Oleh. Irohima
Ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat dan Israel berimbas pada harga minyak dunia. ketika terjadi eskalasi konflik, harga minyak cenderung melonjak naik. Karena kekhawatiran akan gangguan pasokan dari beberapa negeri penghasil minyak terbesar dunia yaitu Timur Tengah, khususnya yang melalui Selat Hormuz, sebuah selat yang menjadi jalur utama ekspor minyak.
Pembatasan Selat Hormuz oleh pemerintah Iran, tak hanya berdampak pada negara-negara produsen minyak tapi juga negara importir minyak seperti Indonesia. Harga minyak yang tinggi bisa meningkatkan biaya impor energi hingga memberikan tekanan pada anggaran negara dan berpotensi menimbulkan inflasi.
Di Indonesia sendiri, meski harga rata-rata minyak dunia mencapai USS100/barel , Menteri Keuangan Purbaya, Yudhi Sadewa memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Namun kebijakan ini dinilai para ekonom sebagai keputusan yang riskan, karena kemampuan fiskal negara hanya bisa menahan kenaikan harga BBM dalam jangka pendek atau beberapa minggu ke depan, dan jika kebijakan ini dipaksakan maka pemerintah mesti menambah utang atau memangkas budget kementerian atau lembaga termasuk transfer ke daerah.
Menurut Purbaya, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM diambil atas arahan langsung dari Presiden Prabowo sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan ini diambil seiring dengan rencana strategi penghematan energi nasional yang diumumkan dan dimulai pada 1 April 2026 ( BBCnewsIndonesia, 03-04-2026).
Strategi penghematan energi nasional yang dicanangkan pemerintah meliputi hal-hal, di antaranya
Penerapan bekerja dari rumah atau WFH (work from home) bagi ASN sebanyak satu kali seminggu di hari Jumat, berlaku bagi ASN pusat dan daerah
Penggunaan kendaraan dinas dibatasi hingga 50%, kecuali untuk operasional dan kendaraan listrik, serta mendorong penggunaan transportasi umum.
Perjalanan dinas dalam negeri dipangkas menjadi 50% dan yang ke luar negeri 70%. Jumlah hari, durasi, dan cakupan wilayah saat car free dadi daerah ditambah sektor swasta ikut didorong agar melakukan WFH.
Bagai buah simalakama, pemerintah saat ini mengalami dilema, jika harga BBM tidak dinaikkan maka akan menyebabkan defisit APBN yang besar, namun jika dinaikkan, inflasi akan meningkat dan gejolak sosial akan meluas. Baru sebatas isu kenaikan harga saja dan belum final sudah membuat antrean kendaraan di SPBU semakin mengular.
Status Indonesia sebagai negara importir minyak, mengakibatkan Indonesia sangat bergantung pada pasokan BBM dari luar negeri, padahal dulu Indonesia adalah anggota Organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi atau OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries). Produksi minyak yang menurun, dan cadangan minyak yang tergolong kecil, hanya 600-800 ribu barel/hari per 2023-2024, membuat Indonesia keluar dari keanggotaan OPEC karena tidak mampu memenuhi kuota produksi yang ditetapkan.
Kericuhan terkait BBM yang kini melanda negeri sungguh menyulitkan rakyat, hal ini juga akan mempengaruhi kehidupan masyarakat secara luas seperti terganggunya mobilitas dan operasional sektor transportasi, logistik dan pertanian. Terhentinya pasokan BBM akan menghambat distribusi dan akan berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok (inflasi) akibat tingginya biaya transportasi. Indonesia juga akan rentan terhadap fluktuasi harga global serta gangguan pasokan internasional akibat terhentinya impor, mengingat Indonesia adalah negara net importir.
Ironis, namun inilah gambaran ketika sebuah negara sangat bergantung pada impor komoditas strategis berupa BBM. Sistem kapitalisme yang dijadikan landasan berekonomi dan berpolitik justru membuat negara semakin lemah dan tidak memiliki kemandirian, bahkan senantiasa terguncang ketika muncul sentimen global.
Kapitalisme sejatinya sebuah sistem yang memiskinkan umat, karena kebijakan politik dan ekonomi yang lahir dari sistem ini cenderung mengabaikan kepentingan dan merugikan rakyat. Sistem ini juga mengondisikan kita terus bergantung pada negara lain dalam banyak hal, salah satunya pasokan BBM.
Ini tentu sangat berbeda dengan sistem Islam. Dalam negara Islam (khilafah), sumber daya alam berupa minyak bumi termasuk dalam kategori harta kepemilikan umum yang tidak boleh dimiliki oleh individu atau kelompok tertentu, dan negara dilarang memberikan previlege pada siapa pun untuk mengeksploitasinya. Dalam Islam, negara lah yang wajib mengelolanya untuk kemudian hasilnya dikembalikan kepada rakyat. Sistem politik ekonomi Islam yang diterapkan oleh negara akan menjamin distribusi harta dan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata hingga taraf hidup rakyat akan meningkat.
Dengan menerapkan Islam, kemandirian energi bukanlah sebuah hal yang mustahil untuk digapai. Adapun kebijakan yang akan diambil daulah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat secara sistematis antara lain, menjadikan status kepemilikan BBM sebagai harta kepemilikan umum yang dikelola negara dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat, serta melarang privatisasi sektor ini.
Menerapkan standar mata uang emas dan perak sebagai alat transaksi perdagangan minyak internasional agar terlepas dari hegemoni dolar dan negara-negara kapitalis.
Menjaga daya beli masyarakat dengan menjamin distribusi harta dan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, penyediaan peluang kerja serta mekanisme pemberian harta dari negara bagi individu yang membutuhkan.
Impor diperbolehkan jika keadaan mendesak, itu pun dilakukan seperlunya tanpa risiko ketergantungan. Negara akan mendorong berbagai pengembangan riset dan inovasi teknologi dalam eksplorasi minyak dan sumber energi lain seperti nuklir, batu bara, tenaga surya dan lain sebagainya yang bisa mewujudkan jaminan pemenuhan kebutuhan akan energi.
Demikianlah sistem Islam dalam mengupayakan kemandirian dan kedaulatan energi, seiring mewujudkan kesejahteraan rakyat. Saat ini kita tentu lelah dengan situasi kebijakan BBM yang berubah-ubah dan kerap menyulitkan. Maka dari itu saatnya kita beralih pada Islam, sebagai satu-satunya solusi untuk bisa keluar dari kondisi yang penuh dengan kekacauan.
Wallahu a'lam bish-shawab
.
.jpg)
No comments:
Post a Comment