Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gencatan Senjata bukan Solusi, Palestina Tuntas dengan Jihad

Saturday, June 27, 2026 | Saturday, June 27, 2026 WIB



Oleh. Oktavia (Aktivis Muslimah)

Narasi perdamaian rakyat Palestina terdengar merdu namun sejatinya sangat memuakkan hati. Angan-angan kosong itu senantiasa dinarasikan kepada rakyat Palestina juga kepada kaum muslimin di negeri lain yang berharap rakyat Palestina segera merdeka.


Narasi perdamaian yang disampaikan lewat meja diplomasi global terbukti sebagai angan-angan kosong belaka. Fakta yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa Israel kembali mengkhianati hasil gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) sejak Oktober 2025. Isreal telah menumpahkan darah pejuang Palestina lebih dari 1.000 jiwa sejak gencatan senjata bulan Oktober 2025, Al-Jazeera.com (18 Juni 2026).


Zionis terus memikirkan berbagai cara untuk menduduki tanah Palestina, sekalipun ia harus melakukan pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan secara sistematis. Sementara AS sebagai penjamin dan sponsor utama Zionis terus memberikan mereka bantuan dengan cara mereka. Dalam ResponsibleStatecraft.org (17 Juni 2026) menuturkan bahwa "..upaya mengakhiri bantuan militer AS kepada Israel sebenarnya bukanlah rencana untuk mengakhiri dukungan Amerika terhadap agresi Israel di Timur Tengah. Ini justru gerbang awal guna melindungi hubungan AS-Israel dari pengawasan publik..".


Watak Asli Penjajah 


Melihat realitas yang terjadi pada Palestina-Israel yang melakukan genjatan senjata, nyatanya bukan menjadi solusi demi mewujudkan perdamaian sejati. Ini hanya sebagai cara untuk mengalihkan opini publik kepada Israel yang menjajah palestina, selain itu israel juga semakin mempunyai ruang untuk membangun kekuatan militernya kembali.


Berharap kepada AS (Amerika Serikat) guna menjadi mediator konflik adalah sebuah kesalahan besar. Nyatanya dana dan persenjataan yang dimiliki oleh Israel adalah hasil sponsor dari AS. untuk itu semakin jelas keberpihakan AS kepada Israel, Palestina ataukah hanya mementingkan kepentingannya semata?


Menggantungkan nasib umat Islam kepada institusi global atau negara-negara sekuler Barat adalah kesalahan fatal yang justru melanggengkan penjajahan di atas tanah Palestina.


Akar masalah yang terjadi di Palestina bukanlah pelanggaran genjatan senjata semata, melainkan ada yang lebih besar yaitu ketidaan junnah (perisai) yang mampu melindungi dan menjaga kehormatan kaum muslimin.


Solusi Islam untuk Masalah Palestina 


Solusi demi solusi sudah dijalankan guna mendamaikan Palestina-Israel, nyatanya tidak juga membuahkan hasil yang berarti, terlebih kepada rakyat Palestina. Kedzaliman terus dirasakan oleh rakyat Palestina karena ulah kafir penjajah, terlebih didukung oleh sekutu yang sama bencinya terhadap Islam. Untuk itu kita tidak boleh lagi berharap dan mempercayakan nasib rakyat Palestina kepada kafir penjajah.  Tidak lagi tertipu dengan perjanjian dan solusi buatan barat. Sudah saatnya kita mengambil solusi Islam dalam setiap masalah hidup kita, terutama dalam menyelesaikan masalah Palestina ini.


Selain itu, kita dapat mengambil solusi Islam dalam menyelesaikan masalah penjajah kepada kaum muslimin, didalam Islam terdapat syariat Jihad FII Sabilillah untuk melawan dan mengusir penjajah yang mana hukumnya adalah wajib.


Dalam surat Al-Hajj Ayat 39: "Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu."

Surah At-Tawbah Ayat 14: "Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka, serta memenangkanmu atas mereka...". 


Seruan Jihad serupa juga pernah dilakukan oleh ulama dan pahlawan Indonesia dalam mengusir kafir penjajah, tepatnya dipelopori oleh KH. Hasyim Asy'ari dalam resolusi Jihad. Dan hasilnya nyata, kafir penjajah tunggang langgang meninggalkan Indonesia. Hal serupa sangat bisa dilakukan oleh kaum muslimin yang bersatu padu dalam satu pergerakan militer yang kuat guna mengusir Israel dan sekutu. 


Jihad FII Sabilillah bisa semakin kuat dampaknya jika dapat memobilisasi kekuatan kaum muslimin dalam satu kekuatan. Untuk itu umat harus bergerak bersama untuk memperjuangkan kembalinya kekuatan itu. Hanya khilafah yang mampu menyatukan kaum muslimin guna menegakkan benteng politik yang akan membebaskan negeri Palestina dari cengkraman kafir zionis Laknatullah. 


Wallahu a'lam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update