Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Moderat Jebakan Barat Mengembat Syariat

Monday, June 15, 2020 | Monday, June 15, 2020 WIB

Oleh : Hj. Nur Fitriyah Asri
Pengurus BKMT Kabupaten Jember

Sejak runtuhnya khilafah Ustmani 3 Maret 1924, yang semula merupakan negara kesatuan, kini khilafah terkoyak dan tercerai berai menjadi 50 negara lebih (nation state). Kondisi umat di seluruh dunia menjadi bulan-bulanan kaum kafir penjajah, dihinakan, dilecehkan, dizalimi dan dibantai. Lebih dari itu negerinya pun dijajah dan dijarah.

Untuk melanggengkan jajahannya dengan cara devide et impera atau mengadu domba negeri-negeri muslim, agar tidak bersatu. Bagi mereka bersatunya umat Islam merupakan sesuatu yang menakutkan. Karena sebuah keniscayaan khilafah akan tegak kembali. 
Sebagaimana prediksi mereka.
"Dari hasil risetnya National Intelligence Council (NIC) menyimpulkan bahwa pada tahun 2020 akan berdiri kembali Negara Khilafah Islamiyah."

Oleh sebab itu, mereka berusaha mati-matian menghadang tegaknya khilafah dengan segala cara. Di antaranya memberikan stigma buruk kepada Islam. Islam dituduh terorisme, radikalisme, militan dan lainnya. Fitnah dan tuduhan keji itu sebagai pijakan untuk memerangi Islam dan mencari pembenaran.

Bermula dari peristiwa runtuhnya gedung WTC tanggal 11 September 2001, Islam sebagai pihak tertuduh pelaku terorisme. Selaku komandan, Amerika Serikat menghimbau negara-negara untuk bersama-sama memerangi terorisme secara global (War on Terrorism). Tampaknya strategi propaganda busuk ini sudah tercium. Umat sadar, bahwa sesungguhnya teror itu tidak ada, tapi merupakan skenario dan propaganda Barat imperialis. Terbongkar, ternyata mereka sendirilah yang menciptakan teror di mana-mana. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

"Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." (QS. Ali Imran [4]: 54)

Akhirnya isu terorisme sudah tidak laku lagi, basi. Namun, mereka masih terus berusaha untuk menghadang dan menghalangi tegaknya khilafah, serta memusuhi Islam. Kebencian mereka telah digambarkan oleh Allah Swt. dalam (QS. al-Baqarah [2]: 120)

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ 

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah (agama) mereka. 

Kebencian mereka secara gamblang diungkapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) George W. Bush dan Tony Blair (Perdana Menteri Inggris) telah memvonis Islam sebagai  *"Ideologi Setan"* yang diamini dan didukung oleh para pemimpin, politikus, akademisi, ulama dan masyarakat barat umumnya (Era muslim.com, 30/3).

Menurut mereka ciri-ciri 'Ideologi Setan' tersebut, adalah:
1. Menolak legitimasi (pengesahan) Israel.
2. Memiliki pemikiran bahwa syariat adalah dasar hukum Islam.
3. Kaum muslim harus menjadi satu kesatuan dalam naungan khilafah.
4. Tidak mengadopsi nilai-nilai liberal (kebebasan) dari barat.

Siapa pun yang memiliki pemikiran tersebut digolongkan sebagai ekstremis/radikal/teroris yang harus diperangi. 
Jadi, jelas sekali bahwa pejuang syariah dan khilafah diposisikan sebagai musuh bersama.

Untuk menyempurnakan skenario dan propaganda tersebut, kafir penjajah sengaja mengelompokkan dan memberikan label pada Islam. Dengan membuat istilah Islam Moderat, Islam Radikal, Islam Tradisional, Islam Liberal. Tujuannya untuk memudahkan mengadu domba. Islam Moderat  dibenturkan dengan Islam Radikal.

Jadi jelas, Islam Moderat adalah bentukan Barat, seperti yang dinyatakan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, "Lahirnya gagasan Islam Moderat dibidani oleh Barat dan digunakan untuk melemahkan Islam, membendung kebangkitan Islam yaitu tegaknya khilafah." (Ankara, 11/11/2011)

Seperti apakah Islam Moderat (jalan tengah)?

Islam Moderat atau sering disebut Islam Wasathiyah yaitu Islam yang digambarkan sebagai agama yang terbuka, damai, toleran dan tidak radikal, menerima demokrasi, rahmatan lil 'alamin.

