Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bukan Sekadar Jalan! Pengerasan 2,7 Km di TMMD ke-129 Buka Harapan Baru bagi Warga

Sunday, August 09, 2026 | August 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-09T15:28:34Z


Nusantaranews.net, Lima Puluh Kota – Pembangunan infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, terus menunjukkan progres.

Salah satu sasaran fisik yang menjadi perhatian adalah pengerasan jalan menggunakan material sirtu (sertu) sepanjang 2.550 meter. Hingga Minggu (9/8/2026), pekerjaan tersebut telah mencapai progres 20 persen.

Pengerasan tersebut merupakan bagian dari pembangunan akses jalan sepanjang 2,7 kilometer dengan lebar 7 meter. Sebelumnya, penyiapan badan jalan telah mencapai 92 persen.

Bagi masyarakat, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar pekerjaan fisik. Jalan yang semakin layak diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, memperlancar aktivitas sehari-hari serta mendukung akses masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dan berbagai kebutuhan lainnya.

Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Novriadi Nata mengatakan, pembangunan jalan melalui TMMD ke-129 bukan semata-mata pekerjaan fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya membuka akses dan peluang yang lebih luas bagi masyarakat.

“Jalan ini bukan hanya hamparan batu dan tanah yang kita kerjakan. Di balik jalan ini ada aktivitas masyarakat, ada hasil pertanian yang harus dibawa keluar, ada anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan, dan ada harapan masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” ujar Dandim.

Menurutnya, pengerasan jalan sepanjang 2.550 meter tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan akses yang nantinya diharapkan mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Yang paling penting dari TMMD bukan hanya berapa persen pekerjaan yang sudah selesai, tetapi bagaimana kita membangun sesuatu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Karena itu, setiap pekerjaan kita lakukan dengan sungguh-sungguh agar hasilnya dapat dirasakan dan digunakan dalam jangka panjang,” katanya.

Pekerjaan tersebut juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong. Sebanyak 110 personel TNI, lima personel Polri dan enam masyarakat tercatat terlibat dalam pelaksanaan kegiatan pada 9 Agustus 2026.

Dandim mengapresiasi dukungan masyarakat dan seluruh pihak yang ikut bergotong royong dalam pelaksanaan TMMD.

“TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat berada dalam satu tujuan. Kita bekerja bersama, bahu-membahu. Inilah kekuatan TMMD, karena pembangunan akan menjadi lebih bermakna ketika masyarakat ikut terlibat di dalamnya,” ungkapnya.

Menurut Dandim, jalan yang dibangun diharapkan tidak hanya mempermudah perjalanan warga, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

“Semoga jalan ini kelak menjadi jalan yang membawa manfaat, bukan hanya untuk perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menjadi jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Selain pengerasan jalan, sejumlah sasaran fisik TMMD ke-129 juga menunjukkan kemajuan signifikan. Penurunan elevasi jalan sepanjang 400 meter, pemasangan lima titik gorong-gorong, pemasangan batu sepanjang 100 meter serta pembangunan tujuh unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masing-masing telah mencapai 100 persen.

Sementara itu, pembangunan Tugu TMMD telah mencapai 75 persen.

Program tambahan juga terus berjalan, di antaranya ketahanan pangan seluas satu hektare yang telah mencapai 100 persen, TNI Manunggal Air Bersih 89 persen, serta sejumlah kegiatan sosial seperti pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, bazar murah, penanaman pohon dan pembersihan lingkungan yang telah rampung.

Dengan progres tersebut, pengerasan jalan diharapkan terus berjalan sesuai target sehingga nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai akses yang lebih baik, aman dan mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi warga.

Lebih dari sekadar membangun jalan, TMMD ke-129 menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan dapat dilakukan melalui kebersamaan. TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat bergandengan tangan menghadirkan infrastruktur yang diharapkan menjadi penghubung antara mobilitas, aktivitas ekonomi dan harapan masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik. (R.Sitepu)
×
Berita Terbaru Update