Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengincar Untung dari Lumpur Bencana

Saturday, January 10, 2026 | Saturday, January 10, 2026 WIB Last Updated 2026-01-10T00:29:15Z

 


Oleh: Jumiran (Pegiat Literasi)


Bencana alam yang terjadi di Aceh Tamiang dan sekitarnya tak dipungkiri akibat dari tata pengelolaan hutan yang salah. Akibat Banjir meninggalkan banyak gelondongan kayu dan  tumpukan lumpur. 

Namun, siapa sangka tumpukan lumpur di wilayah bencana justru menarik minat beberapa pihak swasta untuk dimanfaatkan. Sayangnya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto memberi izin kepada pihak swasta untuk dimanfaatkan, sehingga hasilnya bisa dijadikan sebagai pemasukan daerah. (Sindonews.com, 08-01-2026).


Sejatinya, pemberian izin pengelolaan tumpukan lumpur kepada pihak swasta semakin menunjukkan watak kapitalistik pemerintah. Demi keuntungan, pemerintah melempar tanggung jawab kepada pihak swasta. 

Lumpur memang memiliki banyak manfaat jika dikelola dengan tepat. Misalnya saja, lumpur bisa dijadikan sebagai pupuk organik. Lumpur dari sawah memiliki kandungan nutrisi seperti nitrogen, fosfor dan kalium yang mampu meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Lumpur juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, seperti proses penambangan, lumpur bisa diolah menjadi bahan bangunan seperti bata atau paving blok. Wajarlah jika swasta tertarik dengan hal ini. 


Sekilas, pemanfaatan tumpukan lumpur dapat membantu masyarakat di wilayah terdampak. Mengingat, berdasarkan pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, bahwa tumpukan lumpur mencapai hingga lebih dari tiga meter. Dengan pemberian izin kepada swasta untuk dijual maka akan cepat membantu membantu pembersihan sekaligus menjadi jalan keluar dari sulitnya menentukan tempat pembuangan dari tumpukan lumpur tersebut. Jika demikian, mengapa pemerintah negeri ini tidak memanfaatkan sendiri tumpukan lumpur agar bisa lebih mendapatkan keuntungan yang banyak?


Seharusnya, pemerintah lebih mengutamakan bantuan pokok untuk masyarakat terdampak terdahulu. Sayangnya, bantuan terkesan lamban sehingga masih ada wilayah yang belum mendapatkan bantuan akibat akses yang sulit dijangkau. Adapun pemanfaatan tumpukan lumpur sejatinya tidak menjadi solusi dalam menanggulangi bencana. Justru, solusi yang diambil bersifat pragmatis, disertai dengan tidak ada peraturan yang jelas dan terstruktur untuk mengatur jalannya, akhirnya justru memberikan kesempatan bagi pihak swasta untuk mengambil keuntungan secara tidak adil atau mengeksploitasi situasi demi kepentingan mereka sendiri.


Islam memandang penguasa sebagai raa'in  atau pengurus yang bertanggung jawab penuh atas urusan rakyatnya, termasuk dalam penanggulangan bencana. Rasulullah Saw, bersabda, "seorang imam adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyatnya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap urusan rakyatnya". (HR. Bukhari Muslim). Artinya, negara wajib mengelola bencana yang menimpa secara langsung , tidak menyerahkan urusannya kepada pihak lain, apalagi dibebankan kepada rakyat. 


Disisi lain, pemerintah Islam akan lebih mengutamakan kemaslahatan rakyat diatas kepentingan materil. Oleh karena itu, negara seharusnya tidak memberi izin kepada pihak swasta untuk memanfaatkan tumpukan lumpur, hanya karena agar mendapatkan pemasukan daerah. 


Pemerintah Islam juga melarang keras swastanisasi sumber daya alam yang menjadi milik umum. Namun, tak dimungkiri karakter sistem kapitalisme yang individualis yang mencengkeram negeri ini telah mewujud dalam wajah menomorsatukan kepemilikan individu. 


Kondisi ini berbeda dengan Islam. Islam memandang kepemilikan umum wajib di kelolah oleh negara, hasilnya dikembalikan kepada masyarakat secara umum. Termasuk tumpukan lumpur dikelola dan dimanfaatkan oleh negara, hasilnya bisa disalurkan kepada masyarakat secara umum, khususnya pada masyarakat yang terkena bencana.


Disisi lain, Islam memiliki baitumal, yang didalamnya terdapat pos-pos khusus yang sumber dan pendistribusiannya telah diatur oleh syari'at. Termasuk anggaran pengelolaan bencana, negara tidak membebankan kepada rakyat, semuanya menjadi tanggung jawab negara. Negara Islam akan lebih mengutamakan kemaslahatan rakyatnya, bukan malah mengincar Untung dari lumpur bencana.

Wallahu alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update