Nusantaranews.net, Payakumbuh — Dukungan terhadap Aspon Dedi untuk melanjutkan kepemimpinan PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota periode 2026-2029 tidak hanya muncul karena hubungan kekeluargaan antar anggota. Sejumlah anggota PWI Muda menilai, selama kepemimpinannya, terdapat perkembangan organisasi terutama dalam aspek peningkatan kapasitas dan profesionalitas wartawan.
Sedikitnya 19 anggota PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota pemegang kartu Muda menyatakan dukungan terbuka kepada Aspon Dedi untuk melanjutkan kepemimpinan PWI Luak Limopuluah untuk periode kedua.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan tidak resmi di Sekretariat PWI Luak Limopuluah, Jalan Sudirman, Kota Payakumbuh, Selasa (22/9/2026).
Salah seorang anggota PWI, Rahmat Sitepu, mengatakan, salah satu hal yang menurutnya patut menjadi perhatian dalam melihat kepemimpinan Aspon Dedi adalah perkembangan anggota dari sisi jurnalistik.
Menurut Rahmat, organisasi wartawan tidak cukup hanya menjalankan agenda seremonial, tetapi juga harus mampu mendorong anggotanya meningkatkan kompetensi, pengetahuan jurnalistik dan profesionalitas dalam menjalankan tugas.
"Kalau kita melihat perjalanan organisasi selama saudara Popon memimpin, salah satu yang terasa adalah adanya perhatian terhadap peningkatan dan pengembangan anggota, khususnya dari sisi jurnalistik. Ini penting karena kualitas organisasi pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas dan kompetensi wartawannya," ujar Rahmat.
Ia menilai, pelaksanaan berbagai agenda peningkatan kapasitas, termasuk Uji Kompetensi Wartawan (UKW), menjadi salah satu bagian penting dari upaya tersebut.
Pada akhir 2025, sekitar 22 jurnalis mengikuti UKW yang menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong profesionalitas wartawan sekaligus pemahaman terhadap standar kompetensi jurnalistik.
"Bagi saya, UKW bukan sekadar kegiatan organisasi. Ini menyangkut bagaimana anggota PWI terus meningkatkan kapasitasnya dan memahami standar profesional dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik," katanya.
Selain pengembangan kompetensi, Rahmat juga melihat adanya upaya membangun ruang kebersamaan di antara anggota. Menurutnya, organisasi profesi membutuhkan suasana yang memungkinkan anggota berdiskusi, berkomunikasi dan saling mendukung dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Sejumlah anggota lainnya, Aking Romi Yunanda, Mahwel, Bambang Zulwadi, Debby Linmarta, Edwardi dan belasan anggota PWI Muda lainnya, juga menyatakan dukungan kepada Aspon Dedi.
Mereka mengakui bahwa sesuai ketentuan organisasi, anggota Muda belum memiliki hak suara dalam konferensi mendatang. Namun, mereka menilai tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan mengenai arah organisasi.
Selain UKW, perkembangan kegiatan PWI selama kepemimpinan Aspon Dedi juga disebut terlihat dalam kegiatan olahraga wartawan, seleksi Porwanas, serta berbagai kegiatan sosial organisasi.
Para anggota PWI Muda berharap pengalaman dan program yang telah berjalan dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan arah kepengurusan PWI Luak Limopuluah ke depan.
"Kami tidak hanya melihat siapa yang menjadi ketua, tetapi juga apa yang sudah dilakukan selama memimpin dan bagaimana dampaknya terhadap anggota. Bagi kami, peningkatan kapasitas wartawan harus tetap menjadi bagian penting dari agenda organisasi ke depan," ujar Rahmat.
Sementara itu, proses Konferensi PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota dijadwalkan berlangsung Minggu (27/9/2026).
Ketua Panitia Konferensi PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota, Farhan Faridho, sebelumnya menyebut terdapat tiga bakal calon Ketua PWI yang telah mendaftarkan diri secara resmi. Ketiganya yakni Syafri Ario, Samsir Wandi dan Aspon Dedi.
Para anggota PWI Muda berharap konferensi dapat berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan serta mengedepankan mekanisme organisasi dalam menentukan kepemimpinan PWI Luak Limopuluah periode berikutnya. (R.Sitepu)
