Oleh: Siti Aminah, S. Pd (Pegiat Literasi Andoolo)
Perang antara AS - Israel dan Iran belum menemukan titik temu. Perang ini sudah berlangsung lumayan lama dan mampu mengguncang stabilitas ekonomi dan politik berbagai negeri bahkan sekelas negara adidaya juga bisa tumbang.
Sebagaimana yang dilansir oleh mediaindonesia.com, pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara terbuka menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Putra dari Ayatullah Ali Khamenei itu menegaskan, bahwa ketahanan Iran di tengah tekanan internasional telah menjadikan Teheran sebagai sumber inspirasi bagi bangsa-bangsa lain di dunia (10/04/2026).
Dari pernyataan di atas menunjukkan bahwa sekelas Iran yakni 1 negeri muslim saja bisa melawan negara adidaya yang notabene negara yang kuat dari segi militernya namun secara fakta mereka kewalahan juga dalam melawan Iran. Ini adalah bukti AS dan Israel tak sekuat yang dibayangkan dunia sebagai negara adikuasa.
Bahkan AS tidak bisa memaksa negara sekutunya untuk ikut terlibat langsung memerangi Iran. Karena sudah menjadi rahasia umum atau menjadi slogan "Tidak ada teman sejati, yang ada hanyalah kepentingan sejati". Artinya tidak ada persekutuan permanen di sistem hari ini kecuali ada kepentingan yang sama barulah bersatu untuk mencapainya.
Oleh karena itu, umat muslim seharusnya menyadari ini, terkhusus para penguasanya. Mestinya para penguasa muslim berlepas diri dari AS dan Israel, bukan malah bersekutu dengan mereka yang notabene teroris paling nyata sepanjang kekuasaan mereka. Namun sangat disayangkan malah kaum musliminlah yang melakukan pengkhianatan yakni penguasanya dan hal ini mampu melemahkan kesatuan umat.
Mestinya kaum muslimin memahami potensinya yang besar dan menjadi negara adikuasa. Karena dari sisi geografis, demografi, dan geopolitik bisa mengalahkan siapa saja yang menyerang mereka. Misalnya saja Selat Hormuz, Selat Malaka, Terusan Suez, sumber daya alam, dan yang lainnya ada di tanah kaum muslimin. Akan tetapi potensi ini bisa berpengaruh manakala kaum muslimin bersatu dalam satu komando yakni institusi Khilafah Islamiyah. Kesatuan kaum muslimin sangat urgent. Tapi lagi-lagi negeri muslimin hari ini masih tercekoki dengan negara bangsa (nasionalisme).
Maka sudah saatnya kaum muslimin melepaskan dirinya dari ikatan nasionalisme ini dan persekutuannya dengan negara penjajah khususnya AS dan Israel. Kesatuan negeri muslim yang diikat dalam institusi Khilafah Islam akan mampu mengalahkan hegemoni negara adidaya kafir. Karena sampai saat ini masih banyak negeri muslimin yang terjajah. Dengan adanya Khilafah Islam nanti maka akan mampu membebaskan penderitaan negeri-negeri muslim yang terjajah seperti Palestina.
Sebagaimana dahulu kaum muslimin menjadi negara adidaya dan disegani serta berwibawa. Maka kewibawaan kaum muslimin akan kembali ketika Khilafah Islamiyah ini diterapkan kembali. Ketika Khilafah Islam kembali tegak nanti maka perpolitikan luar negerinya dengan cara dakwah dan jihad sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan tentunya ketika diterapkan akan membawa rahmat bagi dunia. Waalahu'alam Bish-shawab.

No comments:
Post a Comment