![]() |
Nusantaranews.net, Payakumbuh — Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, belasan wartawan dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang tergabung dalam Balai Wartawan (BW) menggelar kegiatan belajar mengaji di Masjid Musafir, Jumat sore (6/3/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Syaikh Sa’ad bin Yaslam Al-Khabari, guru Al-Qur’an asal Yaman, yang membimbing para wartawan memperbaiki dan menyempurnakan bacaan Al-Qur’an, khususnya pada Surah Al-Fatihah.
Para wartawan dari berbagai media cetak, online, dan televisi itu mempelajari makharijul huruf, yakni tempat keluarnya bunyi huruf hijaiyah saat dilafalkan. Ilmu ini menjadi bagian penting dari tajwid agar bacaan Al-Qur’an dibaca dengan benar, fasih, serta tidak mengubah makna ayat.
Surah Al-Fatihah dipilih sebagai materi pembelajaran karena dikenal sebagai Ummul Qur’an atau induk dari Al-Qur’an, yang dibaca berulang dalam setiap rakaat salat sehingga penting dilafalkan dengan sempurna.
Pengurus Masjid Musafir, Doddy Sastra, yang juga wartawan senior Kota Payakumbuh, mengapresiasi inisiatif para anggota Balai Wartawan yang tidak ragu untuk kembali belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, momentum Ramadan tahun ini terasa berbeda. Kawan-kawan dari Balai Wartawan memanfaatkannya dengan belajar mengaji. Kita juga bersyukur dengan kedatangan Syaikh Sa’ad yang bersedia berbagi ilmu,” ujar Doddy didampingi Sekretaris Masjid Musafir, Edward.
Ia menambahkan, pihak pengurus masjid menyambut baik kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tentu kita senang. Keberadaan Masjid Musafir bisa menjadi pusat kegiatan positif. Kami juga terbuka bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan masjid untuk berbagai kegiatan yang membawa kebaikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Payakumbuh-Limapuluh Kota, Aspon Dedi, yang turut mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap para wartawan yang memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa untuk memperdalam bacaan Al-Qur’an.
“Ini kegiatan yang sangat baik. Momentum Ramadan memang ideal untuk memperbaiki diri, termasuk menyempurnakan bacaan Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan dan tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan.
“Ke depan kita akan memperbanyak kegiatan positif yang melibatkan wartawan. Jika sebelumnya kita menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW), hari ini kita isi dengan kegiatan keagamaan sebagai upaya meningkatkan kualitas diri,” tutupnya. (R.Sitepu)

No comments:
Post a Comment