Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Influencer atau Trouble Maker?

Monday, May 18, 2020 | Monday, May 18, 2020 WIB Last Updated 2020-05-18T10:10:31Z

By : Novianti*
*Praktisi Pendidikan

Oreo Supreme kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Makanan ringan berwarna merah viral berharga fantastis. Ada yang rela mengeluarkan uang sebesar 1.250 dolar AS atau sekitar Rp18,6 juta untuk 12 keping Oreo Supreme. Tak ayal, publik Indonesia pun penasaran. Salah satu YouTuber bahkan mengunggah pose dirinya sedang mencicipi biskuit sultan tersebut dan mengajak para orang kaya ikut mencoba.

Di tengah suasana prihatin, banyak rakyat yang tidak bisa makan, malah ruang virtual mempertontonkan kenikmatan Oreo Supreme yang mencederai rasa kemanusiaan. Meski pembeliannya dengan uang sendiri, namun akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada yang membutuhkan.

Ini adalah kali sekian para YouTuber mengunggah konten tak bijak. Sebelumnya, banyak kasus YouTuber bermasalah.  Terkait prank sampah, meremehkan Corona, lontaran sumpah serapah dan kata-kata kurang sopan. Para pelakunya anak milenial yang lebih mementingkan jumlah  sucriber, follower agar terkenal termasuk meraup penghasilan.

You tuber memang menjadi salah satu profesi yang diminati anak milenial  saat ini. Dengan mengunggah video secara rutin di you tube bisa meraup untung hingga ratusan juta rupiah tanpa mengeluarkan modal besar.

Tapi sayangnya, jika diubek-ubek, konten yang tak ada manfaat  alias sampah lebih dominan. Pamer gaya hidup, rumah mewah, kuliner menghina orang lain, tindakan tak senonoh hingga pelecehan  agama. Mengapa you tuber ini makin menggejala?  Karena ini dianggap cara yang relatif cepat dan mudah untuk menjadi terkenal dan meraup rupiah.

Kehidupan glamour you tuber yang sering dipertontonkan menarik banyak minat. Berbeda dengan bekerja secara konvensional yang membutuhkan modal dan usaha besar. Daripada harus belajar bertahun-tahun dengan penghasilan minim, menjadi you tuber lebih menjanjikan.

*Kegagalan Sistem Pendidikan*

Membanjirnya konten sampah oleh you tuber mencerminkan kegagalan sistem pendidikan negara kita. Generasi kehilangan arah, minim literasi,  lemah konsep diri, miskin visi misi. Sistem pendidikan di sekolah-sekolah yang tidak mengakar pada aqidah, telah menghilangkan nyawa dalam proses pencarian ilmu. Bukan ditujukan untuk meraih ridlo Allah melainkan semata kepentingan dunia. Sekolah hanya melahirkan lulusan yang berlomba-lomba mengejar kesuksesan yang diukur oleh kekayaan dan ketenaran.

Sistem pendidikan yang terpisah dari agama,      tak akan mampu menghentikan arus pemikiran rendah.  Konten sampah  nol manfaat akan terus bermunculan membanjiri dunia maya. Menjadi tontonan generasi seusianya dan selanjutnya. Mereka dicekoki nilai-nilai yang jauh dari standar kebenaran.

Hanya pendidikan islam yang melahirkan generasi tanpa alay, cari sensasi dan kesenangan pribadi. Islam mendorong orang menuntut ilmu untuk meluaskan manfaat tapi bukan dengan hiburan-hiburan melainkan dengan ilmu, harta bahkan nyawa. Mereka didorong berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot) dan  tidak akan berlelah dengan pandangan manusia karena yakin Allah sebaik-baiknya penyempurna pahala. 

Dan dalam sistem kehidupan Islam, para prankers dan konten sampah tidak diberi panggung seperti sekarang.  Sehingga umat ternasuk generasi terlindung dari berbagai racun yang menyesatkan.  

Dalam pandangan islam menjadi  you tuber adalah  pilihan  karena tetap  berpotensi menjadi  influencer dalam kebenaran.  Mereka disukai dan dipercaya oleh followersnya sehingga bisa menginspirasi dan mengajak pada perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik.

You tuber  yang menyuarakan pendapat dengan konten Islam, bisa menjangkau dan memiliki pengaruh lebih luas. Dan saat nasehat motivasi kebaikannya mendorong orang lain melakukannya, pahala didapat berikut bonusnya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

Orang yang menunjukkan kebaikan akan mendapatkan pahala karena telah menunjukkan kebaikan serta pahala orang yang mengikutinya.

Tapi sebaliknya, seorang you tuber juga berpotensi menuai dosa jariyah.  Dosa jariyah adalah dosa yang terus mengalir pada seseorang  sekalipun ia telah meninggal dunia dan tidak mengerjakan perbuatan maksiat tersebut.

Hal ini bisa dipahami dari ayat Al Quran: 

"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12).

Juga dalam hadits Rasulullah: 

"Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Kita bisa bayangkan saat  you tuber  menyebarkan tayangan tak berfaedah melalui internet, lalu ditiru banyak orang. Sekalipun dia tak melakukannya  namun mengingat dia mempeloporinya, banyak orang yang meniru sehingga ia mendapatkan kucuran dosa semua orang yang menirunya, tanpa dikurangi sedikitpun.

Dan di hari kiamat, Allah mengancam: 

"Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). (QS. an-Nahl: 25)

Imam Mujahid dalam tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, mereka menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang lain yang mengikutinya. Dan mereka sama sekali tidak diberi keringanan adzab karena dosa orang yang mengikutinya.

Na'udzubillaahi min dzalika.

Saatnya para orang tua dan sekolah mengembalikan asas pendidikan pada fondasi yang Allah tetapkan. Pendidikan yang mengajarkan iman, menancapkan visi, membangun kepribadian Islam. Pendidikan yang akan meniupkan ghirah berkontribusi untuk agama Allah. Sehingga ilmu, harta, tenaga hanya berorientasi meraih kebahagiaan hakiki yaitu menggapai ridlo Allah.

Saatnya pula para you tuber meredefinisi peranan, tidak sekedar terkenal tapi juga  menginspirasi followers dalam kebaikan.  Dan ini hanya lahir  dari pribadi  dengan aqidah mengakar dan terikat pada  syariah.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update