N3, Padang ~ Rasa sedih yang mendalam sangat dirasakan Elfida M. Akhdalena, istri alm Ibrahim. Rasa duka kehilangan suami tercintanya Ibrahim, belum hilang, sekarang ia juga kehilangan mobil peninggalan alm suaminya yang ditarik paksa lessing ACC.
 
Padahal, semenjak kematian suaminya dua tahu lalu, ia telah mengurus surat yang dibutuhkan lessing ACC untuk mobil yang masih dalam masa kredit itu. Apalagi, semenjak suaminya meninggal kredit mobil itu, hanya tinggal sembilan bulan.
 
Dengan rasa sedih, Elfida menceritakan, informasi yang didapat dari berbagai pihak, pasca kematian suaminya, mobil yang dikredit di Lessing ACC itu, akan lunas dengan syarat ada surat keterangan meninggal dan surat lainnya sebagai syarat untuk lunasnya mobil tersebut.
 
Dikarenakan, mobil Daihatsu BA 8170 BU yang digunakan untuk usaha Air penyambung hidup pasca meninggal suaminya, iapun mendatangi lessing ACC dua kali. Bahkan, surat keterangan kematian dan keterangan ahli waris juga ia urus untuk syarat lunasnya mobil itu, disebabkan suaminya meninggal.
 
Sadisnya, dua kali ia langsung mengurus mobil tersebut, jawabannya yang didapat dari Lessing ACC, untuk urusan mobil tersebut, haruslah persetujuan dari Medan. Karena, ingin memperjuangan mobil peninggalan suaminya itu, iapun sabar menunggu dan dua tahun berlalu tak ada juga kabar berita dari Lessing ACC.
 
“Menyedihkan kami sekeluarga, bukannya  laporan hasil meninggalnya suaminya yang ditunggu dari Medan keluar, malah mobil peninggalan suaminya itu dirampas paksa di jalan,” katanya seraya menceritakan perampasan itu, terjadi seminggu lalu, saat sopirnya Malik membawa Air Tangki Fiber 3 ton.
 
Ia juga menceritakan perampasan yang dilakukan cukup sadis, sebab saat sopirnya membawa mobil tersebut, tiba tiba ia dihadang beberapa pengendara sepeda motor di Bukit Lampu. Mereka memaksa sopir saya turun dan membawa mobil begitu saja.” Karena takut ancaman mereka, sopir saya terpaksa menyerahkan mobil itu,” katanya sedih.
 
Setelah perampasan mobil itu, tanggal 18 Maret 2017 datang surat dari Adhira untuk penyelesaian tunggakan mobil itu dan harus datang tanggal 15 Maret 2017.” Ini terkesan ada permainan, saya disuruh datang tanggal 15 Maret, sementara surat datang tanggal 18 Maret,” katany, seraya mengatakan, yang membuat kami shoc, tiga hari yang lalu datang lagi surat pelelangan mobil itu.
 
Sebagai konsumen ia merasa dizalimi oleh Lessing ACC. Soalnya, semenjak suaminya meninggal 2 tahun lalu, ia menganggap persoalan mobil ini sudah selesai, apalagi mereka menyuruh kami menunggu hasil keputusan dari Medan.” Bukan keputusan dari Medan yang ia terima, malah mobilnya dirampas paksa,” katanya sembari menyebutkan akan melaporkan kasus perampasan ini kepihak berwajib. NV/NL
 
Top