Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Solusi Hakiki Pendidikan

Tuesday, July 07, 2026 | Tuesday, July 07, 2026 WIB



Oleh
Tsabita (Pegiat Literasi)

Tahun ajaran baru 2026 telah dimulai, jutaan anak Indonesia bersiap memasuki momen yang penuh harapan. Orang tua berharap anaknya sekolah dengan baik, semantara anaknya berharap meraih masa depan yang sukses, namun kondisi sistem saat ini tidak menjamin hal itu, Berbagai polemik menyentuh seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi, tidak sedikit orang tua mengalami kesulitan mencari sekolah berkualitas dan terjangkau bagi anaknya, tidak semua anak merasakan Pendidikan yang layak. 

Setiap pergantian tahun masalah di dunia pendidikan terus berulang. Seperti berita kemiskinan menyebabkan banyak orang tua di Kupang, Nusa Tenggara Timur, kesulitan menyediakan peralatan sekolah, sehingga banyak yang mencari seragam bekas dan memilih dengan berutang demi memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. (www.kompas.com/24/6/2026)). 

Seperti biaya seragam sekolah yang mahal mengakibatkan orang tua terbebani. Padahal sudah jelas ada peraturan pemerintah (PP) No. 17 Tahun 2010 pasal 181 tentang larangan keras menjual buku pelajaran, perlengkapan bahan ajar, dan pakaian seragam. Belum lagi biaya pendidikan mahal, fasilitas minim, sistem zonasi yang menimbulkan berbagai masalah dan lain sebagainya. apa jadinya jika Pendidikan saat ini dijadikan sebagai komoditas untuk meraup keuntungan, sementara masyarakat mengalami kesulitan.

 *Pendidikan di Sistem Kapitalis-Sekuler* 

Pendidikan adalah kebutuhan dasar manusia. Namun realitas pendidikan saat ini (Sistem Kapitalis-Sekuler) seolah makin bergeser tujuannya, pendidikan yang seharusnya menjadi pondasi dalam membangun peradaban dengan lahirnya generasi hebat dan tangguh dalam membawa visi mulia, menjadi sarana mencapai tujuan-tujuan materi semata. Pendidikan saat ini seolah hanya dipandang sebagai alat produksi tenaga kerja. membentuk generasi yang berorientasi materi, dan lebih fokus mencetak lulusan yang siap kerja sesuai kebutuhan industri. 
       
Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan telah menjadikan pendidikan tidak berfokus lagi pada pembentukan manusia yang berkepribadian mulia, Kurikulum lebih fokus menekankan pencapaian nilai akademik dan keterampilan. 

Dalam Sistem Kapitalis, pendidikan diarahkan untuk menjadi tenaga kerja yang siap memenuhi kebutuhan pasar industri. Akibatnya standar keberhasilan pendidikan diukur dari seberapa besar lulusan mampu bersaing secara ekonomi. sistem ini telah merubah fungsi Pendidikan yang seharusnya membentuk generasi peradaban mulia menjadi alat komersialisasi ekonomi kapitalis. 

Sistem ini juga menjadikan pendidikan sebagai alat komersialisasi, mahalnya biaya Pendidikan, mengakibatkan munculnya kesenjangan akses Pendidikan berkualitas antara masyarakat mampu dan kurang mampu. 

 *Pendidikan di Sistem Islam* 

Pendidikan merupakan kebutuhan pokok yang harus dijamin negara, Pendidikan dalam Islam akan menentukan visi misi yang selaras dengan tujuan membentuk kepribadian sesuai akidah Islam. Generasi dididik dengan pola pikir dan perilaku yang islami juga penguasaan ilmu terapan yang dibutuhkan. sehingga terbentuk generasi mulia yang bukan hanya cerdas secara akademik memahami jati dirinya sebagai seorang muslim yang bertakwa, serius dalam menuntut ilmu, dan lahir generasi shalih yang memiliki kompetensi baik menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Islam membentuk manusia yang ahli ilmu dunia dan akhirat dengan menjadikan akidah sebagai fondasi pendidikan. Sejak awal, seorang muslim dididik untuk memahami bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah dan bentuk ketaatan kepada Allah. Dengan fondasi ini, ilmu tidak dipelajari sekadar untuk mencari pekerjaan, jabatan, atau keuntungan materi, tetapi untuk memberi manfaat bagi umat.

Dalam Islam, biaya pendidikan gratis. Negara akan mengelola sumberdaya alam (SDA) yang berlimpah yang merupakan kepemilikan umum yang dikelola oleh negara dan pendapatannya adalah untuk kesejahteraan rakyat. Rasulullah SAW. Bersabda “kaum muslim berserikat dalam tiga hal yakni air, padang rumput dan api” (HR. Abu Dawud)
Negara tidak akan membiarkan asing maupun swasta dalam mengelolanya. Dari hasil sumberdaya alam (SDA) yang melimpah akan masuk pada pos harta milik umum (Baitul mal) dengan itu negara akan memfasilitasi segala kebutuhan rakyat. kebutuhan primer seperti sandang, pangan, papan, dan akan terjamin, pembangunan, Pendidikan, dan Kesehatan gratis.

Islam menyediakan sistem pendidikan yang terarah dan berkualitas. Negara bertanggung jawab menyiapkan kurikulum, fasilitas, guru terbaik, dan pembiayaan penuh agar setiap individu dapat mengembangkan potensinya. Negara juga memetakan kebutuhan umat sehingga lahir para ahli di bidang yang memang dibutuhkan masyarakat.

Negara Islam sebagai negara yang berdaulat, mandiri dalam mengelola pendidikan tinggi, tidak tergantung pada tekanan baik dalam negeri maupun luar negeri karena bersandar kepada Syariat kemandirian inilah yang melahirkan kebijakan pendidikan yang fokus pada kemajuan ilmu dan membangun peradaban. karena tugas pokok negara dalam Islam adalah melayani rakyatnya. Dan ini sudah menjadi kewajiban negara sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Imam (khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggungjawab terhadap rakyatnya. (HR. Ahmad). Wallahu a’lam bishawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update