Oleh : Fitri
Tahun ajaran baru merupakan momen terhoror bagi sebagian besar para orangtua di Indonesia. Bukan tanpa alasan, in this ekonomi yang serba mahal, dan tidak mudah, para orangtua diberi beban tambahan dengan berbagai pembiayaan sekolah anak.
Mulai pelunasan administrasi, biaya daftar ulang, pembelian alat tulis, serta keperluan sekolah lainnya semuanya datang hampir secara bersamaan. Orang tua mulai berfikir keras, serta berupaya agar mereka dapat memenuhi seluruh kebutuhan sekolah anak.
Tidak sampai di situ saja, sistem zonasi serta perubahan sistem SPMB di Jawa Barat pada tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya, tidak kalah membuat beban orangtua dan anak bertambah. Perlu digarisbawahi bahwa, tidak ada sekolah yang berkualitas baik dengan harga yang murah di Indonesia saat ini. Bahkan untuk memilih sekolah yang berkualitas tinggi, orangtua harus merogoh kocek yang sangat dalam.
Ironis memang di negara yang kaya raya ini, rakyat masih di jajah dengan kebutuhan mendasar.
Bukankah kita sudah merdeka?. Mengapa hal ini bisa terjadi? faktanya, negara tidak hadir sebagai pengurus rakyat, yang menjamin masa depan anak bangsa, dan mendorong dunia pendidikan menjadi sektor yang unggul.
Bukan hanya itu saja, sistem pengelolaan keuangan di dunia pendidikan, tidak ubahnya seperti aktifitas jual beli antara pihak sekolah dan orang tua. Hal ini sangat disayangkan sekali, karena tidak sesuai dengan citra dunia pendidikan yang seharusnya. Sangat terbayang betapa semrawutnya sistem pendidikan di Indonesia saat Ini.
Lalu apakah ada solusi hakiki untuk perubahan besar pada sektor pendidikan saat ini?. Pada Hari ini, sebagian besar ummat tidak mengetahui bahwa Islam telah hadir dengan berbagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan, termasuk di dunia pendidikan.
Di dalam sistem Islam, pendidikan adalah sektor yang sangat penting, Islam menetapkan bahwa pendidikan adalah hak setiap rakyat yang wajib di sediakan oleh negara. Islam juga mengharamkan negara melepas tanggung jawab sebagai "periayah" rakyat, dan melayani rakyat dengan sepenuh hati.
Pembiayaan yang besar untuk sektor pendidikan bersumber dari Baitul maal, pos kepemilikan umum, sehingga pendidikan gratis terwujud dan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat. Dan yang terakhir, Islam akan mewujudkan pendidikan berkualitas terbaik dan merata disetiap wilayah, sehingga setiap warga mendapatkan hak pendidikan sepenuhnya.
Wallahua'lam.

No comments:
Post a Comment