Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Suran Tanjung Anom Semarak, Wayang Kulit Semalam Suntuk Satukan Warga Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

Tuesday, July 14, 2026 | Tuesday, July 14, 2026 WIB



Nusantaranews.net,Suran Tanjung Anom Semarak, Wayang Kulit Semalam Suntuk Satukan Warga Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

PRINGSEWU (Nusantaranews.net)Bandar Lampung Tradisi Bersih Pekon (Suran) di Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, kembali menjadi magnet bagi masyarakat. Ribuan warga tumpah ruah memadati Lapangan Sepak Bola Pekon Tanjung Anom pada Senin (13/7/2026) untuk mengikuti rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang dipadukan dengan tradisi tahunan tersebut.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga dini hari itu dihadiri unsur Forkopimcam Ambarawa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, aparatur pekon, serta warga dari berbagai kalangan.

Suasana khidmat mengawali pelaksanaan Suran melalui doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT sekaligus memanjatkan doa bagi para leluhur, pejuang, dan pendiri Pekon Tanjung Anom yang telah mewariskan semangat persatuan dan kebersamaan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian yang mengajak masyarakat memperkuat keimanan dan menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Memasuki malam, nuansa kepedulian semakin terasa saat panitia menyerahkan santunan kepada warga yang membutuhkan. Momen itu menjadi simbol bahwa tradisi Suran bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga menguatkan semangat berbagi kepada sesama.

Puncak kemeriahan berlangsung saat dua dalang, Ki Radiwan Lesus dan Ki Panji Hadi Suwito, membawakan lakon "Bima Neges" dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Tepuk tangan dan sorak penonton mengiringi jalannya pertunjukan yang menjadi hiburan sekaligus media pelestarian budaya Jawa yang masih hidup di tengah masyarakat Tanjung Anom.

Kepala Pekon Tanjung Anom, Muhyidin, mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan sehingga berjalan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.

"Terima kasih kepada Forkopimcam Ambarawa, panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, para pemuda, serta seluruh warga yang telah bersama-sama menyukseskan Bersih Pekon tahun ini. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi modal utama membangun Pekon Tanjung Anom agar semakin maju, rukun, dan sejahtera," ujarnya.

Menurut Muhyidin, tradisi Bersih Pekon harus terus dipertahankan sebagai warisan budaya sekaligus momentum mempererat silaturahmi antarmasyarakat.

"Melalui kegiatan ini kita ingin menjaga nilai gotong royong, memperkuat persatuan, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya leluhur kepada generasi muda. Semoga Pekon Tanjung Anom selalu diberikan keberkahan, keamanan, kemajuan, dan kesejahteraan," harapnya.

Lebih dari sekadar hiburan rakyat, pagelaran wayang kulit yang berlangsung hingga dini hari menjadi bukti bahwa tradisi dan budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Di tengah derasnya arus modernisasi, Suran Tanjung Anom terus menjadi ruang yang menyatukan nilai religius, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya dalam satu perayaan yang penuh makna.(R.Guntoro)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update