Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Memetik Buah Ramadhan Di tengah Pandemi

Wednesday, June 03, 2020 | Wednesday, June 03, 2020 WIB
Oleh: Nur Azizah Achmad

Tak terasa, hari raya idul fitri 1441 H telah kita lewati, walaupun lebaran kali ini berbeda dengan lebaran sebelumnya yaitu tidak bisa pulang kampung, dikarenakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar)-. Saatnya kita merenung, tujuan melakasanakan ibadah puasa ramadhan adalah untuk meraih takwa, apakah takwa itu sudah kita raih? Apalagi di tengah pandemi seperti ini seharusnya kita lebih takwa lagi kepada Allah. 

Tentu kita menginginkan pandemi wabah corona ini segera usai. Kepala negara kita, beserta pemerintah lainnya, berucap bahwa agar kita bisa keluar dari wabah ini kita harus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, meningkatkan tawakal kita. Seperti yang diucapkan presiden: "Jika Allah benar-benar menghendaki dan jika kita bisa menerimanya dengan ikhlas dan dalam takwa dan tawakal, sesungguhnya hal tersebut akan membuat berkah, membuahkan hikmah, membuahkan rezeki, dan juga hidayah," kata Jokowi. (https://nasional.tempo.co/read/1345713/jokowi-semoga-allah-meridai-ikhtiar-pencegahan-covid-19).

Penguasa berucap bahwa supaya keluar dari wabah ini kita harus bertakwa. Tapi, coba kita lihat faktanya bahwa kebijakan-kebijakan mereka malah mengundang murka Allah. Salah satunya ketika ada konser amal yang diadakan secara langsung (berkerumun). Bukankah mereka menetapkan agar kita tidak boleh berkerumun dan harus menggunakan makser? Tapi mereka sendiri yang mengingkarinya. Ditambah lagi yang mereka adakan itu adalah sebuah konser yang tidak membawa kepada kemaslahatan seluruh rakyat.

Sejatinya jika ingin mengundang rahmat Allah, kita harus mengikuti segala aturan Allah secara menyeluruh (menjalankan syari’ah kaffah), namun hingga detik ini mereka belum menerapkannya dalam kehidupan bernegara. Jika begini situasinya, bagaimana keridhaan Allah untuk mengangkat wabah ini? Yang ada Allah justru murka.

Lalu bagaimana makna sesungguhnya takwa agar kita bisa menemukan solusi keluarnya wabah ini?
Tentu, kita harus  takwa sebenar-benar takwa kepada Allah, bermunajat, berdo’a, beribadah lebih rajin lagi kepada Allah. Dan yang paling utama mentaati seluruh (tanpa terkecuali) syari’at Allah secara kaaffah dengan hati yang ikhlas, tidak lupa juga untuk mensyi’arkan syari’at Allah yang mulia ini ke tengah-tengah masyarakat, agar masyarakat sadar akan pentingnya aturan Islam dijadikan sebagai sistem untuk mengatur seluruh aspek kehidupan.
Wallahu a’lam Bishawab[]

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update