Mereka menyadari bahwa di Indonesia akan terjadi penolakan Islam Moderat, maka dimunculkan Islam Nusantara. Menurut salah satu pendirinya  Azyumardi Azra mendefinisikan Islam Nusantara adalah Islam yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia, karena bersifat tawasut *(demokrat)* jalan tengah tidak  ekstrem kanan dan kiri, selalu seimbang, inklusif, toleran dan bisa hidup berdampingan secara damai dengan penganut agama lain, serta bisa menerima demokrasi dengan baik (ujar penulis buku Islam Nusantara (2002) Doktor lulusan Columbia University, AS). Jadi Islam Nusantara identik atau sama dengan Islam Demokrat.

Sesungguhnya moderasi Islam bagian dari perang pemikiran, ide ini adalah ide asing yang justru bertentangan dengan Islam. Di dalam Islam sendiri tidak dikenal istilah moderat (jalan tengah). Yang haq dan yang batil selamanya tidak bisa dikompromikan.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

 وَلَا تَلۡبِسُواْ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَـٰطِلِ وَتَكۡتُمُواْ ٱلۡحَقَّ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
 “Janganlah kalian campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kalian sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya." (QS. al-Baqarah [2]: 42)

Sejatinya moderasi Islam itu, bentuk penjajahan pemikiran. *Umat terjebak* sehingga tidak menyadari bahwa, Barat menginginkan kaum muslimin seperti mereka, yang tunduk dan mau mengemban ideologi sekuler dan mengikuti gaya hidup mereka. Agama tidak boleh mengatur urusan negara atau kehidupan. Agama sebatas mengatur akidah dan ibadah saja.

Untuk menjajakan ide Islam Moderat dengan memanfaatkan penguasa-penguasa, birokrat, ormas, politikus akademisi, ulama-ulama sebagai kaki tangan kafir penjajah.
Mereka sungguh tidak malu mengaku beragama Islam, tapi menolak syariat Islam. Bahkan memilih demokrasi sebagai politiknya. Padahal yang menyebabkan Islam bisa berkembang hingga 2/3 dunia, karena politik Islam. Yaitu mengatur dan mengurus umat dengan syariat Islam kafah. 

Sangat memprihatinkan, itulah fakta yang terjadi di negeri-negeri muslim termasuk di Indonesia. Ironis, negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia menolak khilafah ajaran Islam yang merupakan warisan Rasulullah saw. 
Mereka lebih memilih demokrasi. Menolak syariat sebagai konstitusi, bukankah namanya mengembat syariat, dan menolak khilafah ajaran Islam. Bahkan  dikriminalisasikan, ulama, dan pengemban dakwahnya ditangkap dan dibui.
Dituduh radikalisme, dibenturkan dengan Pancasila. 

Akibat dari bahaya yang ditimbulkan oleh Islam Moderat/Islam Nusantara adalah munculnya keraguan umat Islam terhadap Islam itu sendiri, mencurigai sesama saudara muslim, merusak akidah umat Islam, menganggap semua agama sama, dan  islamophobia takut terhadap agamanya, serta menjauhkan umat dari kewajiban menegakkan syariah dan khilafah.

Para pemikir Islam maupun para ulama fiqh selama berabad-abad tidak pernah memunculkan istilah Islam Moderat atau Islam jalan tengah.
Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna serta komprehensif. Tidak lagi membutuhkan moderasi Islam yang justru malah menghancurkan nilai-nilai Islam itu sendiri. Tidak perlu penambahan kata atau embel-embel, Islam ya Islam. Misalnya Islam Nusantara, justru akan menghilangkan maknanya. Ini berbahaya harusnya ditolak.

Perintah Allah untuk berislam kafah bagi umat Islam, sebagaimana  firman-Nya "Wahai orang-orang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara kafah (menyeluruh) dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. al- Baqarah [2]: 208)

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw, untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah (akidah, ibadah),  mengatur dirinya (makanan, minuman, pakaian, akhlak) dan mengatur hubungan diri sendiri dengan orang lain (pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, pemerintahan, peradilan dan sanksi hukum serta politik luar negeri).
Dan semua syariat Islam itu hanya bisa diterapkan dalam bingkai khilafah ala minhajjin nubuwwah.

Jadi setiap muslim wajib masuk Islam secara menyeluruh, tidak boleh setengah-setengah, tidak 
boleh pilih-pilih hukum sesuai selera, apalagi tercampur dengan ide-ide asing seperti sekularisme, pluralisme, liberalisme dan isme-isme lainnya, termasuk Islam Nusantara sebagai anak kandung Islam Moderat. Haram hukumnya.
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. al-Maidah [5]: 50

Wallahu a'lam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update