(Pelajar)
Islam merupakan agama yang diturunkan oleh Allah sebagai agama penyempurna dan pelengkap dari agama-agama samaa’i sebelumnya. Islam datang sebagai agama yang sempurna dan sangat lengkap. Ia tidak hanya mengatur permasalahan hubungan manusia dengan Al-Khaliq saja, tetapi juga mengatur hubungannya dengan dirinya sendiri. Serta mengatur hubungannya dengan orang lain.
Hubungan manusia dengan Allah mencakup masalah-masalah ibadah. Seperti sholat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Adapula hubungan manusia dengan dirinya sendiri ialah mencakup masalah terkait akhlaq, makanan dan minuman yang ia konsumsi, serta pakaian yang ia kenakan. Sedangkan hubungan manusia dengan orang lain merupakan hubungan yang mencakup masalah muamalah(sosial). Yaitu jual beli, pinjam meminjam, aspek pendidikan, kesehatan, pergaulan, dan sebagainya. Islam telah mengaturnya dengan sangat sempurna dan terperinci. Seluruh aturannya ada di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Tetapi, Islam bukanlah sekedar agama spiritual atau religious semata. Bukan sekedar tentang akhlaq atau pun simbol. Ia merupakan agama sekaligus ideologi yang berasal dari langit. Hukum Islam tidak boleh diambil secara parsial atau setengah-setengah saja, namun harus secara kaffah(menyeluruh). Kita tidak bisa mengambil Islam pada aspek spiritualnya saja, tetapi wajib menerapkan ideologinya pula.
Ideologi Islam pun tidak bisa diambil dan diterapkan setengah-setengah. Mengambil yang menurut manusia baik dan menguntungkan, dan meninggalkan syari’at Allah yang menurutnya tidak baik dan merugikan dirinya layaknya sebuah prasmanan. Islam merupakan satu-satunya ideologi yang tidak memiliki kecacatan sedikit pun darinya, sempurna. Seluruh peraturan kehidupan telah ada aturannya di dalam Islam. Seluruh masalah-masalah kehidupan ada solusinya di dalam Islam. Islam bahkan mengatur hal-hal kecil hingga besar. Masuk kamar mandi hingga masuk surga, bangun tidur hingga bangun Negara, semua ada di dalam Islam. Tidak terkecuali satu pun.
Maka dari itu, ideologi Islam wajib diterapkan secara menyeluruh secara keseluruhan dalam kehidupan. Tidak setengah-setengah, bahkan tidak diterapkan sama sekali.
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.”(TQS. Al-Baqarah [2] : 2018)

No comments:
Post a Comment