Nama : Analisa
(Muslimah Peduli Generasi)
Bagi kalangan yang kepo dan peka akan hal Ekonomi pasti telah mengetahui bakal adanya kenaikkan satu demi satu kebutuhan masyarakat, serta pencabutan sedikit demi sedikit subsidi yang diberikan.
Dan benar saja belum genap satu bulan dibulan Januari, prediksi kenaikkan kian mencuat Rencana pencabutan subsidi LPG gas Melon oleh Pemerintah menuai pro dan kontra yang luar biasa dikalangan masyarakat, pasalnya kenaikkan Gas melambung sangat tinggi belum lagi ditambah pencabutan subsidi untuk pelajar tuna netra, juga pencabutan subsidi untuk guru honorer merupakan kebijakan yang makin menyengsarakan rakyat.
Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 17 Januari 2020, salah satu alasan pencabutan itu karena subsidi akan dialokasikan ke kalangan yang lebih berhak atau masyarakat yang kurang mampu sehingga dana subsidi akan dialihkan untuk pembangunan.
Ini bukan berarti penerima manfaat bebas sebanyak-banyaknya menggunakan gas 3 kg. Dalam sebulan, mereka hanya dijatah maksimal 3 tabung gas melon. Setelah subsidi dicabut, nantinya harga jual gas 3 kg akan disesuaikan dengan harga pasar. Diperkirakan sekitar Rp35 ribu.
Harga yang sangat pantastis bukan?
Tentu ini semakin memperparah keadaan rakyat makin sengsara, kemiskinan makin merajai Negeri ini dan kezaliman rezim semakin menjadi-jadi dengan mencabut subsidi, bukannya meriaya rakyat malah memberi banyak insentif utk korporasi.
Subsidi hanya salah satu resep kapitalis dalam mengatasi gejolak rakyat, bukan wujud tanggung jawab Negara untuk melayani dan menjamin pemenuhan kebutuhan rakyat. Seakan rakyat hanya dijadikan penanaman modal semata demi memperkaya para pemodal. Negeri yang kaya raya nyatanya hanya wacana semata tetapi kenyataannya berbalik arah dengan keadaan yang ada. Sumber daya alam terus dikeruk tapi rakyatnya makin sengsara. Inilah keadaan yang nyatanya ada Ekonomi menaik pesqt tetapi kesejahteraan minim yang didapat.
Kapitalisme liberal telah menguasai Negeri dan sudah menjadi acuan bagi Rakyat dan ini adalah justru tembakan dari penjajah untuk menghancur leburkaan dan pada akhirnya Rakyat semakin tertindas dan terpalak.
Sistem ekonomi kapitalisme didasarkan pada asas kebebasan, meliputi kebebasan kepemilikan harta, kebebasan pengelolaan harta, dan kebebasan konsumsi kini umat yang berada dalam sistem kapitalis liberalis tengah hidup menderita di bawah cengkeraman kapitalisme dalam berbagai sistem kehidupannya, khususnya sistem politik, ekonomi, dan sosial, manusia gagal menikmati hidup yang sejahtera dan bahagia.
Liberal pun telah menjajaki hampir seluruh mayoritas muslim dipenjuru dunia dan dengan tak sadar bahwasannya telah dijajah Kafir Barat dengan demikian, liberalisme merupakan sisi lain dari sekulerisme, yaitu memisahkan agama dari kehidupan sehingga asas ini memberikan kebebasan kepada manusia untuk berbuat, berkata, berkeyakinan, dan berhukum sesukanya tanpa dibatasi oleh syari’at Allah.
Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan perbedaan kapitalis liberal dengan ideologi Islam sangat jauh berbeda, Ideologi Islam dibangun di atas satu dasar, yaitu akidah Islam (tauhid). Akidah ini menjelaskan bahwa di balik alam semesta, manusia dan hidup, terdapat Pencipta (Al-Khaliq) yang telah meciptakan ketiganya, serta yang telah meciptakan segala sesuatu lainnya. Dialah Allah SWT, Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada.
Islam mengatur segenap perbuatan manusia dalam hubunganya dengan Khaliq-nya, hal ini tercermin dalam aqidah dan ibadah ritual dan spiritual. Seperti: tauhid, salat, zakat, puasa dan lain-lain. Kedua, mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Yang diwujudkan berupa akhlak, pakaian, dan makanan. Ketiga, mengatur manusia dengan lingkungan sosial. Hal ini diwujudkan dalam bentuk muamalah dan uqubat. sistem ekonomi Islam, sistem pemerintahan Islam, sistem politik Islam, sistem pidana Islam, strategi pendidikan, strategi pertanian, dan lain sebagainya.
Islam mengatur pemberian layanan pada seluruh warga tanpa diskriminasi (kaya dan miskin), Muslim maupun Nonmuslim.
Mekanisme Negara islam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar setiap individu rakyat, agar mereka dapat menikmati sandang pangan papan secara murah.
Oleh karena itu, ideologi Islam akan terhubung dan terkoneksikan dengan aturan-Nya, baik berasal dari al-Quran maupun as-Sunnah.
Jelas bahwa agama adalah dasar (pondasi), sementara untuk menjaganya dibutuhkan kekuasaan. Pemimpin (pemegang kekuasaan) bertugas menjaga, memastikan agar aturan agama tersebut dilaksanakan dengan baik, karena tanpa ada penjagaan dari pemimpin, maka aturan agama tersebut akan tidak bisa dilaksanakan, maka dari itu kita membutuhkan seorang khalifah dalam naungan Khilafah yang akan menjaga umat dari bahaya-bahaya kafir penjajah dalam menyesatkan akidah. Sehingga rahmat dan keberkahan akan didapat, kesejahteraan akan terpenuhi keniscayaan umat akan terpancar olehnya Khilafah ala minhaj nubuwah.
Allahu a'lam bishowab.

No comments:
Post a Comment