N3, Persoalan pekerjaan proyek, kembali terjadi di Dinas PU Kota Padang. Masih segar di ingatan kita beberapa pekerjaan sempat menuai sorotan, sekarang kembali terjadi pada pekerjaan rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan Paket III Dinas PU Kota Padang.
Proyek yang pendanaannya bersumber dari APBD Kota Padang tahun 2016, terkesan kacau, baik pekerjaan fisik, maupun administrasi. Dari sisi administrasi, plang proyek yang wajib dipasang terkesan disembunyikan, sebab tak terlihat berapa nilai pekerjaan, tanggal mulai kontrak dan rincian lainnya. Alhasil masyarakat merasa dikibuli oleh keberadaan plang proyek yang menyimpan misteri itu.
Indikasi permainan lain yang berkaitan dengan administrasi, pekerjaan ini mulai kontrak tanggal 31 Mei 2016, namun baru dikerjakan di akhir Juli 2016. Padahal, proyek yang dikerjakan berskala besar dengan pagu anggaran mencapai Rp3 miliar. Diprediksi pekerjaan yang kacau ini akan bermasalah, terutama masalah waktu dan aneka kendala lainnya di lapangan..
Ditilik dari lokasi, pekerjaan proyek ini cukup rawan karena di sepanjang Jalan Batang Arau ini banyak aktivitas pembongkaran bangunan, sementara pekerjaan masih bersifat manual dengan galian menggunakan tenaga manusia, bukan menggunakan alat berat.
Sejumlah anggota masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan proyek tersebut, mengungkapkan, keterlambatan pekerjaan disebabkan perusahaan yang mengerjakan perusahaan asal Dumai, sehingga kesulitan menyewa alat berat dan mencari tenaga kerja, Terbukti, sudah dua bulan berjalan, hanya beberapa orang tenaga yang ada, itupun tanpa menggunaka alat berat.
“Kok, bisa perusahaan asal Dumai bisa mengerjakan proyek di Kota Padang. Wajar saja, pekerjaan terlambat dan terkendala dilapangan, terutama alat berat dan tenaga kerja,” kata Darwin, Direktur LSM ACIA yang bergerak dibidang pengawasan pekerjaan proyek dan penyalahgunaan keuangan negara, seraya mengatakan, persoalan lelang juga menjadi penyebab keterlambatan pekerjaan proyek ini, sebab ada Partai Penguasan yang membawa perusahaan asal Dumai ini.
Darwin juga mengatakan, selama ini lelang proyek yang dimainkan oleh Partai Penguasa, terkesan mengkibiri dan mengintimidasi perusahaan lokal, sebab sebagian besar proyek di Kota Padang ini dikerjakan perusahaan asal luar.”Permainan tingkat tinggi Partai Penguasa ini, juga menyebabkan kacaunya proyek trotoar di Kota Padang ini.
“Bayangkan saja, kontrak sudah berjalan dua bulan, sementara volume pekerjaan masih dibawah 10 persen. Diperparah lagi, tak ada keinginan rekanan untuk memacu pekerjaan, sebab dilapangan hanya terlihat beberapa tenaga kerja, sementara alat berat untuk menggali dan membongkar bangunan tak terlihat sama sekali,” imbuh Darwin
Darwin juga melihat, pekerjaan fisik dilapangan, juga sarat penyimpangan. Faktanya, untuk pekerjaan trotoar pemasangan paving blok untuk coran dasar dipasang diatas trotoar lama, tanpa dipecah, sehingga diragukan mutu/kualitasnya.” Ya, terkesan pekerjaan ini dipacu mengejar waktu, sehingga mengabaikan mutu dan kualitas pekerjaan,: imbuh Darwin seraya mengatakan, ia akan mengumpulkan data dan poto pekerjaan yang sarat penyimpangan ini untuk dilaporkan kepada aparat penegak hukum.
Disurati dan Dipanggil Kepala Dinas
Terkait keterlambatan pekerjaan proyek ini, kata Herman H, Kabid PSDA Kota Padang, pihaknya telah menyurat kontraktor dan Kepala Dinas PU Kota Padang telah memanggil yang bersangkutan. Dalam pertemuan itu, pihak kontraktor berjanji akan menambah tenaga kerja dan memacu pekerjaan.” Sekarang, pihak kontraktor berupaya memacu pekerjaan, sehingga selesai tepat waktu,” kata Herman.
Ia juga mengatakan, kendala dilapangan untuk pekerjaan proyek ini, tak ada sama sekali, termasuk yang akan menghambat pekerjaan. Harapan kita, denga waktu yang tersisa ini pekerjaan bisa dikebut.” Kita harapkan, pihak perusahaan bisa mendatangkan alat berat dan menambah tenaga kerja,: pinta Herman mengakhiri. NV
 
Top