Oleh : Rifka Nurbaeti, S.Pd (Pegiat Literasi)
Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) telah mendesak Hamas supaya segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza paling lambat akhir pekan ini, kata laporan media. New York Times, mengutip sumber, pada Senin menyampaikan bahwa Amerika Serikat menginginkan Hamas menyerahkan hampir semua persenjataannya serta menyerahkan peta jaringan terowongan bawah tanah di Jalur Gaza. Tentunya Hamas menolak dan menganggap hal itu mengancam eksistensi serta perjuangan mereka. (Antaranews.com, 7 April 2026)
Meski gencatan senjata telah disepakat, Zionis terus melakukan penyerangan hingga menewaskan warga sipil. Hamas mendesak negara-negara mediator dan penjamin gencatan senjata untuk segera mengambil langkah tegas. Qassem menegaskan bahwa Israel harus dipaksa menjalankan fase pertama kesepakatan, termasuk menghentikan seluruh pelanggaran sebelum melangkah ke tahap berikutnya.Disamping itu, Kementerian Luar Negeri Palestina turut mengutuk serangan tersebut dan menyerukan perlindungan internasional bagi warga sipil Palestina serta pemberian sanksi terhadap Israel.
BOP : Jebakan Kapitalisme Global
BOP digagas dan dipimpin oleh Amerika Serikat (AS). Padahal AS memiliki rekam jejak panjang sebagai penjajah besar. AS melakukan sejumlah invasi, kudeta dan penghancuran negeri-negeri muslim. Afganistan, Irak, Libya, Suriah, Sudan dan banyak negeri Muslim lain menjadi korbannya. Tujuan resmi BOP diklaim untuk “mengelola transisi Gaza pasca konflik”, “menjaga stabilitas” dan “mencegah kekerasan berulang”. Akan tetapi, struktur dan kewenangannya justru mengarah pada pengambilalihan kendali Gaza oleh pihak asing.
BOP pada hakikatnya bukan instrument perdamaian, melainkan mekanisme imperialisme untuk melegitimasi dan melanggengkan penjajahan atas Gaza. Skema ini menyingkirkan rakyat Palestina dan pengambilan keputusan strategis, menempatkan keamanan di bawah kendali asing, serta mengarahkan masa depan politik Gaza sesuai kepentingan Amerika Serikat dan Zionisme.
Dengan membungkus penjajahan sebagai isu kemanusiaan dan tata kelola teknokratik, Dewan Perdamaian justru memadamkan perlawanan sebagaimana yang diinginkan AS dan Zionis agar Hamas melucuti senjatanya sebagai jaminan keamanan Gaza padahal hanya kedok mereka untuk menghilangkan kedaulatan, perlawanan dan mengukuhkan dominasi pihak penjajah. Pelucutan senjata juga bagian dari serangan pemikiran sebagai upaya mengubah cara pandang umat agar menganggap perlawanan sebagai ancaman dan penyerahan senjata sebagai jalan damai. Jadi, BOP tidak menawarkan solusi nyata bagi pembebasan Palestina.
Jalan Hakiki Penyelesaian Palestina: Jihad dan Khilafah
Harus ditegaskan bahwa akar masalah Palestina ialah penjajahan Zionis Yahudi yang dibeking oleh negara-negara kafir penjajah Barat, khususnya Amerika dan Inggris. Sikap terhadap penjajah adalah satu: Usir! Bukan negosiasi. Dengan apa? Dengan mengirim tentara-tentara Muslim. Merekalah yang akan melakukan jihad fi sabilillah. Akan tetapi, jihad akan efektif kalau dikomando seorang pemimpin, seorang khalifah dalam sistem Khilafah. Sebagaimanan Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 9 yang artinya:” Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.”
Inilah yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khathtab ra. ketika mengirimkan tentara ke Syam untuk membebaskan Baitul Maqdis (Palestina) dari penguasa Romawi. Setelah ditaklukkan melalui perang berbulan-bulan, lalu pasukan Romawi menyerah dan kunci Baitul Maqdis diserahkan oleh Patriarkh Sofronius kepada Umar bin Khathtab. Begitu pula yang dilakukan oleh panglima Shalahuddin al-Ayyubi ketika membebaskan kembali Baitul Maqdis dari tentara salib pada 1187 M.
Jadi, mengapa harus Khilafah? Apa yang terjadi di Palestina ini menyadarkan kita bahwa umat harus bersatu. Umat ini harus memiliki pelindung dan pemimpin yang satu. Berjuang dalam satu komando. Sekat-sekat imajiner negara buatan panjajah, berupa paham nasionalisme, telah menjadikan umat ini lemah dan tercerai berai. Mengharapkan pertolongan PBB dan negara-negara kafir Barat adalah ilusif dan mustahil. Pasalnya, mereka adalah bagian dari pembuat masalah di Palestina.
Khilafah akan menghentikan kolonialisasi, dominasi dan hegemoni Barat dengan tata dunia saat ini. Khilafah akan membentuk tatanan dunia baru yang adil dan makmur atas landasan Islam. Khilafah akan menghancurkan sistem sekuler kapitalis demokrasi yang menghisap kekayaaan negeri-negeri Muslim dan mengelolanya kembali dengan aturan-aturan Islam yang kebaikannya akan dinikmati oleh seluruh manusia dan alam.
Wallahu’alam bisshawab
No comments:
Post a Comment