By : Indah
Menjamurnya korupsi dikalangan pejabat berdampak kepada buruknya ekonomi masyarakat, dana yang seharusnya difungsikan untuk mensejahterakan rakyat justru digunakan untuk pemperkaya diri sendiri.
Alhasil bahan pokok naik, biaya rumah sakit dan sekolah mahal, alih-alih mensejahterakan rakyat dengan BPJS, nyatanya banyak masyarakat yang mengeluh biaya BPJS naik, hal ini bukan membantu malah menyekik masyarakat.
Di sistem demokrasi ini menjadikan manusia sebagai sumber hukum, bukan sang pencipta, melalui sistem demokrasi hawa nafsu manusia senantiasa mendapatkan salurannya dan pembenarannya.
Demokrasi juga sebagai cara legal yang menjadi justifikasi atas perampokan harta rakyat, dengan berdalih kepada keputusan wakil rakyat.
Beda halnya dengan Islam, Islam tidak hanya mengatur urusan spiritual saja, namun juga mengatur urusan kehidupan manusia di dunia dan sumber hukum untuk mengatur kehidupan manusia berasal dari Zat yang menciptakan akal manusia. Dialah Allah SWT pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan ini.
Dengan memerapkan aturan secara kaffah dalam bernegara dapat mengatasi berbagai masalah dalam negara. Sistem Islam memastikan rakyat memperoleh kesejahteraan yang menjadi haknya, kekayaan alam milik umum tidak boleh sama sekali dikuasai swasta, apalagi swasta asing.
Maka pemerintah tidak berhak menyerahkan pengelolaan tambang kepada para pengusaha, seluruh tambang harus dikelola oleh negara untuk kesejahteraan rakyat.
"Bahwa ia pernah menghadap Rasulullah Saw dan meminta tambang garam, lalu beliau memberikan tambang itu kepada dia, ketika ia hendak pergi, seseorang dari majelis berkata,"taukah Anda apa yang Anda berikan? Tidak lain Anda memberikan kepada dia sesuatu laksana air yang terus mengalir," ia( perawi )berkata"lalu beliau menarik kembali tambang itu dari dia."( HR At Tirmidzi ).
Ini menunjukkan bahwa semua tambang tidak boleh dimiliki oleh individu, di dalam Islam pendidikan, kesehatan semua di jamin oleh negara sehingga rakyat hidup sejahtera.

No comments:
Post a Comment