Oleh : Yuli Ummu Raihan
(Member Akademi Menulis Kreatif)
Satu-satu aku cinta Allah
Dua-dua cinta Rasulullah
Tiga-tiga cinta orangtua
Satu dua tiga, cinta Islam kafah
Inilah penggalan lagu yang sering dinyanyikan oleh anak-anak di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Lagu yang sarat akan makna nilai agama, mengajari anak untuk cinta pada Allah sebagai rabbnya, Muhammad Saw sebagai Nabi dan Rasul, kepada orang tua serta agar menjalankan Islam secara kafah.
Metode pembelajaran pada jenjang pendidikan PAUD memang biasa melalui nyanyian, permainan, dan hal-hal yang menyenangkan. Karena sejatinya anak usia dini memang masanya bermain. Meskipun demikian pada rentan usia inilah masa yang efektif untuk menanamkan akidah yang mantap kepada anak. Mengenalkan mereka kepada Sang Pencipta, serta kewajiban sebagai seorang hamba. Tentunya dengan metode yang menyenangkan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung. Dia seperti spons yang siap menyerap apa saja yang diindranya, baik atau buruk.
Jika anak-anak sejak dini sudah dibekali akidah yang kokoh, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh di masa depan. Begitu pun sebaliknya, jika sejak dini anak tidak tahu, atau dikenalkan akan hakikat pencipta dan ciptaan-Nya, maka jangan heran kelak dewasa ia akan jauh dari nilai agama, bahkan bisa jadi tidak beragama.
Saat ini kesadaran para orang tua dan masyarakat untuk mengenal Islam alhamdulillah mengalami peningkatan. Para orang tua sadar akan kebutuhan pendidikan agama yang baik sejak kecil bagi buah hatinya. Maka, para orang tua berbondong-bondong memasukkan anak mereka ke jenjang PAUD.
Kita patut bergembira dan bangga karena banyak anak PAUD sudah hafal juz Amma, doa harian, hadis, dan mungkin juga kisah Rasulullah Saw dan para Sahabat serta Khalifah sesudahnya.
Seseorang biasanya akan berbuat, berpikir sesuai maklumat yang ia terima. Jika sedari kecil sudah terbiasa dengan nilai-nilai islam, senang membaca kisah islami, maka kelak dewasa ia akan tumbuh menjadi seorang Muslim yang tangguh.
Muslim yang senantiasa berjalan di jalan kebenaran, berakhlak Alquran, dan hidup untuk meraih rida Allah Swt.
Apakah ini yang dikhawatirkan rezim sehingga mengatakan jika anak PAUD terpapar radikalisme?
Jika kita telusuri arti dari kata radikal berarti akar, mengakar, kokoh, mendasar. Sejatinya seorang Muslim haruslah radikal. Sayangnya radikal yang dimaksud rezim merujuk pada tindakan kekerasan.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut masih banyak sekolah, bahkan PAUD yang diberi ajaran radikal. (Suara.com, 27/11/2019)
Pertanyaannya adalah ajaran radikal seperti apa yang beliau maksud? Apakah mengenalkan Allah lewat lagu, atau membiasakan doa-doa sesuai sunah, mengenal nama nabi Saw, malaikat, menghafal alqur'an dan hadis Nabi adalah radikal?
Rezim telah over dosis memberikan narasi radikal pada masyarakat. Narasi yang niatnya mungkin untuk menjaga keutuhan negeri malah menambah penyakit. Narasi yang terkesan dipaksakan.
Pernyataan bahwa PAUD terpapar radikalisme sungguh tidak bisa dipercaya. Ini adalah gorengan basi yang terus dijual untuk menutupi kegagalan rezim memenuhi janjinya.
Dalam Islam pendidikan adalah kebutuhan pokok. Pendidikan pertama itu dimulai dari rumah, dalam hal ini peran ibu sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya. Peran orangtua ini dibantu oleh lembaga pendidikan seperti PAUD. Seharusnya pemerintah lebih fokus memperhatikan nasib para guru PAUD, kesejahteraan mereka, dan kepastian masa depan mereka dengan menjadikannya PNS, bukan malah melontarkan pernyataan yang rancu seperti ini.
Ada banyak pekerjaan rumah pemerintah yang lebih penting dan genting untuk dikerjakan. Lebih baik pemerintah fokus menghapus situs-situs porno yang menyerbu generasi muda tidak terkecuali anak usia dini. Memberantas peredaran miras dan narkoba, memutus mata rantai LGBT, memperbaiki perekonomian dan yang lainnya.
Penuhi dulu saja janji-janji kampanye, sejahterakan rakyat, baru bicara radikal. Radikalisme itu muncul salah satunya karena pemerintah gagal memberi kesejahteraan pada rakyatnya, serta adanya diskriminasi. Wallahu a'lam.

No comments:
Post a Comment