Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perempuan Dan Kemiskinan

Saturday, March 21, 2020 | Saturday, March 21, 2020 WIB Last Updated 2020-03-21T06:29:52Z
Oleh: Nurlinda
Pemerhati sosial

Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Menteri pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise memberikan keynote speech dalam acara “voyage to Indonesia’s Seminar on Women’s Participation for Ekonomic Inclusiveness” di Surabaya. Seminar ini merupakan bagian dari program kelompok Bank Dunia, pertemuan tahunan dana moneter internasinal. Seminar ini memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholder, baik dari dalam maupun luar negeri untuk membahas, bertukar pandangan, dan pengalaman tentang manfaat ekonomi bagi pemberdayaan perempuan.

Sebagaimana yang dikatakan sri Mulyani “ketidaksetaraan gender mengakibatkan dampak negatif dalam berbagai aspek pembangunan, mulai dari ekonomi, sosial, hingga pertahanan dan keamanan. Beberapa lembaga internasional melihat ketidaksetaraan gender memiliki hubungan yang kuat dengan kemiskinan, ketidaksetaraan akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga akses keuangan”.
Sehingga perempuan harus diberikan akses yang sama dengan laki-laki. Menteri keuangan berusaha mendesain anggaran negara demi untuk mewujudkan anggaran yang responsif gender. Kami ingin perempuan dan laki-laki memperoleh akses, partisipasi, control, manfaat yang sama dalam proses pembangunan,” ia menambahkan.

Apabila kita melihat memang posisi perempuan selalu mendapatkan sorotan khusus. Bahkan dalam proyek-proyek kaum perempuan menjadi objeknya yang terus dievaluasi kondisi dan posisinya  dalam  masalah kemiskinan dunia. Alasannya adalah karena kaum perempuan dipandang sebagai kaum yang  paling rentan terhadap kemiskinan. Sementara kemiskinan perempuan di yakini akan berpengaruh terhadap kualitas hidup dan partisipasi mereka dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan.

Namun selain kaum perempuan ditempatkan sebagai objek yang harus dientaskan, akan tetapi dia juga sebagai subjek yang didorong untuk terlibat lansung dalam menyelesaikan permasalahan kemiskinan global dengan cara harus terlibat, khususnya dalam kegiatan ekonomi dan produksi. 

Sehingga pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi target program pengentasan kemiskinan diseluruh dunia. Dimana kemiskinan adalah kondisi ketika seseorang atau kelompok tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan yang layak. Menurut  mereka kemiskinan kaum perempuan bisa di tuntaskan dengan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor. Hala ini hanyalah akal-akalan kaum gender untuk membuat para perempuan ikut berpartisipasi dalam ranah publik.

Hasilnya para perempuan merasa terlena dan melupakan jati diri mereka sebagai ibu dan pengurus rumah tangga. Sehingga anak terlantar dan terjerumus kedalam masalah. Ini semua di akibatkan dari sebuah paradigma  kebebasan dan hak menuntut kesetaraan.

Islam Memuliakan Perempuan dan Mengentaskan Kemiskinan
Islam sudah memiliki seperangkat aturan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang melanda kau perempuan. Dimana kemiskinan sebenarnya bukan hanya melanda kaum perempuan saja. Namun kemiskinan bermula karena rendahnya tingkat pendidikan, sulitnya mendapatkan pekerjaan, beban hidup yang semakin berat, serta kurangnya sumber daya alam maupun modal.

Dalam hal ini, islam akan memberlakukan pendidikan dan kesehatan secara gratis, karena keduanya adalah hal yang wajib ditanggung oleh negara. Mengenai lapangan pekerjaan negara juga akan menyediakan bagi kaum laki-laki untuk mencari nafkah. Bagi yang belum bekerja maka negara akan memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan rakyatnya. Laki-laki lah yang menjadi tulang punggung ekonomi dalam rumah tangga.perempuan diharuskan fokus tinggal didalam rumah untuk mendidik anak-anaknya supaya terbentuk generasi yang berkualitas. Perbedaan kewajiban bukan berarti membatasi peran perempuan. Namun mengoptimalkan peran masing-masing sesuai fitrah mereka diciptakan.

Tujuannya  agar kaum perempuan mampu mendidik anak  dengan baik dan anak mendapatkan perhatian yang penuh dari ibunya. Supaya ketahanan keluarga menjadi kuat dan tidak mudah dipicu dengan perselisihan. Sebagaimana yang dialami kebanyakan keluarga dalam sistem kapitalisme.

Padahal permasalahan kemiskinan adalah tanggung jawab negara.bukan beban kaum perempuan. Kemiskinan bisa tuntas apabila dinia menerapkan sistem islam. Perempuan mampu lepas dari kemeskinan, penindasan dan criminal. Allahu alam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update