guna meminimalisir penyebaran Covid 19.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah minim proteksi terhadap para perawat, dokter maupun para pasien yang terpapar Virus Corona, nyawa manusia tidak berarti apa-apa lagi bagi para penguasa negeri ini yakni pemerintah. Alih-alih untuk mengatasi penyebaran Covid 19, bahkan baru-baru ini pemerintah ingin menerapkan New Normal bagi indonesia padahal kondisi Indonesia belum sembuh dari pandemi Covid 19. Bahkan semakin bertambah pasien yang terkena Virus Corona dan angka kematian meningkat. Alih-alih memperbaiki kebijakan untuk menyembuhkan indonesia dari pandemi ini justru pemerintah menunjukkan sikap yang sangat tidak relevan dengan kondisi saat ini dengan memecat sebagian para tenaga medis bahkan mereka tidak diberi insentif serta biaya tunjangan yang seharusnya mereka terima dari jasa yang mereka berikan. Hal ini sebagaimana yang di ungkapkan dalam . WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di tengah wabah virus corona atau Covid-19, ratusan tenaga medis dipecat. Namun, pihak RSUD Ogan Ilir belum memberikan penjelasan mengenai ratusan tenaga medis dipecat saat wabah Covid-19.Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, yakni sebanyak 109 orang karena melakukan mogok kerja sejak Jumat (15/5/2020) lalu. Dan tentu hal ini tidak bisa kemudian para pejuang digarda terdepan ini disalahkan sebab mereka tentu memiliki alasan yang kuat untuk melakukan mogok kerja, bagaimana mereka mau bekerja dengan baik sementara kebutuhan mereka serta alat-alat pelindung yang disediakan oleh pihak pemerintah terhadap rumah sakit terbatas.
Bagaimana kita mau berperan melawan musuh (Covid 19) sementara kita tidak memiliki senjata yang memadai untuk beperang (alat-alat pelindung diri), tentu ini adalah sesuatu yang lucu jika para tenaga medis diharapkan untuk bekerja dengan baik sementara pemerintah sendiri minim proteksinya terhadap para tenaga medis bahkan tunjangan dan juga THR mereka pun dipotong dengan alasan membiayai Corona, disisi lain mereka berperang untuk melawan Covid 19 bahkan mempertaruhkan nyawa sementara kebijakan yang diambil pemerintah adalah menerapkan New Normal dan disuruh berdamai dengan Corona bahkan salah satu pejabat negara ini menyebutkan untuk menjadikan Covid 19 layaknya sebagai istri, naudzubillah min zalik, inilah buah dari sistem kapitalis nyawa manusia tidak berharga yang selalu ada dipikiran para kapitalis adala materi dan meraih keuntungan sebanyak-banyaknya dan sayangnya hal ini didukung oleh penguasa negeri ini. Sehingga untuk investasi mereka membuka peluang sebesar-besarnya tetapi jika untuk mengatasi pandemi mereka membebani masyarkat. Bahkan disuruh berdamai. Inilah busuknya sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini.
Lalu bagaimana cara islam mengatasi pandemi ? Yah kita tahu bahwa islam dengan segenap aturannya yang tertuang dalam sistem pemerintahan islam kesehatan dan juga nyawa manusia menjadi suatu hal yang sangat penting bagi negara dan patut untuk dijaga. Dalam sejarah, wabah penyakit menular pernah terjadi pada masa Rasulullah saw. Wabah itu ialah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Untuk mengatasi wabah tersebut, salah satu upaya Rasulullah saw. adalah menerapkan karantina atau isolasi terhadap penderita. Ketika itu Rasulullah saw. memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat para penderita kusta tersebut. Seraya mengingatkan pada ummatnya :
إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا
Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninginggalkan tempat itu (HR al-Bukhari).
Dengan demikian, metode karantina sudah diterapkan sejak zaman Rasulullah saw. untuk mencegah wabah penyakit menular menjalar ke wilayah lain. Untuk memastikan perintah tersebut dilaksanakan, Rasul saw. membangun tembok di sekitar daerah yang terjangkit wabah. Peringatan kehati-hatian pada penyakit kusta juga dikenal luas pada masa hidup Rasulullah saw. Sementara Ketika diisolasi, penderita diperiksa secara detail. Lalu dilakukan langkah-langkah pengobatan dengan pantauan ketat. Para penderita baru boleh meninggalkan ruang isolasi ketika dinyatakan sembuh. Dan hal ini juga di ikuti oleh khalifah Umar bin Al-Khattab dimasa pemerintahannya. Dengan merujuk pada hadist Rasulullah saw diatas. Selain itu juga pada masa pemerintahan Muhammad Al-Fatih sang penakluk kontantinpel sangat luar biasa dalam memberikan layanan kesehatan pada masa pemerintahannya Di Turki Utsmani diantaranya, merekrut juru masak terbaik untuk rumah sakit, dokter minimal datang satu hari dua kali untuk visit pasien, tenaga medis dan pegawai rumah sakit harus bersifat qona'ah sehingga mereka bekerja betul-betul melayani pasien dan tidak pandang asas materi sebab mereka juga telah diberikan gaji dan juga tunjangan yang memadai sesuai dengan pekerjaan mereka. maka ketika melihat ini sungguh sangat berbeda jauh dengan sistem kapitalisme yang dianut oleh negara kita indonesia saat ini dan minimnya proteksi pada para pejuang wabah saat ini seharusnya memberikan kita kesadaran bahwa kita membutuhkan sistem islam untuk diterapkan agar masyarakat bisa sejahtera dan indonesia mampu bangkit dari keterpurukan saat ini. Wallahu alam bissyawab.

No comments:
Post a Comment