Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Guru Kehilangan Kelembutan, Murid Kehilangan Adab

Friday, January 30, 2026 | Friday, January 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T09:36:58Z




Oleh Dedeh

Aktivis Muslimah


Jakarta _ Peristiwa guru SMK Negeri Tanjung Jabung Timur Jambi, yang di keroyok oleh muridnya, menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan.Video yang memuat aksi mereka viral di media sosial, tak hanya berhenti disitu, Agus Saputra melaporkan pengeroyokan ke Polda Jambi sebagai penganiayaan.

Peristiwa keributan hingga pengeroyokan itu terjadi di SMK Negeri Tanjung Jabung Timur, dari video yang beredar selama 58 detik, awalnya Agus sempat menyampaikan perkataan lewat mikrofon. Belakangan diketahui bahwa perkataan Agus diduga merupakan hinaan yang menyulut amarah sejumlah siswa hingga berujung pengeroyokan terjadi.

Pihak guru yang menyaksikan, kemudian melerai perkelahian itu dengan membawa Agus masuk ke ruangan, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi saat ini telah mendalami informasi saat insiden keributan antara guru dan murid.

Kejadian tersebut bermula dari proses belajar  mangajar dikelas, berdasarkan keterangan guru yang bernama Agus, dirinya sedang berjalan didepan kelas dan mendengar salah satunya menegurnya dengan kata - kata tidak pantas, selasa ( 13/1 ) pagi.

Sedangkan berdasarkan cerita dari sisi murid, MUF mengungkapkan, guru tersebut sering melontarkan kata - kata kasar yang tidak pantas diucapkan kepada siswa, sering ngomong kasar, menghina siswa dan orang tua, bilang bodoh dan miskin, TRIBUN BENGKULU, com.

Kordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, mengatakan peristiwa tersebut merupakan pelanggaran hak asasi anak untuk mendapatkan perlindungan dan pendidikan yang aman, bebas dari rasa takut dan kekerasan, sebagaimana UU perlindungan anak. 

Mencermati kasus ini, tindakan murid yang mengeroyok guru, menunjukan hilangnya  adab, rusaknya batas penghormatan, murid tidak lagi memandang guru sebagai figur yang dihormati. Namun tidak dimungkiri ada pula guru yang kerap menghina, merendahkan atau melabeli murid dengan kata - kata yang melukai psikolog.

Kondisi demikian akan merusak kepercayaan murid terhadap figur guru, kedua belah pihak  akhirnya terjebak dalam lingkaran setan, guru kehilangan wibawa, murid kehilangan hormat karena tidak mendapatkan keadilan.

Inilah wajah pendidikan dalam sistem sekuler, ketika agama dipisahkan dari generasi dan ruang pendidikan, maka sekolah berubah menjadi area kekerasan dan konflik serupa. Pendidikan sekuler hanya mengejar nilai dan target, tapi mengabaikan akhlak dan iman. Guru kehilangan kelembutan, murid kehilangan adab.

Berbeda halnya, pendidikan dalam sistem Islam, pendidikan bukan sekedar transfer ilmu, tapi membentuk kepribadian Islam pada anak didik. Penanaman akidah menjadi yang utama, sistem pendidikan Islam memahamkan bahwa kesadaran hubungan manusia dengan Allah merupakan kontrol terbaik atas seluruh perbuatan manusia. Disisilain, adab dan akhlak adalah perkara mendasar, adab merupakan perkara utama sebelum ilmu. Imam Malik berkata. 

" Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu, " Yusuf bin Al Husain berkata,  " Dengan mempelajari adab, engkau jadi mudah memahami ilmu. " Inilah sebab Ibnu al - Mubarok berkata, " Kami mempelajari adab selama 30 tahun, sedangkan kami mrmpelajari ilmu selama 20 tahun."

Sistem pendidikan Islam mampu menghasilkan guru yang berkualitas, berkepribadian Islam, memiliki kemampuan terbaik, dan mampu mendidik muridnya dengan baik. Islam sangat menghormati dan memuliakan guru, Islam memerintahkan murid untuk takzim kepada guru dengan menunjukan akhlak mulia dan adab yang luhur. Tidak hanya murid, negara juga memuliakan guru, menghargai jasa guru dalam mengajar ilmu pengetahuan kepada generasi penerus umat dengan memberikan gaji yang tinggi. Oleh karenanya, guru haruslah orang - orang yang bertakwa, berakhlak mulia, memiliki ilmu yang mempuni, disiplin dan memiliki kemampuan mendidik.

Semua mekanisme ini akan  mewujudkan profiil guru sebagai pendidik umat Islam, jika negara menerapkan sistem Islam secara kaffah. Negara wajib menjamin kurikulum pendidikan berbasis akidah Islam, sekaligus memiliki kualitas keilmuan yang tinggi, baik dalam tsaqofah Islam maupun sain teknologi. Dengan demikian dunia pendidikan akan mengalami perubahan signifikan menuju peradaban yang gemilang. 

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update