Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Ibadah Haji Menuju Persatuan Hakiki

Sunday, June 28, 2026 | Sunday, June 28, 2026 WIB




Oleh Iim
Muslimah Peduli Umat


Nusantaranews.net, Setiap kali datang bulan Dzulhijah, kita akan selalu diingatkan dengan dua sosok yang agung, yakni Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Dari kedua utusan Allah SWT ini kita juga diingatkan dengan dua peristiwa besar dalam Islam, yakni ibadah haji dan kurban.  

Ibadah haji merupakan ibadah yang dilakukan umat Muslim sedunia bagi yang mampu. Di sanalah umat Muslim berkumpul dan beribadah tanpa ada sekat-sekat perbedaan. Seperti perbedaan negara, suku, bahasa, warna kulit, dan sebagainya. Umat Muslim bersatu walaupun dari berbagai penjuru negeri yang berbeda-beda. 

Itulah ukhuwah Islam, persatuan yang lahir dari akidah. Tampa membeda-bedakan asal usul wilayah, umat Muslim bersatu tanpa bercerai-berai. Namun tak bisa dipungkiri, persatuan itu hanya hadir tatkala pelaksanaannya ibadah haji. Sesudah selesai pelaksanaan ibadah haji, persatuan itu akhirnya tercerai-berai kembali. Kaum Muslim kembali ke negara dan wilayahnya masing-masing. Ikatan kesatuan itu seolah kembali pudar, berjalan masing-masing, karena tak adanya pemersatu.

Haruskah persatuan kaum Muslim itu hanya hadir tatkala ibadah haji? bisakah kaum Muslim bersatu bak satu tubuh?

Tidak dipungkiri, sekat-sekat negara bangsa telah mencerai-beraikan ukhuwah persatuan kaum Muslim di dunia. Bahkan setelah kembali ke negaranya masing-masing, melihat kaum Muslim yang lain bak orang asing. Bahkan tak sedikit yang saling menghina antar sesama Muslim, atau tidak ada rasa empati terhadap nasib kaum Muslim yang lain. Padahal kaum Muslim yang satu dan yang lain ibarat satu tubuh, yang jika ada anggota tubuh yang lain merasa sakit, maka anggota tubuh yang lain pun harusnya ikut merasa sakit. 

Dalam sistem kapitalis, persatuan umat Islam pada era sekarang sangat lemah, akibat dari kepentingan geopolitik global. Krisis kemanusiaan di Gaza Palestina menjadi salah satu contoh nyata lemah dan buruknya solidaritas politik dunia Islam. Ribuan warga sipil, wanita hamil, banyak perempuan tak berdosa, anak-anak  yang tak berdosa dibunuh oleh para zionis Israel.Infrastruktur di hancurkan. Blokade yang teramat berkepanjangan menimbulkan penderitaan yang berkepanjangan.

PBB sebagai lembaga internasional seakan akan  abai dan tidak peduli. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah  juga memperlihatkan kompleksitas hubungan antar negarauslim. Konflik yang melibatkan negara  Iran, Israel dan Amerika Serikat. Negara negara arab diam, tidak membantu negara Iran, padahal negara negara Timur Tengah masih satu kawasan,dan negara negara mereka mayaritas muslim. Negara Timur Tengah hanya memprioritaskan dan mengamankan negara negara mereka sendiri karena diselimuti kepentingan politik regional maupun politik global.

Pelaksanaan ibadah haji hanya sebagai ibadah ritual tanpa diresapi ke dalam hati, pelaksanaan ibadah haji sebagai ajang untuk flexing, tanpa mengetahui makna dan hakikat bahwa ibadah haji itu adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan dan perintah dari Alloh SWT. Apalagi kita hidup dalam sistem kapitalis, orang yang  banyak uang bisa berangkat ke Baitullah berkali-kali asalkan mampu untuk membayar ongkosnya, orang yang kaya bisa dengan mudah  mendaftar sebagai haji furoda. Berbeda dengan masyarakat yang mendaftar haji biasa, mereka harus menunggu lama, untuk mendapatkan giliran untuk berangkat ke tanah suci dan harus menabung sedikit sedikit dari rupiah yang mereka kumpulkan.

Dalam sistem Islam, pelaksanaan ibadah haji dalam sistem Islam bukan hanya sebagai ibadah ritual saja, tetapi sebagai wujud nyata kita sebagai manusia yang lemah dan tak berdaya betapa kecilnya manusia dihadapan Allah SWT. Dalam Islam pelaksanaan ibadah haji memiliki beberapa simbol diantaranya: simbol ketaatan, simbol pengorbanan, simbol persatuan. 

1.Ibadah haji sebagai simbol ketaatan: ibadah haji merupakan salah satu syariah yang agung dalam Islam, rangkaian pelaksanaan ibadah haji mengajarkan bahwa seorang muslim harus tunduk dan patuh kepada Allah SWT, melaksanakan semua perintah Allah SWT dan meninggalkan semua larangan Allah SWT.

2.Pelaksanaan ibadah  haji sebagai simbol pengorbanan: sebagai umat muslim yang melaksanakan ibadah haji harus rela dan ikhlas mengorbankan harta, tenaga, waktu dan kenyamanan demi memenuhi panggilan Allah SWT. Nabi Ibrahim yang telah rela mengorbankan putra semata wayangnya untuk di sembelih, walau hati sangat berat. Seorang muslim yang melaksanakan ibadah haji harus memakai pakaian ihrom yang sangat sederhana hal ini menandakan, seorang muslim harus melepas atribut dunia harus dilepaskan seperti pangkat, kedudukan, kebanggan  diri, kekayaan, status sosial. Semua jamaah haji kedudukannya sama di hadapan Allah SWT. 

Nilai pengorbanan ini mengingatkan manusia bahwa hidup di dunia ini tidak boleh sombong dan lalai kepada Allah SWT, ingat tujuan manusia hidup didunia ini mengharap rida Allah SWT, tujuan akhir hidup manusia diakhirat adalah surga. 

3.Pelaksanaan ibadah haji sebagai Simbol Persatuan: artinya adalah umat muslim di seluruh dunia bersatu dari berbagai negara,  dengan berbagai bahasa dan warna kulit, berkumpul di mesjid haram dengan tujuan yang sama, yaitu beribadah kepada Allah SWT. Seluruh kaum muslim melebur menjadi satu, tanpa melihat status sosial, jabatan, suku bangsa, warna kulit dan bahasa. Mereka semua menghamba kepada yang satu, yaitu Allah SWT .
 
Momentum ini menunjukkan bahwa umat Islam bersaudara, yang menyatukan mereka adalah akidah. 
Momentum ini juga menunjukkan bahwa Islam sebagai pondasi persatuan muslim sedunia, tanpa sekat nasionalisme. Dalam Islam yang ada justru melahirkan rasa solidaritas politik dan peradaban Islam di dunia yang terhubung oleh akidah, hukum dan budaya intelektual yang sama. Amiin...

Wallahu a’lam bi sawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update