Nusantaranews.net, Limapuluh Kota – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Zaimar Hakim, S.H., menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Kampung Siaga Bencana (KSB) yang diselenggarakan Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota di Kecamatan Suliki, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari pilar-pilar sosial, relawan, serta unsur masyarakat yang dipersiapkan sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana di tingkat nagari.
Dalam paparannya, Zaimar Hakim menekankan pentingnya penerapan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) agar seluruh unsur yang terlibat memiliki pola koordinasi yang jelas ketika bencana terjadi.
> "Dalam situasi bencana, kecepatan dan koordinasi menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena itu, seluruh unsur harus bergerak dalam satu komando agar penanganan berjalan efektif dan penyelamatan masyarakat dapat dilakukan secara optimal," ujar Zaimar.
Ia menjelaskan, saat status Tanggap Darurat Bencana ditetapkan, BPBD memiliki kewenangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan untuk mengoordinasikan seluruh sumber daya dalam penanganan darurat. Hal tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008.
Melalui sistem komando tersebut, berbagai tahapan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara terpadu, mulai dari kaji cepat, evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi bersama Dinas Sosial, hingga pemulihan sarana dan prasarana vital.
Meski demikian, Zaimar mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti keterbatasan peralatan, jumlah sumber daya manusia terlatih, serta dukungan anggaran penanganan darurat di daerah.
"Sinergi yang dibangun melalui Kampung Siaga Bencana menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas masyarakat. Dengan kerja sama seluruh pihak, kita optimistis kesiapsiagaan daerah akan semakin baik," katanya.
Pada kesempatan itu, Zaimar juga mengingatkan bahwa mitigasi bencana, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan edukasi masyarakat, merupakan investasi jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana.
Ke depan, BPBD Limapuluh Kota akan terus mendorong penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas relawan hingga tingkat nagari, serta pengembangan sistem peringatan dini sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Limapuluh Kota yang tangguh terhadap bencana. (R.Sitepu)

No comments:
Post a Comment