Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pelajar Terseret Narkoba: Alarm Keras bagi Masa Depan Generasi

Saturday, April 11, 2026 | Saturday, April 11, 2026 WIB Last Updated 2026-04-11T03:42:22Z




Oleh. Ummu Aura
Komunitas Muslimah Peduli Umat

​Kasus pelajar yang terlibat dalam peredaran narkoba kembali mencuat dan menyisakan keprihatinan mendalam. Di Desa Kangga, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, aparat kepolisian menangkap dua orang terduga pengedar sabu berinisial SH (26) dan KF yang masih berstatus pelajar. Barang haram tersebut bahkan disembunyikan di dalam tanah di samping rumah. Di tempat lain, tepatnya di Kendari, Sulawesi Tenggara, seorang pelajar berinisial HS (19) juga diringkus karena menyimpan puluhan paket sabu yang tersebar di berbagai lokasi.


​Fakta ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, melainkan sinyal kuat adanya persoalan mendasar dalam pembinaan generasi muda. Fenomena ini menunjukkan bahwa pelajar, yang seharusnya berada dalam fase menimba ilmu dan membangun masa depan, justru terjerumus dalam aktivitas yang merusak diri dan masyarakat. Lebih dari itu, keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran narkoba menandakan adanya celah besar dalam sistem yang seharusnya melindungi dan membimbing mereka.


​Akar Kegagalan Sistemik

​Salah satu akar persoalan dapat dilihat dari lemahnya pembinaan moral dan spiritual dalam kehidupan generasi muda. Dalam sistem kehidupan yang cenderung sekuler, agama kerap diposisikan sebatas urusan pribadi, bukan sebagai landasan dalam berpikir dan berperilaku. Akibatnya, banyak pelajar kehilangan pegangan nilai yang kokoh. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang lebih menekankan pencapaian materi dan kebebasan tanpa batas, namun minim kontrol terhadap aspek akhlak dan tanggung jawab.


​Di sisi lain, sistem pendidikan saat ini sering kali lebih berfokus pada aspek akademik dan keterampilan teknis, sementara pembentukan karakter belum menjadi prioritas utama. Ketika pendidikan gagal menanamkan nilai benar dan salah secara mendalam, pelajar menjadi lebih rentan terhadap pengaruh negatif, termasuk godaan narkoba. Selain itu, penegakan hukum yang ada saat ini belum sepenuhnya memberikan efek jera, sehingga peredaran narkoba tetap berlangsung dan bahkan menyasar kalangan pelajar secara masif.


​Sinergi Keluarga, Masyarakat, dan Negara

​Menyalahkan sistem semata tentu tidaklah cukup; perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Orang tua memiliki peran krusial dalam membentuk kepribadian anak melalui penanaman nilai agama sejak dini serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang tumbuh dengan kasih sayang dan bimbingan yang tepat akan memiliki benteng diri yang lebih kuat.


​Selain keluarga, masyarakat juga memegang tanggung jawab besar. Lingkungan sosial yang kondusif sangat berpengaruh terhadap perkembangan generasi muda. Budaya saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar ma'ruf nahi munkar) perlu dihidupkan kembali agar perilaku menyimpang remaja dapat ditekan sejak dini.


​Di tingkat negara, diperlukan kebijakan yang lebih tegas dan komprehensif. Penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi, terutama terhadap bandar dan pengedar. Negara juga harus memastikan bahwa sistem pendidikan yang diterapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.


​Penutup

​Kasus pelajar yang menjadi pengedar narkoba adalah tamparan keras bagi semua pihak. Ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan cerminan dari sistem yang belum sepenuhnya mampu menjaga generasi. Masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas generasinya hari ini. Oleh karena itu, upaya penyelamatan generasi muda dari jerat narkoba harus menjadi prioritas bersama. Dengan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan negara, harapan untuk melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing akan menjadi kenyataan.

Wallahu a’lam bish-shawab


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update