Nusantara ~ Indonesia tercatat di peringkat lima sebagai negara dengan konsumsi rokok terbanyak di dunia. Peringkat atasnya adalah China, Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia.

Jumlah perokok di dunia terus meningkat. Data WHO 2001, sebesar 31,5 persen penduduk Indonesia merokok, dan 88 persennya penghisap kretek. Rokok kretek ini mengandung tembakau 60 - 70 persen.

Rokok sebagai penyebab utama PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), diproyeksi akan menjadi penyebab kematian ketiga terbesar di 2020. Karena itu, untuk mencegah menurunkan risiko PPOK, satu-satunya cara adalah dengan berhenti merokok.

Bagi pecandu rokok, ada program yang disebut Berhenti Merokok dalam 3 Bulan di RS Persahabatan.

"Program ini dijalankan secara multi disiplin, mulai dari konseling, penanganan gejala putus nikotin, psikoterapi, hipnoterapi dan juga pemberian obat-obatan, serta setiap dua minggu dikontrol," ujar  DR.dr. Agus Dwi Susanto,Sp.P(K),FASPR, Sekretariat umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Program berhenti merokok sifatnya individual, karena orang dengan adiksi kuat hanya perlu konseling sekali, sedangkan yang memiliki adiksi berat ditambah motivasi kurang, terkadang sampai memerlukan hipnoterapi. 

Selain itu, Agus juga membagi tips sukses berhenti merokok dengan program tersebut, selain motivasi dan niat, yang diperlukan adalah dukungan.

"Pengalaman kita orang-orang yang berhasil berhenti merokok, ada yang namanya family support yang kuat dari rumah, karena kalau di luar rumah sakit, tidak ada yang bisa memantau, orang terdekat yang bisa memberikan dukungan, yang ketiga adalah support medis dan lingkungan lain."
 
Top