Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bebas Dari Keterpurukan Dengan Islam

Sunday, February 08, 2026 | Sunday, February 08, 2026 WIB

Oleh: Sarinah.



Indonesia adalah negeri yang kaya raya, kaya akan Sumber Daya Alam yang beragam dan hasil buminya. Namun Indonesia masih saja menjadi negeri yang terpuruk.

Cita-cita yang ingin diraih seperti "Indonesia Emas" agaknya sampai detik ini belum juga dapat diraih. Kemiskinan semakin melanda anak bangsa, keterpurukan bahkan hutang negara pun makin meningkat.

Kemiskinan tak kunjung diberantas, keterpurukan masih mewarnai, bahkan kasus bunuh diri karena faktor ekonomi masih terjadi.

Mengutip dari laman detikNews kamis, 5 Februari 2026 siswa kelas 1V sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas gantung diri. 

Bocah usia 10 tahun yang berinisial YBR ditemukan tewas gantung diri, lantaran orang tuanya tak mampu membelikan buku tulis dan pulpen. Sebelum tragedi tersebut terjadi YBR dan siswa lainnya berkali-kali ditagih uang oleh pihak sekolah sebesar Rp 1,2 juta.

Orang tuan YBR telah membayar sebesar 500 ribu untuk membayar semester 1. Tersisa Rp 720 ribu yang harus dibayar secara cicil untuk semester 11.  Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Ngada, Veronica Milo, mengatakan ini bukan dikatakan tunggakan karena masih tahun berjalan. Dan tidak menemukan adanya pemaksaan atau pengusiran, pihak sekolah hanya memberikan arahan yang bersifat informasi.

Sungguh tragis melihat fakta yang terjadi di negeri yang kaya raya ini, keterpurukan kemiskinan belum dapat diberantas hingga kini. Bahkan kasus bunuh diri diatas, nyawa melayang karena tidak bisa membeli peralatan tulis untuk sekolah.

Kekayaan yang tidak merata hanya pada segelintir orang saja. Kesenjangan amat terlihat dari banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi karena faktor ekonomi. Yang kaya makin kaya, dan yang miskin belum terbebas dari kemiskinannya.

Kesenjangan yang amat terlihat di Indonesia ini karena bercoloknya ideologi Kapitalisme yang diadopsi negeri tercinta ini. Sehingga wajar saja menimbulkan kesenjangan yang amat tampak. Kesejahteraan rakyat tidak akan tercapai jika tidak ada pemerataan ekonomi. Maka jika dilihat kedepan lebih jauh lagi, Indonesia akan mengalami kemerosotan lebih dalam lagi dan akan terjadi banyak kasus serupa seperti bunuh diri, jika ini tidak diatasi.

Negara harusnya menjadi tempat ternyaman bagi masyarakatnya, pemimpin seharusnya meriayah rakyat dengan benar sesuai dengan fungsinya yakni sebagai pelayan umat, bukan malah mempersulit rakyat dengan segala aturan yang ditetapkan.

Pendidikan menjadi tonggak peradaban suatu bangsa, kualitas suatu bangsa terlihat dari segi pendidikannya. Maka dalam segi pendidikan inilah seharusnya negara berperan dengan sebaik-baiknya. Menggratiskan biaya pendidikan, guna menggapai cita-cita bangsa yakni" mencerdaskan kehidupan bangsa" sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia.

Negara harus benar-benar mengambil langkah yang serius dalam menangani kemiskinan dan keterpurukan dalam masyarakat. Negara harus berperan sebagai lembaga yang mencerdaskan anak bangsa dan pendidikan yang berkualitas. 

Maka jelas jika masih ideologi Kapitalisme yang tegak menjadi sistem hidup bangsa Indonesia, tidak akan terjadi kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Kesejahteraan hanya ilusi yang tak akan diraih, karena sejatinya sistem kapitsme bersifat idividualis dan egois. Mementingkan diri sendiri dan berbuat atas dasar manfaat, menghalalkan segala cara demi mendapatkan materi (harta) semata.

Jika ingin Indonesia benar-benar lepas dari kemiskinan, keterpurun maka hendaknya mencampakkan idiologi kapitalisme sekulerisme adalah langkah yang benar. Kemudian mengganti idiologi Islam sebagai pandangan hidup bangsa yang ins yaa Allah akan menjadikan bangsa ini lepas dari segala keterpurukan.

Idiologi Islam yang diterapkan dahulu saat Islam berjaya mampu bertahan hingga 13 abad lamanya. Dengan segala peradabannya yang mulia serta banyaknya peninggalan-peninggalan sejarah seperti dalam bidang kesehatan, pendidikan, bangunan dan peradaban mulian lainnya. Ini menggambarkan betapa Islam dulunya menjadi negara adidaya nan mulia yang menaungi dua per tiga dunia. 

Jika Indonesia ingin sejahtera maka sudah seharusnya pengurusan umat ini harus dengan pengurusan yang benar dengan ideologi yang benar pula, yakni idiologi Islam. Yang akan membawa kepada Indonesia gemilang dan memberantas segala keterpurukan. Hanya dengan Islam martabat manusia akan menjadi mulia, karna hanya Islam satu-satunya yang dapat membawa kepada keberkahan dan rahmat Allah.

Allahu a'lam bishawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update