Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Zionis Tidak Terkendali, Dunia Tak Bersuara

Saturday, June 13, 2026 | Saturday, June 13, 2026 WIB





Oleh Dra. Rahma

Aktivis Muslimah


Degradasi dilakukan oleh kaum Zionis terhadap umat Muslim Palestina kini telah melampaui batas kemanusiaan. Di tengah Gaza yang terus membara, penderitaan tidak hanya dialami mereka yang hidup, tetapi juga mereka yang telah meninggal.

Warga sipil dibunuh tanpa pandang bulu, termasuk anak-anak yang tak berdaya. Bahkan jenazah para korban pun tidak dibiarkan tenang, dilarang dimakamkan di tanah kelahirannya sendiri, sementara makam-makam dibongkar  dan dipindahkan secara paksa, seolah identitas serta hak mereka atas tanah itu ingin dihapus dari sejarah.

Penguasaan wilayah oleh Zionis terus meluas, disertai persiapan serangan baru untuk memperbesar pendudukan. Akibatnya, ruang hidup rakyat Palestina smakin sempit dan mereka terusir dari tanah leluhur sendiri. Kaum Zionis juga mengabaikan kesepakatan gencatan senjata dan terus menyerang Gaza dukungan politik, militer, serta keuangan dari Amerika Serikat. Sikap Zionis yang kian menggila dinilai untuk memperluas pendudukan sekaligus melemahkan rakyat Palestina secara sistematis. Para pekerja pers turut menjadi sasaran agar kejahatan yang terjadi tidak diketahui dunia. Dunia internasional dan umat Muslim tidak seharusnya terus berdiam diri terhadap tragedi ini. Namun, dunia justru cenderung tak bersuara saat penderitaan rakyat Palestina terus berlangsung. Sikap diam hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina.

Akar persoalan Palestina terletak pada pendudukan Zionis atas tanah milik rakyat Palestina. Selama pendudukan itu masih ada, penindasan dan pembantaian akan terus berulang. Karena itu, keadilan dan kedamaian hanya dapat terwujud jika rakyat Palestina kembali memperoleh hak hidup, keamanan, dan kedaulatan atas tanah mereka sendiri. Para pemimpin lebih dari 50 negara berpenduduk Muslim hingga hari ini belum tergerak untuk berjihad membebaskan Palestina, karena masih terbelenggu oleh paham nasionalisme yang telah lama mengikis dan melemahkan ikatan ukhuwah islamiah di antara sesama umat. Padahal, pembebasan Palestina sejatinya menuntut adanya ukhuwah islamiah yang hakiki, yang terwujud dalam bentuk persatuan seluruh umat Islam di dunia untuk bangkit berjihad demi kebenaran. Ikatan persatuan yang kokoh dan menyeluruh ini hanya dapat terwujud serta berjalan secara efektif melalui keberadaan khilafah, satu-satunya institusi yang mampu mempersatukan seluruh umat Islam di bawah satu kepemimpinan, untuk membela tanah air yang terjajah dan menegakkan keadilan sesungguhnya.

Penegak khilafah merupakan satu-satunya jalan nyata yang akan mampu menghentikan pendudukan serta aksi genosida yang dilakukan entitas Zionis terhadap rakyat Palestina. Di bawah kepemimpinan Islam, tanah Palestina akan dikembalikan seutuhnya kepada pemilik aslinya, yaitu rakyat Palestina yang sah. 

Selain membebaskan tanah air, khilafah juga akan menjalankan fungsi riayah atau pemeliharaan penuh terhadap seluruh warga Palestina, memastikan mereka dapat hidup dengan aman, sejahtera, bermartabat, dan kembali menjalani kehidupan yang mulia sesuai hak asasi manusia. Oleh karena itu, agenda utama dan prioritas terbesar (qadhiyah masiriyah) bagi seluruh umat Islam hari ini adalah berjuang menegakkan kembali khilafah. 

Institusi inilah yang nantinya akan mengerahkan seluruh kekuatan militer yang ada di dunia Islam untuk bangkit berjihad demi satu tujuan mulia: membebaskan Palestina sepenuhnya, serta menghapuskan keberadaan entitas Zionis dari muka bumi ini, agar keadilan dan kedamaian dapat tegak kembali di tanah yang suci tersebut.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update