Oleh Ati Gumiati
Setiap tahun, jutaan orang pulang ke kampung halaman. Namun taknlama setelah itu, banyak dari mereka kembali ke kota, bahkan membawa sanak saudara untuk ikut mencari peruntungan. Fenomena ini sudah seperti cerita lama yang terus berulang.
Dibalik itu, ada realita yang perlu kita renungkan. Mengapa desa tidak lagienjadi tempat yang cukup menjanjikan? Mengapa begitu banyak orang merasa harus pergi jauh untuk sekedar mendapatkan kehidupan yang layak?
Kota memang menawarkan lebih banyak peluang. Tapi disisi lain, kota juga semakin padat, mahal dan penuh persaingan. Sementara desa perlahan kehilangan generasi mudanya. Ini bukan sekadar pilihan pribadi, tapi tanda adanya ketimpangan yang belum terselesaikan.
Seharusnya, dimana seseorang tinggal, iya tetap harus bisa hidup layak. Desa punya potensi besar, mulai dari pertanian hingga sumber daya alam. Sayangnya potensi ini belum dikelola secara optimal.
Dalam Islam , pemimpin memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan seluruh rakyatnya. Artinya, pembangunan tidak boleh hanya berpusat dikota, tetapi harus menjangkau hingga ke desa.
Mungkin sudah saatnya kita tidak lagi menganggap urbanisasi sebagai hal biasa. Karena dibaliknya, ada pesan penting: masih ada ketidakadilan yang perlu diperbaiki.
No comments:
Post a Comment