Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dengan Islam Perempuan Dimuliakan

Tuesday, November 05, 2019 | Tuesday, November 05, 2019 WIB Last Updated 2019-11-05T00:45:39Z
Oleh : Ai Nuryani 
Ibu Rumah Tangga

Jakarta - NP (21) mengaku menyesal telah menganiaya anaknya ZNL (2,5) hingga tewas dengan digelonggong air. NP mengaku tidak bisa mengontrol emosinya.
"Menyesal," ucap NP sambil menangis di Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (25/10/2019)
"Sayang. Saya stress, saya memang nggak terkontrol," ujarnya.

NP mengaku melakukan hal itu karena kesal terhadap suaminya. ZNL digelonggong air hingga tewas oleh NP. NP melakukan hal itu secara terus-menerus selama sekitar 20 menit. Korban pun mengalami muntah-muntah hingga akhirnya meninggal. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun sayang korban sudah tidak bernyawa.

Polisi menjerat NP dengan Pasal 80 ayat (4) UU Perlindungan Anak dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP. Sungguh miris dengan keadaan kaum muslim perempuan yang terjadi di sistem ini.

Dalam sistem saat ini negara seakan lepas tangan terhadap tanggung jawabnya mensejahterakan dan menjamin kebutuhan seorang perempuan. Dan perempuan di tinggal suaminya pun tidak mendapatkan jaminan kesejahteraan hidup dari negara. Makanya mereka harus berusaha memenuhi kebutuhan hidup mereka dan anak mereka sendiri. Dan akibatnya banyak kasus kasus keji yang terjadi yang di timbulkan oleh hal tersebut.

Di dalam islam hal seperti itu tidak akan terjadi, islam memberikan jaminan terhadap seorang perempuan, islam menjaga dan menjungjung tinggi martabat seorang perempuan. Seperti tergambar jelas di masa kekhilafahan al - Mutashim Billah, Khalifah kedelapan dinasti Abbasyah. Yang mana dia menaklukan kota Amurriyah akibat ada seorang perempuan yang di lecehkan. Itulah salah satu contoh tentang penjagaan islam terhadap perempuan pada masa kejayaan di masa silam.

Di dalam islam seorang perempuan yang telah di tinggal oleh suaminya nfkah kehidupanya dan anaknya di tanggung oleh keluarga nya. Jika keluarga nya tidak mampu menanggungnya maka nafkah kebutuhanya di tanggung oleh negara. Islam juga tidak membiarkan seorang perempuan meninggalkan peran pentingnya sebagai seorang ibu dan pengatur rumah tangganya. Seorang perempuan di dalam islam terfokus mengurus dan mencetak akhlak anaknya menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Namun, bukan berarti seorang perempuan tidak boleh turun ke ranah publik. Perempuan boleh turun ke ranah publik menjadi pendamping suami mereka, dengan tidak melupakan dan mengabaikan peranan penting mereka yaitu seorang ibu. Islam pun mendorong suami istri untuk bertaqwa kepada Alloh swt. Sehingga keduanya memahami dengan benar benar kewajiban masing masing mereka, di dalam mengatur dan mendidik rumah tangganya.
Maka dengan di terapkanya islam sebagai aturan hidup, negara akan menjamin keamanan seluruh rakyatnya. Masyarakat dan masing masing individu pun akan saling menjaga kehormatan anggotaa masyarakat lainnya. Khususnya perempuan.

Sebab ia adalah para ibu generasi, yang dari rahimnya kelak akan lahir anak anak calon pemimpin dan pejuang islam. Dan sungguh hanya perempuan syariat islam kaffah sajalah yang mampu mewujudkan hal tersebut.
Wallahu’alam Bi Shawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update