N3, Tarakan - Kementrian Dinas Kelautan dan Lantamal XIII Tarakan meledakan 6 buah Kapal Asing yang melakukan Ilegal Fishing di wilayah Indonesia.

Bersama Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Ilegal (Ilegal Fishing) menenggelamkan 81 kapal pencuri ikan. Penenggelaman dilakukan bersamaan di 12 lokasi dan dipimpin Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

"Kita (KKP, red) dibantu oleh TNI dan Polri, melakukan penenggelaman di 12 lokasi, yaitu Aceh, Pontianak, Bali, Sorong, Merauke, Belawan, Tarempa, Natuna, Tarakan, Bitung, Ternate, dan Ambon," ujar Susi di Pantai Morela, Ambon, Maluku Utara, sebagaimana tertulis dalam rilis.

Dari 81 kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan, 46 kapal berbendera Vietnam, 18 berbendera Filipina, 11 kapal berbendera Malaysia, dan 6 kapal berbendera Indonesia. Para anak buah kapal pencuri itu berasal dari berbagai negara, seperti Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos, Filipina, China, dan Indonesia.

"Kita tentu sudah beri notice kepada negara-negara yang kapalnya mencuri ikan kita ini. Kita perlihatkan bahwa kita serius. Kita tenggelamkan agar mereka jera dan tidak mencuri ikan kita lagi," ujar Susi dalam Teleconfrence dengan Komandan Lantamal XIII.

Sebanyak 46 kapal ditenggelamkan berdasarkan putusan secara inkrah, sedangkan 35 lainnya ditetapkan berdasarkan penetapan pengadilan.

Susi, yang berada di Ambon, memberi aba-aba kepada petugas satgas yang berada di Belawan, Tarempa, Natuna, Tarakan, Bitung, dan Ternate untuk melakukan penenggelaman bersama-sama melalui teleconference.

" Tarakan siap ya, kita hitung mundur bersama " Jelas Susi

Dalam Teleconfrence yang dilakukan dengan Mentri Susi Pudjiastuti dan di Kapal Dinas Kelautan dan Perikanan diatasi perairan Muara Tanjung Selor dan pulau Bunyu, yang di hadiri Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio, Komandan Lantamal XIII Laksamana Ferial Fackroni PLT Sekda Firman Nour, Kejaksaan Negeri Tarakan Vidi, dan beberapa instansi dari dinas Kelautan dan Pol Airut Kaltim, jajaran KSOP Tarakan.

Ferial menjelaskan kepada Bu Mentri Susi Pudjiastuti bahwa diratakan menenggelamkan 6 kapal 3 kapal di perairan Tanjung Selor dan satunya di Perairan Bunyu Kalimantan Utara, dan sisanya sudah diledakkan di Pangandaran beberapa waktu lalu.

" Sebelumnya kami melaporkan Bu ada 6 kapal 4 di perairan Tanjung Muara, 1 di pulau Bunyu dan sisanya di Pangandaran beberapa waktu lalu" Terang Ferial.

Kapal yang ditangkap di Tarakan 4 berbendera Filipina, dan 2 bendera diduga asal Malaysia, dan semua ABK kapal Ferial menjelaskan sebagian dikembalikan ke negaranya dan sisanya masih ditahan di Indonesia untuk dimintai keterangan, setelah itu ABK kapal akan dikembalikan ke negaranya masing masing.

" Semua ABK kapal sudah di kembalikan ke negaranya masing masing, sisanya harus mengikuti sidang perkara dalam ilegal Fishing setelah sidang akan dikembalikan ke negaranya masing masing" Jelas Ferial.

Kepala kejaksaan negeri Kota Tarakan Vidi menjelaskan kepada wartawan penangkapan ikan oleh kapal asing sudah melampaui kewajaran, pasalnya hasil pendapatan negara dan nelayan kita semakin sedikit.

" Pelanggaran ilegal Fishing sudah keterlaluan selain merugikan pendapatan negara, merugikan pendapatan nelayan kita" Terang Vidi

Vidi menegaskan peledakan Kapal ilegal Fishing sudah membentuk jati diri bangsa Indonesia kedepannya.

Dalam pantauan Kaltara Post 4 kapal asing bendera Filipina ditangkap oleh KRI Diponegoro 365, 2 kapal di tangkap oleh dinas Perairan Polda Kaltim. (Bonar Situmorang)
 
Top