Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Guru Semakin Kehilangan Wibawa, Krisis Moral Generasi Muda

Thursday, April 30, 2026 | Thursday, April 30, 2026 WIB Last Updated 2026-04-30T12:23:50Z



Oleh. Wanti Ummu Nazba 
Muslimah Peduli Ummat 



"Terima kasih, Guru, atas kesabaran dan ilmu yang engkau tanamkan. Engkau adalah pelita yang menerangi jalan kami."  Begitulah kiranya kata kata bijak atau kata kata mutiara yang disampaikan dari seorang murid kepada gurunya.


Sabgat disayangkan belakangan ini media sosial diramaikan oleh sebuah video yang memperlihatkan perilaku tidak sopan sejumlah siswa terhadap guru di dalam kelas. Dalam rekaman tersebut, para siswa tampak mengejek bahkan menunjukkan gestur jari tengah yang jelas merupakan bentuk pelecehan terhadap sosok yang seharusnya dihormati (detikJabar, 20/4/2026).


Pihak sekolah telah memberikan sanksi berupa skorsing selama 19 hari. Namun, menurut Dedy M, hukuman tersebut belum cukup untuk menjadi solusi menyeluruh dalam membentuk karakter siswa. Ia mengusulkan adanya sanksi yang lebih bersifat mendidik dan mampu memberikan perubahan perilaku secara nyata.


Sistem Kapitalisme dan Sekularisme Memicu Kemerosotan Akhlak


Fenomena seperti ini terus berulang, bahkan kini sering dijadikan konten demi meraih popularitas di media sosial. Banyak siswa lebih mengejar pengakuan dan dianggap “keren” oleh teman sebaya dibanding menjaga adab terhadap guru.


Kondisi ini menunjukkan semakin melemahnya wibawa guru. Muncul pertanyaan: mengapa siswa begitu berani bersikap tidak sopan? Apakah sanksi yang ada terlalu ringan, atau guru justru berada dalam posisi sulit karena khawatir menghadapi tuntutan saat menegur siswa?


Pemerintah selama ini menggaungkan program “Profil Pelajar Pancasila”. Namun, kejadian seperti ini seolah menjadi bukti bahwa program tersebut belum berjalan efektif dan cenderung sebatas formalitas administratif.


Solusi: Kembali pada Sistem Islam


Permasalahan ini dinilai perlu diselesaikan dengan membangun sistem pendidikan berbasis akidah Islam, yang bertujuan membentuk kepribadian Islam (syakhsiah Islamiyyah), yaitu pola pikir dan perilaku yang sesuai dengan syariat. Dalam sistem Islam, negara memiliki peran untuk menyaring konten digital yang merusak moral, seperti tayangan yang mengandung pembangkangan, pelecehan, atau kekerasan.


Selain itu, penerapan sanksi dalam Islam berfungsi sebagai penebus dosa (jawabir) bagi pelaku dan sebagai pencegah (zawajir) bagi masyarakat. Sanksi tersebut harus memberikan efek jera yang nyata, namun tetap adil sesuai dengan syariat.


Islam juga menempatkan guru sebagai sosok mulia yang harus dihormati, serta menjamin kesejahteraan mereka oleh negara. Sebagaimana firman Allah SWT: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11).


Ayat ini menegaskan tingginya derajat orang berilmu, sehingga siswa seharusnya memahami betapa berharganya peran guru dan pentingnya menghormati mereka. Dengan demikian, wibawa guru akan tetap terjaga di mata siswa maupun masyarakat.

Wallahu a’lam bish-shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update