Oleh : Sherly Agustina M.Ag
(Member Revowriter Cilegon-Banten)Ada yang kesulitan mencari nafkah demi sesuap nasi untuk mengganjal perutnya, sebungkus susu untuk bayinya, receh untuk makan anak dan istrinya
Bahkan ada yang kelaparan karena sulitnya mencari sesuap nasi, sulitnya mencari kerja yang halal
Tapi puluhan ribu ton beras dibuang cuma-cuma membusuk karena rusak pengelolaan
Mudahnya memberi lapangan kerja untuk stafsus dengan gaji puluhan juta
Ada yang mengkritik sang penguasa negeri, tak terima maka maka siap-siap dibui
Apapun akan dilakukan untuk unjuk gigi bahwa kami penguasa negeri tak boleh dikritik
Tapi penghinaan terhadap Nabi dibiarkan begitu saja, alih-alih marah dan membela Nabi yang ada membela sang penista dan penghina Nabi
Ajaran Islam hendak dirombak dan dihapus, materi fikih dipindah saja ke sejarah katanya
Entah kenapa negeri itu
Tapi ada yang ingin memasukkan materi pendidikan seks ke dalam kurikulum, pemerintah tersebut membiarkan saja, tak ada kata larangan
Hendak di bawa ke mana negeri itu?
Rakyat kesulitan mengais rezeki tak mendapat lapangan pekerjaan
Bahkan PHK yang harus mereka terima dan ancaman pengangguran besar-besaran di depan mata
Tapi para pejabat sibuk mengamankan perut masing-masing dengan korupsi berjamaah tak melihat itu dosa
Hukuman begitu mudah jika untuk rakyat, yang melaporkan kadang yang dihukum
Sementara para koruptor yang sudah terbukti bersalah tak dihukum, kalaupun dihukum hanya formalitas semata
Sibuk memalak rakyat dengan iuran-iuran yang mencekik, BPJS dan pajak misalnya
Namun mesra berselingkuh dengan para korporasi hingga menggunakan politik oligarki untuk kepentingan mereka saja
Sarana ibadah dan mencari ilmu dibidik dan dicurigai, mesjid, majelis taklim, PAUD dan yang lainnya
Tapi sarana maksiat diberi ruang dan tak pernah ada penanganan
Padahal sarana dosa dan meresahkan warga
Rakyat menawarkan solusi terapkan aturan Allah secara kaafah disebut radikalis dan teroris jadi harus diperangi
Sementara SDA dikuasai oleh asing dan aseng pasrah begitu saja, pembangunan dan investasi katanya
Katanya, semua dilakukan untuk kepentingan rakyat
Tapi rakyat sengsara
Jadi rakyat yang mana yang dimaksud?
Paradoks sebuah negeri

No comments:
Post a Comment